Bondan Winarno, Inspirasi Traveling Demi Wisata Kuliner

image

Sosok mendiang Bondan Winarno, tidak bisa dilepaskan dari wisata kuliner. Ia menjadi inspirasi bagi banyak traveler Indonesia, menjelajah negeri demi memanjakan lidah.

Kiprahnya sebagai jurnalis senior dan pembawa acara Wisata Kuliner di Trans TV, paling menjadi kenangan. Mendiang Bondan Winarno juga mendokumentasikan perjalanannya keliling Nusantara lewat bukunya yang berjudul ‘100 Mak Nyus Makanan Tradisional Indonesia’ pada September 2013 lalu.

Dilihat detikTravel dari buku tersebut, Rabu (29/11/2017) mendiang Bondan Winarno menuliskan 100 kuliner Nusantara beserta lokasi dan resepnya dari 24 provinsi di Indonesia. Itu baru yang sempat ditulis beliau, faktanya tentu lebih banyak lagi.

“Bangsa Indonesia sungguh terberkahi dengan kekayaan kuliner yang jumlahnya mencapai ribuan. Karena itu, memilih 100 makanan pilihan untuk dirangkum dalam buku ini bukan perkara gampang. Dengan berlinang air mata, beberapa kuliner favorit saya pun terpaksa harus dipinggirkan dari senarai,” tulis mendiang Pak Bondan dalam kata pengantar bukunya.

Masih di dalam kata pengantar, mendiang Pak Bondan juga sempat meminta maaf karena belum dapat memasukkan semua provinsi di dalam bukunya. Kuliner dari Papua, Bengkulu dan Lampung misalnya, belum terwakili di bukunya.

Setelah kata pengantar, mendiang Pak Bondan juga menyoroti perihal 30 ikon kuliner nusantara yang digadang-gadang oleh mantan Menteri Pariwisata Maria Elka Pangestu pada tahun 2012 silam.

Salah satu yang paling bermakna bagi mendiang Pak Bondan adalah kuliner tumpang Nusantara yang dianggapnya mewakili keberagaman Indonesia lewat aneka lauknya.

Secara makna, kuliner tumpeng khas Jawa selalu ada pada setiap momen dari lahir hingga mati. Kehadirannya juga menjadi lambang dari keberagaman dan budaya Indonesia yang majemuk.

“Lepas dari urusan keberagaman, tumpeng Nusantara adalah upaya melestarikan kuliner pusaka dalam konteks tradisi dan budaya, sesuai dengan Doktrin Trisakti yang dulu sering diucapkan Bung Karno, yaitu: berdaulat dalam politik, berswadaya dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tulis almarhum.

Dalam buku tersebut, mendiang Pak Bondan memang tidak menulis banyak soal pengalaman travelingnya di Nusantara. Tayangan TV di acara Wisata Kuliner yang dulu dibintanginya mungkin ada lebih banyak bercerita.

Bondan dan slogan ‘Maknyus’ melekat di kepala traveler. Banyak orang yang tergugah menjelajah Indonesia, untuk berwisata mencari tempat makan yang pernah didatangi Bondan.

Kemana Bondan pergi di dalam acara televisinya, ke sana pula para traveler akan pergi menyusul. Bondan adalah inspirasi untuk jelajah rasa di Indonesia. Masa jaya Bondan di televisi adalah yang mendorong geliat wisata kuliner di Tanah Air.

Indonesia mungkin telah kehilangan sosok hebat yang begitu memiliki dedikasi pada dunia kuliner nusantara. Semoga karya dan kecintaannya pada kuliner Indonesia bisa dan terus menginspirasi traveler selamanya.