Bobby Murphy - Otak dari Snapchat

Biografi, Bobby Murphy

Perkerjaan.

Co-Founder dari perusahaan berbagi pesan foto Snapchat.
CTO (Chief Technology Officer) dari perusahaan Snap.
Co-founder dari Toyota Group, LLC.

Tempat dan Tanggal lahir

Barkley, California, Amerika , 19 juli 1988

Kewarganegaraan

America

Pendidikan

Sekolah dasar di The School of the Madeleine
SMA (sekolah menegah atas) di Saint Mary’s College , Barkley, California.
mathematical and computational science, Stanford University pada tahun 2010.

Total kekayaan

US$ 1.8 Billion dollar - (2016)

Peringkat berdasarkan Forbes

• 14 America’s Richest Entrepreneurs Under 40 (2015)
• 374 Forbes 400 (2016)
• 11 America’s Richest Entrepreneurs Under 40 (2016)
• 1011 Billionaires (2016)
• 350 in united States

Riwayat hidup.

Ibu dari Bobby Murphy bernama Rosie L. Go, berasal dari filiphina keturunan china, berkerja sebagai pegawai pemerintah dan berimirgrasi dari Filipina ke Amerika Serikat dan ayahnya di Amerika Richard Cornelius Murphy, Jr. ayah Bobby Murphy bekerja untuk negara bagian California sebagai pegawai pemerintah, dari Skotlandia, Inggris, dan keturunan Irlandia.

Bobby Murphy dilahirkan di California pada 19 juli 1988 dengan nama Robert Cornelius Murphy.
Bobby menyelesaikan pendidikannya di barkeley California, setelah lulus dari Madeleine School dia bergabung dengan sekolah menegah atas Saint Mary’s College.Bobby Murphy menyelesaikan kuliahnya di Stanford university pada tahun 2010 dengan gelar mathematical and computational science. Bobby murphy juga menjadi anggota dari persaudaraan rumah Kappa Sigma di mana dia bertemu dengan Evan Spiegel, Co-founder Snapchat.

Sebelum membuat Snapchat Bobby dan Evan pernah membuat sebuah situs web bimbingan kuliah dengan nama ”Future Freshman”. Situs yang mereka buat tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak sekolah menengah atas untuk mendapatkan saran saat akan memilih perguruan tinggi. Namun Future Freshman gagal untuk menarik konsumen, akhirnya Future Freshman berganti nama menjadi Toyota Group yang sekarang dimiliki oleh Snapchat.

Riwayat karir

Bobby Murphy terkenal lewat aplikasi perpesanan gambar yang dapat menghilang setelah kita mengunggahnya, aplikasi ini diberi nama Snapchat.

Snapchat adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna mengirim pesan foto ke kontak dengan keterangan dan timer yang akan “menghilang” dalam 10 detik atau kurang.

Sesuai laporan media, Bobby Murphy menolak tawaran Mark Zuckerberg, Co-founder facebook dengan tawaran lebih dari 3 billion . Pada Desember tahun 2013, Murphy membeli rumah seharga lebih dari 2 billion di Venice, California.

Snapchat terus mendapat minat dari investor karena Snapchat memiliki hampir 100 juta pengguna aktif setiap harinya.

Dalam karier pertamanya Bobby murphy merekrut Evan Spiegel untuk projek pertamanya, Future Freshman, yaitu situs yang menawarkan bantuan dalam proses masuk perguruan tinggi, akan tetapi projek tersebut gagal, Bobby Murphy tidak kehilangan harapan dan melanjutkan dengan usaha yang luar biasa. Proyek berikutnya muncul dari masalah yang mereka bahas dengan saudara mereka, Reggie Brown, yang menyatakan penyesalannya atas sesuatu yang dia unggah di masa lalu dan ingin dia hapus sepenuhnya dari masalah tersebut, Evan Spiegel mendapat ide membuat aplikasi media social yang dapat menghapus foto setelah kita menggunggahnya.

Mereka bertiga bekerja sama membangun aplikasi tersebut dan memberi nama Picaboo untuk aplikasi tersebut, tetapi aplikasi tersebut tidak sukses. Murphy menyatakan itu merupakan awal yang sederhana untuk proyek mereka, setelah itu ia menginvestasikan 18 jam per hari untuk tujuan pembangunan.selain itu aplikasi tersebut dalam pengembangannya mendapat masalah sengketa ketika Brown mengajukan permohonan untuk dikreditkan untuk ide, nama dan bagian yang lebih tinggi. Masalah lain terangsang ketika sebuah perusahaan buku foto dengan nama yang sama mengirim gencatan dan tangkal surat kepada mereka. Selain itu ide tersebut mendapat penolakan dari pengguna karena fakta bahwa mengapa ada orang yang berbagi media yang nanti pasti menghilang. Aplikasi ini hanya menarik beberapa ratus pengguna saja dan di ambang yang dapat dinyatakan gagal lagi.

