Cerita mini 2.0 : 3 dimensi

Cerita mini 2.0 : 3 dimensi

Sumber gambar:
https://images.app.goo.gl/Ed9qg9BAot3qCS8j9

Hari senin, dimana semua anak sekolah berdiri menghadap bendera untuk menghormati pahlawan yang terdahulu yang telah gugur, tapi tidak dengan Tiara yang tiba-tiba pada saat upacara akan segera dimulai Tiara merasa pening sakit kepala yang membuatnya tidak bisa bergabung megikuti upacara, karena tidak bisa ikut Tiara terpaksa masuk keruang UKS untuk istirahat dengan diantar oleh Clara yang merupakan teman sebangkunya. Selepas diantar, Clarapun pamit ke Tiara untuk mengikuti upacara
”ra… aku pergi upacara dlu yah”dengan menjulurkan minyak angin.
“ooiya klau gitu, tapi selasai upacara langsung jemput aku yah…”seru tiara dengan berbaring di atas tempat tidur
“iyaiya”jawab Clara dengan senyum senyum tipis
“ok klau gitu”
Upacara akan segera dimulai berhubung kepala sekolah telah datang, menyusul semua siswa siswi yang berhamburan lari kelapangan mengambil barisan, tetapi ada beberapa siswa yang melihat Tiara masuk UKS. Upacarapun berlangsung dengan siswa siswi yang siap mengikuti upacara bendera, tetapi Safwan yang merupakan teman kelas Tiara melihat Tiara masuk UKS membuatnya gelisah ingin melihatnya, terlanjur sudah masuk barisan dan upacara telah dimulai Safwan yang gelisah mencari cara agar dapat bisa meliha Tiara

Safwanpun berjalan ke anggota PMR untuk segera dibawa ke ruang UKS dengan alasan kepalanya sakit akibat terpapar matahari.
“bro tolong angkat gua bro kepalaku sakit sekali mau meledak”memasang muka serius menghampiri petugas PMR.
“ohhokok bro”merangkul Safwan menuju ruang UKS
“yeyyy berhasil” dalam hati dengan senyum senyum tipis merunduk
Sesamampainya di ruang UKS, Sarwan langsung mengambil tempat disofa sembari menyandarkan kepalnya di tembok dengan menghirup minyak angin yang diberikan oleh petugas PMR. Tak berlangsung lama Tiara menyadari kehadiran Safwan dan langsung memperhatikan dengan jelas raut wajahnya, dan ternyata benar yang dilihaat memang Safwan.
“safwan?”sahut Tiara dengan heran perlahan duduk dari tempat tidurnya
“ehh Tiara, sudah bangun ya?”tanya Safwan
“apa yang kamu lakukan disini?”masih heran
“mau jenguk kamu”sahutnya dengan gombalan
“ihh, apasih”dengan senyum senyum tipis
“enggak, tadi kepalaku sakit banget jadi aku langsung cari penawarnya”sambil menggaru garuk kepala
“yayaya gombal lagi gombal lagi”fikirnya langsung tertebak rayuan
“hehehehehe”dengan senyum tersipu malu
Lambat laun upacara telah selesai tanpa disadari Safwan dan Tiara yang sedang asik berbicara tiba tiba seseorang datang dengan suara yang lantang memecah dialog antara Safwan dan Tiara
”Aldo?”Serentak menyuarakan namanya dengan heran
“kamu ngapain kesini do?”tanya Tiara dengan gugup
“ya suka-suka gua lah, emang kenapa menggangu yah”langsung memotong pertanyaan Tiara
“gua bisa jelasin do”tanya Safwan
“jadi ini alasanlu gelisah tadi di lapangan, gua perhatiinlu dari tadi wan, tapi pikiran gua mungkin lu sakit kepala dan tadi gua juga liat Tiara dibawa dengan Clara tapi gua ngga peduli, pikir gue biar dia istirahat mungkin kepalanya sakit dan pikiran gue juga bahwalu adalah sahabat gua bro mana mungkin lu lakuin ini. Hhhh ternyata begini lu yah jadi teman, ehh wan kalau di tongkrongan, knpa lu ganti muka kenapa tidak sekalian pasang itu muka dua yang sekarang yang lupake di sekolah? Kalau lu suka Tiara jangan gini caranya bro tanya baik baik, jangan cuman saranin itu itulah sama Tiara tapi ujung-ujungnya lu juga yang ngembat Tiara, kalau suka ya bilang jangan kayak gini caranya, mentang mentang lu satu kelas yah jadi lu leluasa dekatin tiara, emang lu teman yang ngga guna ini perasaan bro dan gue kenal banget lu, ternyata elu seperti ini yah bro, sudah terbaca…”celotehnya Aldo dengan kawannya yang membuat dia tak bisa menahan semua kata katanya
“iyabro gua salah maafin gua”sahut Safwan dengan merunduk
“hhh…sudahlah, yang jelas gua sudah baca lu dan biarkan Tiara memilih”dengan mata yang tajam menatap Safwan
“tenanglah lu tetap teman gua jangan jadikan ini masalah besar yang merubah teman menjadi musuh bubuyutan karena masalah sepeleh, biarkan Tiara yang memilih” sahut Aldo dengan berwibawa
“ engkau memang patut medapatkan Tiara, makasih sobat, selamat”sembari menyalami Aldo, lalu meninggalkan Ruangan
Janganlah membara barakan egomu karena masalah sepeleh, mungkin ego itu bisah beredah tetapi jika membuat masalah itu akan meraja lela tanpa diketahui kapan akan meredah. Teman yah teman jangan jadikan teman menjadi musuh hanya karena masalah sepele yang tak di bawa hingga mati nanti.
#lomba cerita mini
#2.0
#dictiocommunity
#egoisme disekitar kita
#cerita dirumah aja
#dirumah aja

3 Likes