Brian Acton : Ditolak Twitter dan Facebook, jadi "Raja Social Media"

##Biografi, Brian Acton


##Pekerjaan

Co-founder WhatsApp.Inc (2009 - sekarang)

VP Engineering - Yahoo (1996 - 2007)

Software Engineer - Apple (1994 - 1996)

QA Engineer - Adobe Systems (1994)

Hardware Test Engineer - Apple ( 1993 -1994)

Systems Administrator - Rockwell International (1992 - 1993)

##Tempat dan Tanggal Lahir

Michigan, 17 Februari 1972

##Kewarnegaraan

Amerika

##Pendidikan

University of Standford (Bachelor of Science, Computer Science)
University of Central Florida
University of Pennsylvania

##Total Kekayaan
US$ 5.1 billion - 70 triliun rupiah (2016)

##Peringkat Berdasarkan Forbes

No.38 Richest In Tech (2016)
No.88 Forbes 400 (2016)
No.338 Billionaires (2016)

##Riwayat Hidup


Brian lahir pada tanggal 17 Februari 1972 di Michigan dan menikmati masa kecilnya disana. Orangtua Brian merupakan sepasang pekerja tingkat-menengah yang berbasis di Michigan. Ibunya memiliki usaha pengiriman kargo pribadi yang merupakan salah satu penopang ekonomi keluarga. Brian kemudian menikah dengan Nancy Acton dan memiliki satu anak laki - laki yang sangat ia cintai. Mereka tinggal di Palo Alto, California hingga saat ini.
Setelah ia lulus dari Universitas Stanford dengan gelar Bachelor Science - Computer Science, ia memulai karir yang nanti menjadikannya “King of Cloud Base Messaging”.
Brian dikenal sebagai salah satu “Whiz Kid”, julukan untuk orang - orang jenius saat ia menempuh pendidikan di Universitas Standford. Ia pun bekerja di beberapa perusahaan ternama seperti Apple, Yahoo, dan Adobe. Yang akhirnya memilih untuk mendirikan perusahaan independen bersama temannyaJan Koum, dan menghasilkan suatu produk yang saat ini kita kenal sebagai salah satu media sosial ternama, WhatsApp.
Brian dan keluarganya dikenal dengan kegiatan sosial dan edukasi di negara, serta kotanya Michigan. Brian juga sering diundang menjadi pembicara dalam acara acara pendidikan di berbagai universitas di seluruh dunia.

##Riwayat Karir


Pada tahun 1992, ia pertama bekerja di Rockwell International sebagai Systems Administrator. Ia hanya bekerja di Rockwell selama 1 tahun.

Kemudian pada bulan Mei 1993, ia bekerja di salah satu perusahaan yang pada masanya masih berkembang, Apple, sebagai Hardware Test Engineer. Seperti pekerjaan sebelumnya, ia hanya bekerja disana hingga Mei 1994.

Pada bulan dan tahun yang sama, ia melamar kerja dan diterima di Adobe Systems sebagai QA Engineer. Namun, ia hanya bertahan selama 3 bulan, tanpa ada alasan yang jelas dan tidak adanya statement mengenai alasan mengapa ia berhenti secepat itu.

Pada bulan dan tahun yang sama pula, ia kembali bekerja dengan Apple sebagai Software Engineering. Ia bekerja di Apple hingga tahun 1996.

Pada tahun 1996, ia bekerja sebagai VP Engineering di Yahoo!. Kali ini ia bekerja cukup lama, hingga tahun 2007 karena inventasi Yahoo! yang membuat perusahaan tersebut rugi miliaran dolar.

Kemudian ia berhenti dan mengambil waktu kosong selama 1 tahun. Hingga akhirnya ia dan Jan Koum mendirikan WhatsApp pada tahun 2009, ynag kemudian dibeli oleh perusaahan yang pernah menolaknya, Facebook, sebesar 19 miliar dolar Amerika.

##Fakta - Fakta :


1.Jika bukan karena ibunya, Brian tidak akan memiliki pikiran untuk membuat perusahaan atau bisnis sendiri.

2.Brian bertemu dengan Jan Koum saat keduanya bekera di perusahaan yang sama, Yahoo!

3.Brian sebelum mendirikan WhatsApp, pernah melamar kerja di Twitter dan Facebook, keduanya ditolak.

4.Brian menyadari ide mengenai WhatsApp saat ia membeli sebuah Iphone. Akan tetapi belom bisa mengeksekusi idenya.

5.Brian dan Jan saling mengetahui bahwa mereka memiliki ide yang sama saat mereka bermain frisbee.

6.Facebook pernah menawari Brian bekerja untuk mereka, ia menolaknya.

7.Ia merupakan pegawai ke-44 saat ia diterima di Yahoo!

8.Hasil dari penjualan WhatsApp menjadikan Brian, Jan, dan beberapa kolega bisnisnya masuk dalam daftar orang terkaya di dunia menurut Forbes.

9.Brian memiliki saham sebesar 20%, sehingga kekayaannya sekitar 4,6 miliar dolar Amerika.

10.Saat Facebook membeli WhatsApp, Brian dan Jan hanya memiliki 53 pegawai.

  1. Saat pertama kali diluncurkan, WhatsApp memiliki 2 bahasa translasi, Spanyol dan Jerman, karena terdapat pasangan yang namanya terus dikoreksi oleh aplikasi.

##Quotes


Dealing with ads is depressing. You don’t make anyone’s life better by making advertisements work better.” - Brian Acton

When I joined ‘WhatsApp’, I was 38 years old. Opportunity is available to us in all walks of life and at all ages.” - Brian Acton

##Referensi


[details= ]http://www.forbes.com/sites/georgeanders/2014/02/19/he-wanted-a-job-facebook-said-no-in-a-3-billion-mistake/
https://www.crunchbase.com/person/brian-acton#/entity
http://www.bloomberg.com/research/stocks/private/people.asp?privcapId=129695470
https://successstory.com/people/brian-acton
https://www.wikitree.com/genealogy/Acton-Family-Tree-347[/details]

“In industry tech they work in practice. We gain a lot of experiences working in dealing with a large scale system. Managing hundreds of server, waking up in the middle of the night fixing server and stuff like that. No one wants to do it, but we did it and we have the experience of doing it.” - Brian Acton

Pernah berkarin di perusahaan ternama seperti Yahoo dan Apple Brian Acton mengkolekso beberapa pengalaman yang berperan nantinya saat iya membuka aplikasi daring WhatsApp, Bergabung dengan Yahoo pada tahun 1996 Brian bertemu temannya Jan Koum yang nantinya bersama mereka mengembangkan konsep WhatsApp lalu membangunnya.

“People want chat histories. They’re permanent testimony of a relationship” - Brian Acton

Sebelum mereka resmi membuka WhatsApp, pada pertengahan 2009 Brian ditolak dari Facebook maupun Twitter. Penolakan tersebut membawa brian pada ide awal ia untuk memulai startup-nya dengan WhatsApp membawa keuntungan lebih dari 3 miliyar USD.

Lulusan Computer Science University of Standford ini memiliki pengalaman bekerja di berbagai perusahaan besar yang luar biasa. Apple, Adobe Systems dan Yahoo adalah perusahaan-perusahaan besar yang pernah ia tempati. Namun dengan segudang pengalaman yang ia miliki, Brian malah ditolak saat melamar bekerja di dua raksasa sosial media, Facebook dan Twitter.

Kegagalan karena penolakan oleh Twitter dan facebook tak membuat Brian terpuruk. Justru kegagalan yang dialaminya mampu membuat Brian termotivasi untuk melakukan hal yang lebih. Kemudian pada tahun 2009, Brian Acton bersama Jan Koum (CEO WhatsApp) yang merupakan rekannya semasa masih bekerja di Yahoo! mendirikan sebuah startup bernama WhatsApp. WhatsApp sendiri tercetus karena keinginan Brian dan Jan untuk menampilkan status di daftar kontak Iphone mereka. Setelah penambahan fitur messaging, hingga kini WhatsApp menjadi aplikasi instant messaging paling populer di dunia dengan mencatatkan 800 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Dan pada akhirnya, pada taun 2014 Facebook, perusahaan yang pernah menolak Brian, membeli WhatsApp dengan seharga 19 miliar USD.

Sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Brian sangat membuat saya kagum. Ia melihat kegagalan yang ia alami sebagai sebuah langkah takdir untuk menaikkan potensinya ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga ia berhasil membuktikan dirinya bahkan startup miliknya sampai diakuisisi oleh perusahaan yang pernah menolaknya,

Quote

"We don’t want to build a hookup app so you can find someone weird to talk to. It’s not what we’re about. We’re about your intimate relationships."
Brian Acton

Brian Acton adalah progammer komputer dan pengusaha internet amerika serikat . ia bersama kan kpum merupakan pendiri WhatsApp . ia merupakan lulusan Lake Howell High School . lulus dari jurusan Ilmu Komputer Universitas Stanford dengan gelar Bachelor Science – Computer Science pada 1994 dan memulai karir yang menjadikanya “king of cloud Base Messaging”.
Brian dikenal sebagai “whiz kid” , julukan untuk orang jenius saat menemouh di Univeritas . ia pun bekerja di beberapa perusahaan besar ternama seperti Apple , Yahoo , dan Adobe .
Pada tahun 1992 , ia pertama bekerja di Rockwell International sebagai System Administrasi . ia hanya bekerja di rockwale selama 1 tahun .

Lalu pada bulan mei 1993 , ia bekerja di salah satu perusahaan yang dlu pada masanya masih dalam tahap berkembang , terus pasa tahun yang sama juga , ia melmar kerja dan diterima di Adobe System sebagai QA Engineer . namun hanya bertahan dalam 3 bulan .
brian pernah ditolak oleh facebook . bukan hanya facebook , twiter juga pernah menolaknya .

kemudian ia berhenti mengambil waktu kosong dan mencoba berkreasi , hingga akhirnya ia dan jan koum rekan timnya mendirikan WhatsApp pada 2009 yang kemudian dibeli oleh perusahaan yang pernah menolaknya , Facebook , sebesar 19 miliar dolar amerika serikat .

hal yang menginspirasi dari Brian Acton ini adalah jangan mudah putus asa , tetap tegar dan sungguh sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan , dan Belajar.

Quote : “Dealing with ads is depressing. You don’t make anyone’s life better by making advertisements work better” Brian Acton.