Akhirnya Murphy dan Spiegel keluar dengan nama baru yaitu Snapchat pada September 2011, dengan penambahan fitur baru dengan perubahan menit penghapusan unggahan. Upaya mereka mulai menemui titik terang dan aplikasi Snapchat mendapat momentum yang menarik Mark Zuckerberg, Co-founder Facebook, untuk membeli aplikasi tersebut yang kemudian di tolak oleh Bobby Murphy.

Sekarang Snapchat menjadi perusahaan yang sangat valuated , Evan Spiegel menjadi wajah public dan Bobby Murphy menjadi otak dibelakang perkembangan Snapchat. Dan yang terbaru Murphy memimpin rekayasa, produk, dan tim peniliti Snap dalam peluncuran wearable kacamata pintar yang dapat menangkap video dan foto yang dapat langsung mengirimkannya ke akun Snapchat.

Fakta-fakta tentang Snapchat

  1. Awalnya Snapchat disebut Picaboo, dan pertama kali diluncurkan pada juli 2011 di ruang tamu ayah Spiegel di Apple App Store.
  2. Maskot Snapchat disebut “Ghostface Chillah”.
  3. Pengguna iPhone Amerika Serikat yang menggunakan Snapchat sebesar 20,8%.
  4. Di Amerika Serikat Snapchat peringkat 10 aplikasi di Apple App Store.
  5. Juni 2013, Snapchat Kidz dirilis yang dirancang untuk anak-anak dibawah 13 tahun.
  6. Pengguna Snapchat 70% adalah wanita.
  7. Jumlah foto bersama telah meroket dari 20 juta di bulan Oktober 2012 hingga 60 juta Februari 2013, 150 juta pada April 2013, 200 juta pada bulan Juni 2013-350.000.000 pada September 2013.
  8. Pada bulan Oktober tahun 2013, Stories Snapchat diresmikan. ‘Timeline’ ini fitur yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan konten bersama, yang dapat dilihat jumlah yang tidak terbatas, sepanjang periode 24-jam.

Quotes

  1. “I always liked working on my own projects and hated job interviews.” Bobby Murphy
  2. “The whole experience has and will continue to be a series of new challenges. Managing a quickly growing company is a big challenge, but for a couple guys who had never made an iPhone app, so was building the first version of the app and getting our first 100 users.” Bobby Murphy

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Bobby_Murphy_(businessman)
https://successstory.com/people/bobby-murphy
http://www.forbes.com/profile/bobby-murphy/
http://www.celebfamily.com/internet/bobby-murphy-family.html
https://www.crunchbase.com/person/bobby-murphy#/entity
http://news.abs-cbn.com/business/03/05/15/how-fil-am-became-2nd-youngest-billionaire-world
http://entrepreneur.wiki/Talk:Bobby_Murphy
https://www.snap.com/en-US/news/post/happy-birthday-bobby/
http://www.businessinsider.co.id/snapchat-top-executives-2016-9/?r=US&IR=T#bobby-murphy-co-founded-the-company-and-is-now-cto-1#PKiX68sA92tXaqdS.97

3 Likes

Bobby Murphy merupakan bagian dari pendiri Snapchat. Meskipun nama Bobby tidak setenar Evan Spiegel, namun perananya dalam mengembangkan aplikasi snapchat sangatlah besar, ia merupakan lulusan matematika komputasi universitas Stanford dan bertemu dengan evan Spiegel yang merupakan mahasiswa desain produk dalam satu kampus yang sama.

Awalnya ia dan evan bekerjasama dan bergerak untuk membuat layanan yang diberi nama future freshman yang mempunyai tujuan untuk membantu dan menyediakan layanan informasi bagi para pelajar SMA yang ingin masuk universitas, namun future freshman kurang mendapat respon positif dari konsumen, tapi dimulai dari kegagalan tersebut membuat Bobby Murphy dan Evan Spiegel bermotivasi dan berinovasi untuk membuat startup lagi yang lebih sempurna.

