CFH (Competition From Home)

Saat ini Indonesia sudah ada sekitar 4 ribu orang yang terinfeksi virus corona. Padahal sudah ada sistem penerapan belajar, belanja, dan bekerja di rumah. Namun banyak sekali yang tidak mengikuti aturan dari pemerintah. Ini merupakan fakor utama yang menyebabkan bertambahnya tingkat seseorang terkena virus corona. Untuk itu, kita sebagai warga Indonesia yang memahami aturan ada baiknya dilaksanakan. Supaya untuk waktu selanjutnya, tidaka akn terjadi secara drastic. Sebaiknya kita mulai dari diri sendiri. dengan cara mencuci tangan dan memakai masker saat bepergian. Karena pencegahan secara kelompok dinyatakan gagal. Untuk itu, pencegahan indvidu perlu digalakkan. Agar pencegahan virus bisa dihambat dengan kurun waktu yang cukup lama.

“Wah, artikel kamu bagus Key. Belajar darimana kamu? “ Tanya Annisa, sahabat ku juga tetangga dekat ku.

“ Alhamdulillah nis, aku belajar selama masa karantina “ jawab ku yang masih focus mencari ide untuk artikel lomba selanjutnya.

“Kamu menggunakan waktu mu dengan sangat baik key, jadi tambah sayang sama sahabat ku ini “ ucapnya seraya memelukku.

“Sesak nih, nis. Jangan gini ah “

Sebelum masa karantina banyak warga yang sudah menyiapkan bahan makanan baik yang cepat saji atau sayuran yang masih terbungkus plastik. Ada juga yang membeli buah-buahan serta makanan ringan. Maka seharusnya, warga tak perlu keluar rumah setiap harinya. Apalagi sekarang sudah ada belanja online.

“Nak, jangan pergi keluar nak. Keadaan di luar sangat berbahaya. Kamu harus disini. Supaya kamu tidak tertular “ teriak seorang ibu dari luar.

Aku dan Annisa mengintip dari balik jendela ruang tamu. Terlihat seorang ibu mencengkram lengan anak laki-laki nya. Angga. Dia adalah tetanggaku selama 17 tahun ini. Sepertinya dia frustasi dengan keadaan sekarang dan larangan dari ibunya.

“Mak, angga bosen di rumah. Angga nggak lama kok “ ucapnya seraya mencoba melepaskan tangan ibunya.

“Mak hanya takut kamu kenapa-napa. Disini saja. Kamu bisa main, asal jangan keluar daerah sini nak “ lirih ibu itu yang masih memegang erat tangan anaknya.

Aku dan Annisa yang masih melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepala pelan.

“Kamu bilang gih sama Angga. Dia pasti akan dengerin kamu “ Annisa menatapku penuh harap.

Dulu, kita, aku dan Angga memang dekat. Kemana-mana kita akan selalu bersama. Namun setelah masuk SMA, kita muali sibuk dan lupa akan kenangan yang indah.

Aku membuka pintu, sebelumnya aku sudah memakai jilbab ku. Aku menghampiri Angga dengan Annisa di sampingku.

“Hey, mau kemana kamu? “ Tanya ku. Ia menoleh.

“Mau keluar, boring nih. Yuk ikutan. Gue kangen sama lo “ jawabnya.

“Maaf, aku nggak ikut. Karena sekarang keadaannya tidak memungkinkan. Aku nggak mau egois. Hanya karena aku bosan, aku melarikan diri keluar rumah. Aku juga takut. Jika aku pulang dengan keadaan yang sudah tak berdaya. Apalagi bila orang tua ku akan ikut terkena akibat perilaku aku sendiri “ ucapku.

“Lo nggak bosen? “ Tanyanya.

“Nak, sudah lah. Apa yang dikatakan keyland memang benar. Bayangkan saja apa yang ditakutkan Keyland terjadi pada kita. Apa kamu tak menyesal nak “ ucap ibunya dengan wajah bersedih.

“Mak, aku nggak mau mak. Aku nggak mau mak kenapa-napa “

“Ya udah kalau gitu, nggak usah pergi ya ngga. Mending main sama kita. Belajar makud aku, iya kan nis “

“Iya, belajar membuat artikel. Nanti kamu bisa minta ajar keyland “

“Kamu masih menulis? “

“Iya dong. Sesuai ucapan ku dulu padamu “

“Ya udah, ayo kita belajar dan membuat artikel. Dan ikut sertakan ke lomba yang ada di Instagram “

“Why not? Yuk “