Bocah Lelaki, Es Krim, dan Tip

image

Ini adalah sebuah cerita lama. Di hari-hari ketika es krim sundae harganya masih murah. Seorang bocah lelaki berusia 10 tahun memasuki sebuah kedai kopi dan duduk di sebuah meja. Kemudian, seorang pelayan meletakkan segelas air di depannya.

“Berapa harga es krim sundae?” tanya bocah itu.
“Lima puluh sen,” jawab pelayan itu.

Bocah lelaki itu mengeluarkan tangan dari sakunya dan menghitung koin-koin yang dimilikinya. “Yah uangku kurang. Lalu, berapa harga es krim polos?” dia bertanya kembali.

Di saat yang sama, banyak orang menunggu meja kosong dan pelayan itu menjadi sangat tidak sabar pada bocah lelaki tersebut. “Tiga puluh lima sen,” bentaknya.
Bocah kecil itu menghitung koinnya lagi. “Aku mau es krim polos saja” katanya.

Pelayan pun membawa es krim, meletakkan tagihan di atas meja dan berjalan pergi. Bocah itu menghabiskan es krim, membayar ke kasir, dan meninggalkan kedai kopi.

Ketika pelayan itu kembali, dia mulai menangis. Saat dia menyeka meja, di samping piring kosong itu ada tujuh sen. Bocah itu tidak bisa mendapatkan sundae karena dia harus punya cukup uang untuk memberikan tip pada pelayan.

Apa hal yang menginspirasi Anda dari cerita singkat di atas ?

Referensi

https://projectaccess.uoregon.edu/teachers/selfawareness/motivation/e.%20ACCESS%2012%20Motivational%20Stories%20Writing%20Discussion%20Questions%20SH.pdf