Bisakah kita sebagai manusia biasa menerima mukjizat?

Mukjizat (Mu’jizah) adalah perkara di luar kebiasaan yang dilakukan oleh Allah melalui para nabi dan rasul-Nya untuk membuktikan kebenaran kenabian dan keabsahan risalahnya.

Bisakah kita sebagai manusia biasa menerima mukjizat?

Menurut surah Ar-Ra’du (13) ayat 38, yang artinya :

Mukjizat adalah sesuatu kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul atas izin Allah SWT.

Dalam surah dan ayat tersebut, jelas bahwa mukjizat hanya diberikan kepada para Nabi dan Rasul yang bukan manusia biasa.

Selain mukjizat yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul tersebut, Allah SWT juga menganugerahkan “Karomah atau Keramat” berupa kemuliaan atau kemurahan kepada Wali-Nya.

Wali Allah SWT yang pernah menerima “Karomah” adalah Maryam ibunda Nabi Isa as.

Diwaktu Maryam mengabdikan dirinya untuk beribadah kepada Allah SWT dalam mirhab yang dibangun oleh pamannya yaitu Nabi Zakaria, sehingga tidak ada waktu baginya untuk memikirkan hal-hal yang lain. Setiap masuk ke dalam mihrab, Nabi Zakaria selalu mendapati makanan yang lezat terhidang di sisi Maryam.

Ketika ditanyakan dari mana ia memperolehnya, Maryam selalu menjawab:

“Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada yang dikehendakinya”.

Wali Allah yang lain yang juga memperoleh karomah adalah tujuh (7) pemuda yang menghindari dari pengejaranpenguasa yang zhalim, masuk kedalam gua dan akhirnya mereka tertidur selama 300 tahun, namun ketika terbangun tubuh mereka tetap sehat dan kondisi mereka sama seperti ketika mereka memasuki gua.

Demikianlah seperti yang diceritakan diAl-Qur‘an dalam surahAl-Kahfi(18).

Sumber : https://hannasislam.wordpress.com/2010/06/16/apa-itu-mukjizat/