Cinta dan keluhan

IMG_20200501_223741_305

Cinta memiliki makna yang sangat luas dan dalam. Cinta tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata, tetapi cinta akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi setiap manusia yang menggunakannya dengan baik.

Sebaliknya, keluhan bukanlah sesuatu hal yang baik. Namun tidak bisa dipungkiri jika setiap manusia pasti pernah melakukannya. Tidak hanya dalam permasahalan yang berat dan seolah tidak berujung, tetapi juga bisa terjadi pada permasalahan yang sangat kecil.

Cinta dan keluhan akan selalu hadir dalam setiap peristiwa kehidupan. Cinta tidak hanya ada dalam hubungan dengan Allah, orang tua, keluarga, kekasih, sahabat, tapi juga dengan kegiatan yang kita kerjakan. Misalnya, kita yang terkadang mengabaikan betapa luasnya nikmat yang kita terima dari Allah SWT, sehingga yang terjadi adalah ketika ditimpa sedikit masalah kita tidak mau bersabar menghadapinya dan yang sering kali kita lakukan adalah sebaliknya yaitu menyampaikan keluh kesah yang bertubi-tubi. Mengapa ini terjadi padaku? Mengapa Allah menitipkan aku pada keluarga yang tidak bahagia? Mengapa Allah tidak tidak mengabulkan doaku padahal aku sudah berusaha dan selalu berdoa? Atau ucapan-ucapan lainnya yang menjadikan kualitas iman seseorang menurun, bahkan sangat mungkin mencapai titik nadir.

Kita yang menyadari bahwa cobaan itu adalah bentuk cinta Allah dan juga menjadi sebuah proses bagi manusia untuk membuktikan kadar cinta kepadaNya, tentu akan terus berusaha meredupkan keluh kesah dan menghidupkan rasa cinta. Mengapa? Karena dengan memaksimalkan rasa cinta, akan tercipta sosok yang sabar dan hati yang bahagia sehingga segala hambatan yang menanti bisa dilalui dengan baik dan memberikan hasil yang baik pula.

Ingat! kesempatan untuk membuktikan cinta itu tidaklah banyak, kita hanya mempunyai 1,5 jam menurut hitungan akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT:
(… وَإنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَاَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ (الحج: 47
“… Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj [22]: 47)

Berdasarkan ayat tersebut, dapat diketahui bahwa 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia. Let’s count: 1 hari (di akhirat) = 1000 tahun (di dunia), 24 jam (di akhirat) = 1000 tahun di dunia, 1 tahun (di dunia) = 24/1000 = 0,024 jam (di akhirat). Apabila usia manusia rata-rata adalah 63 tahun, maka menurut waktu akhirat 63 x 0,024 jam (di akhirat) = 1,512 = 1,5 jam (di dunia). Dari perhitungan ini, kita bisa melihat dengan jelas dan menyadari betapa singkatnya waktu yang kita miliki di dunia ini. Come on, use your time wisely!

Lalu bagaimana cara untuk menghidupkan rasa cinta itu di segala sendi kehidupan? Salah satu tipsnya adalah dengan menjernihkan hati dan pikiran. Saat hati dan pikiran dikotori rasa tidak suka, iri, egois, ketidakpuasan dan marah, maka bisa dipastikan kebaikan yang sesungguhnya ada menjadi lenyap seketika. Permasalahan yang sejatinya kecil dan mudah menjadi rumit dan berliku. Maka galilah kebaikan dari setiap peristiwa yang hadir dengan cinta agar kita bisa menjalani hidup dengan bahagia dan menuju tujuan akhir, akhirat, dengan penuh ketakwaan dan keberkahan. Memang bukan hal yang mudah untuk dijalankan, tetapi bukankan mencoba itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali?

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi sebuah refleksi bagi diri kita bahwa sepahit apapun kehidupan yang kita jalani, jangan mengeluhkan keadaan itu! Karena disana selalu ada cinta yang membuat kita sabar, tegar, dan bersemangat dalam melanjutkan ikhtiar.

1 Like