Cinta Itu Indah Atau Pahit?

Cinta

Sebagian orang mengatakan cinta itu indah. Bahkan ada yang mengatkan tanpa cinta hidup hampa dan kata-kata yang mendukung lainnya. Tetapi ada orang yang sengsara karena cinta. Nah, cinta itu manis atau pahit ? Mengapa bisa seperti itu?

7 Likes

Cinta itu murni, bukan indah bukan juga pahit. Semua tergantung kepada siapa yang menjalani dan memperlakukan cinta seperti apa, dari yang awalnya murni bisa menjadi indah karena dibumbui ketulusan, rasa sayang, saling menghormati, dll. Juga bisa menjadi pahit bila dibumbui rasa ketidakadilan, pengkhianatan, kebencian, dll. Cinta akan menjadi indah bila jatuh ditangan yang tepat. dan cinta akan menjadi pahit jika jatuh tepat di orang yang salah.

3 Likes

Ngebayangin cinta hanya dari sisi indahnya aja bakal membuat kamu kecewa. Sedangkan disisi yang lain, kalau ngebayangin cinta itu hanya pahitnya saja, ya bakal bikin kamu ngga berani untuk jatuh cinta.

Kenyataannya, cinta itu indah dan disaat yang sama juga pahit. Indah dan pahit akan datang silih berganti. Cinta itu ibarat lukisan, dimana lukisan yang baik membutuhkan warna kelam dan warna terang dalam satu kanvas. Itulah yang membuat lukisan menjadi lebih berwarna. Begitu juga cinta, karena ada indah dan pahit itulah yang membuat cinta menjadi penuh cerita.

Ibarat kopi, kalau udah dicampur susu dan gula bakal jadi cappuccino, yang menjadi minuman favorit orang-orang seluruh dunia :rofl:

1 Like

Wah tergantung sih kalo ini… bahkan makna indah dan pahit itu bisa berbeda loh bagi masing-masing orang :grin: Saya kasih contoh cinta antara orang tua dan anak aja ya. Misalnya nih… ada orang tua yang mengekang banget anaknya, sampe nggak dibolehin main, atau bahkan nggak dibolehin bersosialisasi dengan orang lain… karena si orang tua ini sangat mengerti betapa kerasnya kehidupan luar dan sifat buruknya orang-orang sekitar. Mungkin orang tua menganggap bahwa cinta yang seperti ini indah, karena dia memberikan segenap kemampuannya untuk melindungi anaknya dari kejamnya dunia.

Namun berbeda dengan apa yang si anak rasakan, dia merasa cinta yang diberikan oleh orang tuanya terasa sangat pahit, karena si anak tidak merasakan keindahan yang sama dari bentuk cinta ini. Indah bagi kita belum tentu indah bagi orang lain walaupun ada cinta yang hadir di antara keduanya.

Cinta selalu indah, yang membuatnya pahit adalah individunya. Jadi sesungguhnya cinta itu indah sekali dan mendamaikan diri maupun sekitar, sehingga tidak ada cinta yang pahit.

Cinta pahit karena adanya ego manusia yang kurang bersyukur, makna dari cinta sendiri adalah suci dan indah. Pribadi yang penuh dengan cinta pada diri sendiri, orang sekitar maupun makhluk lainnya akan selalu bersyukur dengan hidup yang ia miliki. Ia akan lebih peka dan peduli dengan sekitar karena memiliki rasa cinta.

Jika manusia tidak memiliki rasa cinta itu sangat membahayakan, karena ia akan secara tidak langsung telah hidup dalam kehampaan. Contohnya mencintai diri sendiripun sangat perlu, karena jika tidak diri kita yang mencintai sepenuh hati mau siapa lagi?