Akhirnya keduanya memutuskan untuk membuat startup dengan konsep perpesanan, yang memiliki fitur utama mengirim gambar yang bersifat sementara dengan bantuan satu teman lagi yang bernama Reggie brown, startup ini berhasil membuat aplikasi dan diberi nama Picaboo, namun aplikasi tersebut lagi-lagi kurang diminati konsumen dan mendapat beberapa masalah internal yang membuat raggie Brown mengundurkan diri

Namun setelah mendapatkan beberapa masalah, ia dan evan Spiegel justru bekerja lebih intens untuk mengembangkan ide-idenya dan akhirnya berhasil membuat aplikasi dengan nama baru yaitu Snapchat, perjuangan mereka untuk membesarkan Snapchat sebenarnya baru dimulai.

Salah satu tahap yang paling sulit menurut Bobby adalah ketika, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, memberi tawaran kepada dirinya dan Evan untuk menjual Snapchat dengan mahar 3 miliar dollar. Bahkan, seakan memberi ancaman, kala itu Mark berencana untuk membangun aplikasi baru yang bisa jadi tandingan Snapchat, bernama Poke.

Namun karena kepercayaan satu sama lain, akhirnya ia memutuskan untuk tetap melanjutkan Snapchat tanpa bergabung dengan Facebook. Tak disangka, inilah tahap awal kesuksesan besar keduanya.

Hal yang menginspirasi saya dari seorang Bobby murphy adalah, sikap konsistenannya dalam memiliki sesuatu dia selalu yakin terhadap apa yang dikerjakanya mulai awal, dan tidak mudah terpengaruh tawaran menggiurkan yang benar-benar sudah ada di depan mata, Karena dia lebih memilih menolak dan melanjutkan gagasan ide yang pertama yang dimilikinya, dan akhirnya bisa menjadi lebih sukses dari sebelumnya.

Dapat dilhat dari kutipan Bobby Murphy

I always liked working on my own projects and hated job interviews

yang menegaskan kalau dia lebih suka bekerja dengan karyanya sendiri, daripada memilih untuk melamar pekerjaan ke orang lain. Dan dapat disimpulkan bahwa kesuksesan itu bisa dibuat sendiri dengan cara kerja kera tekun dan konsisten.

Sumber :
• World Economic Forum ; https://www.weforum.org/agenda/2017/05/this-is-what-some-of-the-worlds-most-influential-people-studied-at-college
• Entrepreneur.wiki ; http://entrepreneur.wiki/Bobby_Murphy
• Diction ; Bobby Murphy - Otak dari Snapchat
• Successstory ; https://successstory.com/people/bobby-murphy
• Business insider ; http://www.businessinsider.sg/the-life-and-career-of-snapchat-cofounder-bobby-murphy-2017-3/?r=US&IR=T

bobby-murphy_1458801566

LATAR BELAKANG KELUARGA


Bobby Murphy merupakan anak dari pasangan yang bernama, Richard Cornelius M, Murphy Jr. yang mewariskan keturunan Inggris, Skotlandia, dan Irlandia dan ibunya bernama Rosie L. Go-Murphy yang mewariskan keturunan Filipina dan Cina. Kedua orang tuanya bekerja sebagai pegawai pemerintah di California.

AWAL KEHIDUPAN


Bobby bersekolah di Sekolah Madeleine, sebuah sekolah Katolik swasta di Berkeley. Ia menerima pendidikan menengahnya di Saint Mary’s College High School, juga sebuah sekolah menengah Katolik swasta di Berkeley. Ia lulus pada tahun 2010 dari Stanford University di Stanford, California, dan menerima gelar Bachelor of Science di bidang Matematika dan Ilmu Komputasi. Ia juga menjadi anggota persaudaraan Kappa Sigma bersama Evan Spiegel dan mantan teman Reggie Brown.

KARIR


Bobby Murphy adalah co-founder Snapchat dan CTO dari Snap Inc. Awal mulanya, Bobby bertemu Evan Spiegel ketika kuliah di Stanford. Ia memilih jurusan matematika dan ilmu komputer, sedangkan Evan mempelajari desain produk. Sebelum memulai Snapchat, Evan dan Bobby pernah bekerja pada startup gagal bernama Future Freshman, sebuah situs web yang memberikan saran kepada anak-anak sekolah menengah tentang cara mendaftar ke perguruan tinggi. Meski proyeknya gagal, namun Bobby tidak kehilangan harapan dan melanjutkan usahanya untuk membangun sesuatu yang menakjubkan. Bobby dan Evan bersama teman mereka yang lain yaitu Reggie Brown, memiliki ide tentang sebuah aplikasi perpesanan yang pesannya bisa hilang dengan sendirinya yang disebut Picaboo. Tetapi, ternyata belum berhasil.

Bobby-Murphy

Evan dan Bobby kemudian mengeluarkan sesuatu yang baru yaitu, Snapchat. Sejak bergabungnya Snapchat pada tahun 2011, Bobby telah memimpin tim teknik, produk, dan penelitian Snap termasuk Spectacles yang baru diluncurkan, yaitu kacamata cerdas yang bisa dipakai yang bisa menangkap video dan foto dan mengirimkannya ke akun Snapchat pengguna. Bobby pernah mengatakan kepada Forbes “Kami tidak keren Jadi kami mencoba untuk membangun sesuatu agar menjadi keren,” ujarnya saat itu. Dia tetap menjadi penulis banyak kode aplikasi Snapchat sampai hari ini.

Popularitas Snapchat tidak diraih dalam waktu sesaat. Evan menghabiskan tahun terakhirnya di Stanford untuk mempromosikan aplikasi itu, sedangkan Bobby yang sudah lulus, mengambil pekerjaan sebagai engineer di Revel Systems. Pada akhirnya suatu usaha membuahkan hasil, jumlah pengguna Snapchat mulai terjadi peningkatan pada akhir 2012, kemudian Bobby menggunakan setengah gajinya dari Revel untuk membayar tagihan server, sampai memperoleh pendanaan dari pemodal ventura. Sebagai CTO, Murphy bertanggung jawab atas tim engineering Snap. Ia memiliki peran besar di Snap Labs yaitu sebuah tim yang mengerjakan produk “top secret”.

Dua tahun kemudian, Evan dan Bobby bertemu dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, yang diketahui tertarik mengakuisisi Snapchat senilai US$ 3 miliar. Mark saat itu menjelaskan rencananya untuk “menghancurkan” Snapchat dengan aplikasi serupa yang sedang dikerjakan Facebook, yaitu Poke yang fiturnya akan menandingi Snapchat. Evan dan Bobby menolak tawaran tersebut. Snapchat menjadi perusahaan yang sukses, dimana Bobby menjadi otak dibalik perkembangan Snapchat.

KIAT SUKSES


Banyak hal yang dapat kita jadikan contoh atau motivasi dari pengalaman seorang Bobby Murphy. Ia terus mencari inovasi lain walaupun usahanya sering mengalami kegagalan. Selalu ingin mengevaluasi diri agar kedepannya kesalahan-kesalahan terdahulu tidak terjadi lagi. Sampai saatnya tiba, suatu usaha yang selama ini ia lakukan menghasilkan keberhasilan.

QUOTES


" It was just utterly unbelievable how much really cool and creative and fresh content was being submitted to this live story." - Bobby Murphy

SUMBER


Bobby Murphy adalah salah satu orang terkaya di dunia dengan total kekayaan lebih dari USD 5,4 M. Ia adalah salah satu pendiri Snapchat bersama dengan Evan Spiegel dan sekarang menjabat sebagai CTO dari Snap Inc. dan sebagai co-founder dari Snapchat. Sebagai sosok yang tidak terlalu tersorot media, Bobby ternyata mempunyai beberapa fakta yang cukup menarik untuk disimak. Pria bernama lengkap Robert Cornelius Murphy ini ternyata merupakan keturunan Filipina, dimana sang ibu adalah seorang imigran yang bekerja di Amerika.

Ketika mengembangkan produk awal dari Snapchat, Bobby bertemu dengan Evan yang pada waktu itu mengambil jurusan desain produk. Sedangkan dirinya, mendalami jurusan matematika dan ilmu komputer. Dari situ, pengalaman membawa mereka berdua bekerja di salah satu startup bernama Future Fresh. Namun, sangat disayangkan startup yang bergerak di bidang layanan bagi para pelajar yang ingin memasuki perguruan tinggi tersebut harus gulung tikar di tengah jalan.

Dari situlah muncul keinginan bersama untuk membuat startup. Ide yang ingin dikembangkan adalah membuat aplikasi perpesanan. Dengan bantuan satu teman lagi yakni bernama Reggie Brown, mereka mulai membuat ide aplikasi perpesanan yang memiliki fitur utama dimana pesan yang telah terkirim bisa menghilang dengan sendirinya. Namun setelah beberapa waktu, Brown keluar dari tim dengan bayaran sebesar 157,5 juta dolar. Setelah itu, perjuangan mereka untuk membesarkan Snapchat sebenarnya baru dimulai. Karena, ketika baru saja lulus dari Stanford, ia dan Evan harus bekerja ekstra keras hingga mengorbankan hasil kerjanya untuk membangun pondasi bisnis Snapchat.

Salah satu tahap yang paling sulit menurut Bobby adalah ketika, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, memberi tawaran kepada dirinya dan Evan untuk menjual Snapchat dengan mahar 3 miliar dollar. Bahkan, seakan memberi ancaman, kala itu Mark berencana untuk membangun aplikasi baru yang bisa jadi tandingan Snapchat, bernama Poke. Namun karena kepercayaan satu sama lain, akhirnya ia memutuskan untuk tetap melanjutkan Snapchat tanpa bergabung dengan Facebook. Tak disangka, inilah tahap awal kesuksesan besar keduanya.

Saat ini sebagai seorang CTO, Bobby lebih banyak bertanggung jawab atas tim pengembang teknis yang ada di perusahaan Snap. Selain itu, dia juga memimpin langsung tim Snap Labs yang merupakan tim dari beberapa proyek rahasia milik Snap. Ia dan Evan membuat aplikasi Snapchat karena bahwa semasa kuliah, mereka bukanlah mahasiswa yang terlihat menarik atau keren. Oleh karena itu, muncul lah ide untuk membuat aplikasi Snapchat dengan harapan bisa terlihat keren dengan temuannya tersebut. Selain sebagai CTO, dirinya juga merupakan pemilik mayoritas dari voting stock atau saham yang memiliki hak suara perusahaan Snap. Oleh karena itu, Bobby juga mampu mengontrol arah laju tujuan dari perusahaan Snap ke depannya. Bobby bukanlah sosok yang terlalu terbuka. Meskipun begitu, banyak yang menilai bahwa dirinya merupakan pekerja yang tidak hanya cerdas namun juga ramah kepada setiap orang.

Hal yang menginspirasi saya dari seorang Bobby Murphy adalah ia adalah orang ramah kepada setiap orang, ia jarang menampakkan dirinya pada media sehingga menurut saya dia adalah orang yang rendah hati. Bobby Murphy adalah orang yang kreatif dan juga percaya pada pada diri sendiri, bisa dibuktikan dengan ia tidak mau menjual Snapchat kepada Facebook karena ia percaya pada dirinya sendiri bahwa ia bisa mengembangkan Snapchat menjadi lebih besar dengan caranya sendiri.

Quotes :

“I always liked working on my own projects and hated job interviews.”

Saya selalu menyukai mengerjakan proyek saya sendiri dan membenci interview kerja

Sumber :

maxmanroe : https://www.maxmanroe.com/bobby-murphy-kisah-hidup-co-founder-snapchat-yang-jarang-terekam-media.html
liputan6 : http://tekno.liputan6.com/read/2877029/mengenal-miliarder-misterius-snapchat-bobby-murphy

Bobby Murphy merupakan salah satu dari co founder sekaligus CTO Snapchat yang adalah salah satu pencetus awal dari konsep Snapchat.

Perjuangan Mencapai Kesuksesan
Bobby murphy merupakan mahasiswa jurusan matematika dan ilmu komputer di Stanford University dimana dia bertemu dengan Evan Spiegel yang pada saat itu mengambil jurusan desain produk. Mereka berkerja di salah satu starup yang bernama Future Fresh, namun starup tersebut harus gulung tikar.

Hal itu menumbuhkan keinginan mereka untuk membuat starup mereka sendiri. Bersama dengan Reggie Brown, mereka membuat aplikasi perpesanan yang cukup berbeda dengan aplikasi perpesanan yang lain di mana dalam aplikasi mereka pesan dapat hilang dalam waktu yang telah ditentukan pengguna.

Mereka bersama terus berusaha mengembangkan aplikasi tersebut hingga tiba di titik di mana pendiri facebook Mark Zuckerberg memberi tawaran untuk membeli Snapchat dengan harga 3 miliar dollar. Namun hal tersebut tidak menggoyahkan mereka untuk berdiri sendiri. Hal tersebut malah menjadi tahap awal kesuksesan besar mereka

Quotes
"It was just utterly unbelievable how much really cool and creative and fresh content was being submitted to this live story"

Sikap untuk sukses

  1. Berpendirian
    Walaupun Bobby ditawari untuk menjual Snapchat dengan harga yang menggiurkan, ia tidak menjualnya yang akhirnya malah menjadi awal kesuksesan aplikasinya

  2. Tidak mudah puas
    Bobby terus berusaha untuk mengembangkan aplikasinya agar dapat memuaskan konsumen

Sumber: