Cerita pendek_rindu tak terbatas

Riuh riang anak-anak bermain,tertawa dan bercanda,mencium tangan orang tuanya,berbakti kepada orang tuannya. itulah rasa rindusepasang kake dan nenek terhadap buah hatinya.
Sepasang nenek kakek ini sudah menikah lebih dari 40 tahun dan mereka merindukan kahadiran seorang anak di masa tuanya. Ketika usia perikahannya sudah mencapai 10 tahunan maka lahirlah seorang bayi yang dirindukan sejak awal pernikahannya. “saya sebenarnya sudah ridha, kalaupun saya tidak punya anak tapi takdir berkata lain di usia 30an nenek baru dikasih amanah mengurus buah hati walaupun buah hati kami tidak normal seperti anak yang lain tapi kami tetap bersyukur dan bahagia, mungkin ini salah satu pahala untuk mendapatkan keridhaan Allah” Papar nenek tersebut. Anaknya tidaklah normal seperti anak biasanya, matanya jereng, tubuhnya sangat lemah, berjalan seperti orang pincang dan ketika berbicara tidak terlalu jelas, mungkin bisa dikatakan anak tersebut idiot. Ketika anak ini berusia SD, dia masih mau bermain dengan teman-temannya tapi ketika sudah menjelang masa remaja maka anak ini mulai menutup diri dan tidak mau keluar rumah lagi. Dia tidak mau bermain dengan teman-temanya, keluar rumah hanya di pagi hari itupun hanya untuk menghangatkan badan dibawah hangatnya sinar mentari. Itulah dilakukan buah hati sepasang nenek kakek tersebut sampai akhir hayatnya. “nenek dan kakek juga tidak tahu mengapa alasan sebenarnya dia seperti itu, tapi mungkin bisa jadi dia minder dengan teman-temannya.” Kata nenek tersebut. Keberadaan anak ini membuat hidup sepasang nenek kakek ini bahagia, mereka hidup rukun menjaga kebersamaan. Kebahagiaan itu tidak terlalu lama karena di usia anaknya yang ke 26 anak tersebut meninggal. “hidup kami lebih berwarna dengan kehadiran anak ini, tapi di usia 26 Allah mengambil kembali anak kami. Jujur nenek sangat sedih tapi apa daya, hanyalah pasarah yang hanya bisa kami lakukan.” Kata nenek itu. “kerinduan nenek muncul kepada anak nenek ketika nenek melihat anak-anak kecil sedang bermain, ketawa dan becanda dengan bahagianya. Apalagi kalau nenek melihat seorang anak mencium tangan ibunya dan membantu orangtuanya maka hati nenek sangatlah rindu dan sedih” papar nenek tersebut dengan air mata yag berlinang di pipinya sambil memegang tangannya. Sungguh berharganya mencium tangan orangtua menjadi kenangan terindah yang tidak bisa dilupakan dalam kehihidupan orangtua. Aku tatap wajahnya dan aku bertanya nek! Apa yang membuat nenek bisa tegar sampai sekarang?" walaupun anak nenek sudah tiada tapi nenek tetap bisa hidup dengan kenangan yang sudah kita kewati bersama, tapi ada sedikit kekhawatiran ketika suatu hari kami sakit maka tidak ada yang mengurus kami sedangkan yang lain diurus oleh anak-anaknya. ketika nenek atau kakek meninggal maka mungkinkah ada yang tahu bahwa kita meniggal, kalaulah punya anak mungkin anak yang akan pertama kali melihat kami meninggal dan menemani saat sekarat." Ujar nenek tersebut dengan sesekali mengusap air matanya dengan tangannya. “Apa yang nenek lakukan kalau rasa rindu kepada anak nenek muncul?” Tanyaku. “nenek mengaggap anak-anak di kampung ini seperti anak nenek sendiri maka terkadang kalau punya rezeki nenek suka berbagi dengan mereka walaupun keadaan nenek seperti ini. Terkadang bermain dan bercanda dengan anak-anak karena dengan itu nenek bisa melepaskan rasa rindu nenek kepada anak nenek.” Jawab nenek. Nenek itu menatap dan mengusap kepalaku kemudian berkata " nak! Pesan nenek Jadilah anak yang sholeh, berbaktilah pada orangtuamu karena hanya itulah yang akan membuat orangtua kamu bangga terhadap dirimu. Jaga dia baik-baik sebelum kamu tidak bisa berbuat baik kepada orangtuamu. Layanilah mereka seperti ratu dan raja di rumah bukan menjadikannya sebagai pembantu yang hanya melayani kebutuhan kamu. " obrolan kami diakhiri dengan pesan yang sangat mengesankan dari nenek tersebut. Mudah-mudahan kita bisa melakukan apa yang dikatakan nenek tersebut. Kerinduan orang tua terhadap anaknya tiada batas, dia selalu mengingat kita dalam keadaan apapun.

1 Like