Berbicara tentang cinta sangat kompleks. Membahas suatu “emosi” dalam individu bisa dikatakan berdiskusi mengenai subjektifitas yang saling bergelut. Kadang orang-orang menganggap cinta hanyalah sebuah perasaan, tak lebih. Kadang juga menganggap cinta adalah sebuah jalan menggapai tujuan kebahagiaan. Indah atau pahit pun tidak bisa disimpulkan menjadi satu kesimpulan. Kebutuhan akan cinta tiap individu sungguh berbeda. Orang bisa mengatakan indah bisa jadi karena merasakan manis untuk saat ini atau memproyeksikan cinta yang manis-manis saja dalam kehidupannya (meskipun orang seperti ini sangat sulit dicari). Bisa jadi orang yang mengatakan cinta itu pahit karena cinta-cinta yang hadir dalam dirinya memang benar-benar menyakitkan atau hanya memproyeksikan kerusakan-kerusakan cinta dalam hidupnya (ini sangat banyak, manusia sangat terlatih secara intuitif bersikap negatif thinking atau su’uzdon). Benar-benar paradigma tiap individu. Kembali pada individu masing-masing.

Bahkan dari segi arti di KBBI Cinta memiliki dua arti yang cukup bertolak belakang, Cinta bisa berarti suka sekali, kasih sekali tapi juga bisa berarti susah hati (khawatir) dan resah.

Jadi cinta bisa menjadi apa saja tergantung cara mengartikannya dan dari bagaimana kita membahasakan Cinta. Sebab Cinta bisa dibahasakan dengan dukungan, kehangatan atau bisa juga dibahasakan dengan kekangan, tuntutan atau kecemburuan.

Itu benar-benar kembali kepada diri kita dalam membahasakan cinta. Jika kita tidak ingin terlibat dalam cinta yang toxic, posesif maupun narsistik maka kita harus mencari makna cibta yang kasih, positif dan hangat. seperti kata Buya Hamka, “kita memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari”

1 Like

Ini topik yang menarik dan saya susah berpendapat apakah cinta itu Indah atau pahit. Tergantung dari sudut pandang mana kita menilai.Cinta berarti perasaan suka dan cenderung ingin memiliki atau memberi proteksi. Pada kenyataannya dalam menjalani cinta kita akan bersinggungan dengan banyak rasa lainnya, misal pengertian, toleransi, penerimaan, penolakan, sabar dll.

Cinta yang saya maksud bukan hanya antara sepasang kekasih tetapi juga antara suami istri atau bahkan orang tua dan anak. Akan ada banyak hal dalam cinta yang membuatnya menjadi indah, tetapi banyak hal juga yang akan menjadikannya pahit.

Daripada indah atau pahit, saya justru menganggap cinta itu arbitrer. Seperti halnya ia lahir dan tumbuh tanpa tanpa bisa dicegah, segala sifat yang muncul dari cinta pun tidak bisa diprediksi. Cinta itu kebebasan: pada detik ini ia manis, detik berikutnya bisa jadi pahit, lain waktu mungkin dia berubah menjadi harapan, kesakitan, rasa syukur, penyesalan, dan sebagainya.
Maka itu, bagi saya, cinta tidak perlu repot-repot diberi definisi, karena kemungkinan besar tidak akan ada dua orang pun yang akan sepaham mengenainya. Cukuplah cinta diresapi dan dimengerti masing-masing hati.

Halo kak…
Izin beri pendapat kak…
Menurut saya cinta itu Indah . Oleh karena itu dikatakan cinta, karena cinta lah yang memberikan kebahagiaan, seperti cinta dari orang tua, sahabat, teman atau pacar. Dan terlebih cinta dari Tuhan.
Cinta itu saling mengasihi, saling berbagi, saling memaknai.
Jadi cinta itu Indah, sangatlah Indah🤗

Banyak orang yang berusaha memberi definisi cinta namun hingga saat ini belum ada definisi yang dipatenkan karena cinta dapat dimaknai beragam dan cinta tidak bisa ditambatkan pada satu hal saja.
Mengenai cinta itu indah atau pahit menurut saya tergantung dalam kondisi apa kita saat mendiskusikan hal ini. Ketika kondisi kita sedang sakitnya jatuh cinta/patah hati maka kita akan berpikir cinta itu pahit begitu pula sebaliknya. Cinta tak ada yang abadi, seringkali hilang dan pergi.

1 Like

Hai kak.
Pendapat saya pengen ditanggapi sama kakak. Hehehe…
Supaya enak saling berdiskusi ya kan :grinning_face_with_smiling_eyes: