Cerita Mini : Tersenyum, Untuk Siapa?

image

“ aku bangga sama kamu ki, demi apapun aku bangga sama kamu !! aku mohon jangan tinggalkan aku ki !! “ bisikan kata ini terhantui oleh pikiranku.

Aku terbangun dalam mimpiku malam ini, aku melihat jam HP ku yang menunjukkan pukul 05.30 pagi. Teringat kembali nada ucapan sapaan pagi yang biasanya membuatku kembali semangat untuk berangkat kerja pertama kali.

Nandang Ayo Sholat ! “ suara omelan ibuku keras dari lantai bawah yang membuatku harus segera melakukan ibadah wajib.

Usai sholat, aku melirik HP ku berdering dari managerku yang aku herankan pagi-pagi sekali dia menelponku.

“ ada apa ? “ aku yang sambil membereskan sajadah.

Barusan Ayah dari bu neida telpon saya pak, katanya mau bertemu bapak di kantor hari ini jam 7“

Aku terbingung kenapa tiba-tiba ayah neida telpon ingin bertemuku.

“ ya sudah, terimakasih nanti arahkan saja keruangan saya aja “ lalu aku bergegas menutup telpon darinya.

Pasti kalian belum tau siapa itu neida ? neida adalah anak dari teman dekat ibuku yaitu om erik, sekaligus neida itu juga sahabatku dari aku SMP sampai sekarang. Mereka menjodohkan ku dengan neida semenjak aku lulus kuliah. Namun aku bandel, malah aku berpacaran dengan seorang cewek tuna daksa namanya kiki yang sudah lama menjadi temanku sejak mahasiswa baru.

Aku yang sudah siap berangkat kerja dan melihat ibu sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga.

“ Le… Om Erik sudah telpon kamu ? “ sambil mempersiapkan bekal adekku farhan.

sampun buk, tadi si anggi yang ditelpon. emang ada apa se buk ? pagi-pagi udah telpon “ sambil menyantap sarapan pagi dari ibu.

“ Ada yang perlu dibicarakan sama kamu le, nanti saja waktu om erik kekantormu “

inggeh buk…” Lalu aku bergegas menyelesaikan sarapan ku dan pergi ke kantor.

Sebenarnya hari-hari ku kini masih sepi, kehilangan orang yang aku cintai selama 6 tahun aku bersamanya. Aku dan kiki dulunya hanyalah sebatas pendamping kebutuhan khusus di kampus yang setiap harinya mengantarkan kiki kuliah dan menjemputnya. Kiki meski dengan kekurangannya kadang aku bangga sama dia, kiki sering diskriminasikan dan diremehkan oleh teman-temanku sejurusan Ilmu Komunikasi. Tetapi dia selalu senyum dan baik sama mereka, suatu ketika kejadian yang benar-benar yang membuatku geram oleh teman-temanku se divisi himpunan yang masih aja ngebuly kiki saat mereka liputan PKKMABA waktu itu aku menjadi divisi kesehatan dari UKM semetara itu aku melihat kiki diperbudak membawakan barang mereka yang diletakkan di kursi roda kiki yang mereka tau itu bisa buat jalan rodanya jadi berat.

“ Ki, ambilkan kamera sama rode dikursimu “ ujar reihan yang teriak dari kejauhan.

“ ki, ambilkan minum gue yang dikursi lu “ kata si nisa yang sedang leha-leha di dekat gazebo. Hal ini membuat kiki menjadi kualahan untuk mengantarkan satu-satu.

Tanpa banyak tanya, aku langsung membawakan barang-barang dari kiki kemereka.

“ nandang ? ngapain ? aku bisa kok “ ujar kiki padaku.

“ ki, kamu itu dimanfaatin sama mereka “

“ gak apa ndang , mereka juga lagi riweh kan ? sini “ kiki mengantarkan kamera ke raihan yang di ujung gedung.

