Cerita "A Simple Courtesy"

Saya sering mendengar orang berkata, “tidak ada yang melakukan apapun untuk saya”, yang sulit diterima ketika ada banyak berkah di depan kita. Sebagian dari masalahnya adalah apakah kita memilih untuk melihatnya atau tidak. Saya sedang berjalan ke sebuah toko dan melihat seorang anak laki-laki rambut bergelombang dengan mata yang besar berusaha membuka pintu untuk seorang wanita dengan tas belanjaan dan dompet besar di tangannya. Wanita itu tidak melihat ke bawah dan dia tidak berterima kasih padanya, tapi saya yakin dia tahu pintunya tidak terbuka dengan sendirinya.

Saat saya sedang makan siang, seorang pria menjatuhkan serbetnya ke lantai dan melihat ke bawah, tapi membiarkannya di sana. Seorang pelayan datang, mengambilnya dengan sopan, dan meletakkan yang baru di samping piringnya. Pria itu tidak mendongak ataupun mengakuinya. Dia terus berbicara seolah-olah pelayan itu tidak terlihat.

Saya lebih sering mengamati hal-hal semacam ini daripada melihat apresiasi antar manusia. Seolah-olah orang merasa berhak atas perilaku sopan, namun gagal mengetahuinya dengan “ucapan terima kasih” yang sederhana atau anggukan apresiasi jika mereka berbicara di telepon. Adanya pengakuan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Lain kali, jika seseorang berkomunikasi dengan baik, kembalikan kebaikannya dengan mengakuinya dan sampaikan hormat kepada orang lain.

Gunakan kata-kata, “terima kasih” lebih sering.

Lihatlah seseorang saat mereka melakukan sesuatu untuk anda, bahkan jika anda tidak meminta pertolongan mereka.

Ketika seseorang melayani anda, tidak berarti mereka tunduk atau di bawah pengakuan anda. Kita semua melayani seseorang dengan cara yang berbeda.

Bagaimana pendapat kalian tentang cerita ini?

Sumber:
http://www.pravsworld.com/a-simple-courtesy/

Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu menghargai usaha orang lain. Seperti dalam kisah tersebut, kebanyakan orang akan mengabaikan orang yang membantu mereka jika orang-orang tersebut memiliki kedudukan atau derajat yang lebih rendah dari mereka. Itu tidak seharusnya dilakukan. Itu adalah contoh yang buruk. Artinya mereka tidak menghargai orang yang membantu mereka. Sebagai manusia yang memiliki akal, seharusnya kita berusaha menghargai sesama. Bahkan dengan kata “terima kasih” pun itu sudah cukup.