Berkendara di Jalan Raya Swedia, Mampu Menghasilkan Energi Listrik

Menghabiskan waktu di akhir pekan dengan berpergian ke tempat rekreasi ataupun ke pusat perbelanjaan adalah satu hal yang tepat ketika kejenuhan dari penatnya aktifitas di hari kerja melanda. Namun, untuk mencapai ke tujuan tersebut tentunya harus melewati jalan raya entah itu sebagai penumpang ataupun pengemudi.

Ada hal yang menarik tentang berkendara, ketika mobil dan truk umumnya menghabiskan bahan bakar untuk berpindah ke titik lainnya, hal ini berbeda dengan yang terjadi di Swedia dimana kendaraan bertenaga listrik dapat mengisi ulang dayanya ketika melewati rel jalan raya yang dapat menghasilkan energi listrik.

Inovasi jalan raya penghasil listrik ini sebenarnya telah dimulai pada tahun 2016, ketika perusahaan Scania berhasil menelurkan penemuannya melalui jalan elektrik pertama (E16) atau disebut Electric Road System (ERS) sepanjang 2 km di Gavle, Swedia. Teknologi ini didukung oleh truk hibrid yang mampu menyerap energi listrik dan menggunakan bahan bakar biofuel dimana mesin ini juga turut dikembangkan oleh Siemens.

Secara lebih detailnya truk menerima tenaga listrik dari sumber daya pantograf (metode yang mirip digunakan pada KRL commuter line di kota Jakarta dan sekitarnya) yang menjulang pada bagian atap. Mesin pantograf pada truk itu kemudian dihubungkan pada kabel melayang yang berada di sisi kanan jalan. Kendaraan tersebut dapat dengan mudah melepas koneksi terhadap kabel penyuplai listrik ketika ingin menyalip kendaraan lainnya. Setelah truk mengisi daya yang cukup maka dapat kembali menggunakan mesin kombustion atau baterai pada motor elektrik tersebut.

Generasi jalan raya listrik berikutnya merupakan isu terhangat saat ini, dimana jalan raya pintar ini dimodifikasi oleh perusahaan eRoadArlanda yang merekayasa bagian tengah permukaan jalan untuk ditanamkan rel penyuplai energi listrik. Kendaraan elektrik seperti truk awalnya akan dirakitkan lengan khusus di bawah bodi mobil yang akan dihubungkan pada slot rel jalan raya dan membuat kontak listrik. Alat ini cukup fleksibel, dan mengijinkan kendaraan berpindah dari sisi ke sisi jalan dan lengan tersebut dapat diangkat atau dihubungkan kembali ketika ingin menyalip atau keluar dari lintasan jalan raya listrik.

Implementasi jalan raya pintar ini telah diuji coba di daerah bandara Arlanda Swedia sepanjang 2 km pada pertengahan April 2018. “Semuanya berbasis otomatis, cukup mengendarai seperti biasa, maka lengan penghubung (connector) akan turun menuju trek rel di jalan secara magnetis dan akan naik juga secara otomatis.” Ungkap kepala Eksekutif eRoadArlanda Konsorsium. Pendiri perusahaan Elways, Gunnar Asplund, mencanangkan akan mengembangkan proyek prototipe ini sepanjang 20 km – 30 km yang akan dibangun selama tiga tahun ke depan dan akan mentransfer energi sebesar 200kW dari eRoad Arlanda yang mampu mengisi energi beberapa truk bermuatan 18 ton.

Upaya resolusi ini dikembangkan demi memenuhi target pengurangan penggunaan bahan bakar di tahun 2030 oleh pemerintah Swedia. Walaupun riset dan penemuan ini akan memakan jumlah dana yang besar, hal ini diyakini cukup efektif sebagai solusi alternatif pengisian ulang daya energi mobil listrik di masa depan.

Sebagai informasi tambahan, transformasi mobil berbahan bakar fosil ke penggunaan energi listrik faktanya telah diinisiasi pada penggunaan trem listrik di Rusia, pada tahun 1880. Namun, salah satu produser raksasa mobil listrik saat ini adalah Tesla yang terus memperbaharui produknya sebagai “koleksi” mewah yang digandrungi oleh kalangan eksekutif. Prinsip kerja mobil listrik Tesla pada dasarnya adalah terdiri dari ribuan sel ilithium-ion yang memiliki berat gabungan sekitar seribu pound sehingga sebelum menggunakannya pemilik harus mengisi daya listrik nya sebelum berpergian, contohnya dengan menggunakan alat pengisi daya di rumah “High Power Wall Charger” atau mengisinya di fasilitas pengisian daya listrik umum untuk masyarakat.

sumber : https://warstek.com/2018/04/25/swedia/