“ reihan ini kameranya “ mengasihkan kamera sambil tersenyum, namun reihan langsung comot.

BRAK ! suara hantaman yang dihantamkan ke reihan oleh ku sampai kameranya pun jatuh.

“ Ngapain sih lo !! apa salah gua ?! “ suara bentakan sambil memegang pipinya yang telah ku hantam.

“ Masih tanya lo salah apa ?! jangan mentang-mentang kiki ada kekurangan dan pakek kursi roda lu bisa jadiin tempat penitipan barang ya !! “ aku yang emosi dan menarik bajunya. Kiki yang menarik-narik tanganku untuk meleraiku.

“ Ndang Udah !! Jangan dipukul lagi !! “ ujar kiki yang bingung ketakutan.

“ ki ! aku gak bisa lama-lama lihat kamu dimanfaatin sama dia dan mereka ! “ emosiku semakin menaik karena jawaban nyolot dari si reihan.

“ ITU TERSERAH GUA ! GUA KEPALA DIVISINYA ! SIAPA SURUH DIA ADA DI KURSI RODA ! KERJA NGELIPUT GA BISA , MENDING JADI PENITIP ! SEHARUSNYA GUA GA NERIMA DIA DIHIMPUNAN “ reihan yang terbawa emosi membuat nya balik menghantamku dan membuat keributan ditengah acara PKKMABA yang membuat wadek 3 melerai kami.

“ Nandang ! cukup ! aku mau pulang ! AYO PULANG ! “ ujar kiki yang tengah menangis tersendu karena perbuatanku. Aku langsung mendorong kursi roda kiki dan membawa kiki teras belakang gedung.

“ ki… kamu itu sudah dibuly dan dimanfaatin sama mereka “

“ iya… aku tau ndang, tapi aku percaya ndang meski aku dijahati sama mereka, aku tetap mau menjadi hal yang bermanfaat buat mereka, meski aku tidak sempurna “

“ tapi kamu jadi terbodohi ki… kamu tetap bisa senyum sama baik banget sama mereka, apa kamu ga dendam ? “ aku yang sambil membersihkan darah di mulutku.

“ aku gak mau dendam ndang, bagiku senyum itu bisa membuat satu masalah saja terselesaikan. Dendam pun nantinya balik jadi karma buatku malah mencelakai buat aku dan bahkan kebaikan ku buat mereka juga berguna. Disurah al-araf ayat 199 juga berisi Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebajikan serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh

Aku pun tercengang dengan jawaban hati iklas kiki yang membuatku ingat dan termotivasi sampai sekarang. marah boleh tetapi jangan sampai kita dendam dengan orang yang melukai kita, tersenyum walau tau mereka yang salah setidaknya senyum bisa membuat kita terhindar dari satu masalah. Selalu tetap baik kepada orang yang pernah menyakiti kita karena Memaafkan tidak identik dengan kehinaan dan ketidakberdayaan. Bahkan sifat memaafkan merupakan cermin kebesaran jiwa dan kekuatan hati, serta lapang dada. Sebab, pada dasarnya ada kesanggupan untuk membalas. Sikap yang baik ini, akan menunjukkan rasa kebesaran jiwa, yaitu menumbuhkan ketenangan, ketentraman, kemuliaan dan keperkasaan jiwa, yang tidak akan dijumpai tatkala melampiaskan api dendam.

Dari momen itu aku selalu bangga sama kiki, karena keterbatasannya ia tidak sekalipun dendam pada siapapun yang menyakitinya. Dari momen itu aku jadi lebih dekat dengan kiki, sampai lulus aku dan kiki mendirikan usaha EO. Disaat aku sudah melamar kik, cobaan datang ternyata allah lebih sayang sama kiki. Kiki meninggal karena dibunuh oleh perampok yang merampok rumah kiki pada malam itu. Enam tahun ku menjalin hubungan dengan kiki, yang sampai sekarang aku tidak bisa move on dari kiki.

10 Likes