Bukankah kalau eksploitasi batubara dihentikan malah jadi mubazir? Bagaimana pendapatmu?

image

Pulau Sumatera, sebagai pulau terbesar ke-6 di dunia, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Tidak hanya keaneragaman hayatinya, tapi juga cadangan energi berupa batubara. Pulau Sumatera menyimpan 12 milyar ton cadangan batubara, yang menyumbang setidaknya 35% cadangan batubara nasional. Dengan jumlah cadangan batubara yang besar ini, Pulau Sumatera berpotensi untuk memasok listrik dalam jumlah besar. Hal ini didukung pula oleh masifnya pembangunan PLTU yang dicanangkan pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan cadangan batubara yang ada.

Rencana pengoptimalan penggunaan cadangan batubara ini dapat mendukung proyek pembangunan energi listrik 35000 megawatt yang direncanakan pemerintah. Dalam pembangunan energi listrik ini, batubara masih mendominasi di angka 57,1%. Sumber energi lain yaitu gas dan energi terbarukan, masing-masing sebesar 37,1% dan 5,7%. Dari persentase ini dapat dilihat bahwa energi batubara masih diandalkan untuk menyuplai listrik di Indonesia.

Meskipun demikian, banyak pihak yang menentang pengoptimalan penggunaan cadangan batubara ini dengan alasan kerusakan lingkungan. Padahal sebetulnya kerusakan lingkungan bisa diatasi dengan reklamasi. Mengenai reklamasi pasca tambang sendiri, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia Nomor 1827 Tahun 2018.

Bagaimana pendapat kalian terkait dengan hal ini? Mengingat Pulau Sumatera dianugerahi cadangan batubara yang besar, bukankah kalau tidak digunakan malah mubazir?