Benda apa yang menurut anda akan sangat berguna jika dapat terkoneksi dengan internet?


(rvl prime) #1

Beberapa tahun kedepa, kemungkinan semua benda akan terkoneksi dengan internet dan kita bisa mengendalikannya dengan mudah.

Benda apa yang menurut anda akan sangat berguna jika dapat terkoneksi dengan internet?


(Ghifary Maulana Fanony) #2

Menurut saya benda yang terkoneksi dengan internet adalah jemuran baju. Dengan jemuran baju yang terkoneksi dengan internet, kita tidak perlu khawatir baju akan basah saat hujan turun dan kita sedang tidak berada dirumah. Jemuran baju dapat bergerak otomatis menuju tempat teduh yang kita sediakan. Hal ini dapat menghemat tenaga mencuci dan juga menghemat dalam hal pengeringan baju.

Menurut saya hal yang juga sangat berguna jika terkoneksi dengan internet adalah kran kamar mandi. Kita sering kali lupa mematikannya setelah mandi dan terburu-buru untuk pergi keluar rumah. Dengan kran yang terkoneksi dengan internet, kita dapat mematikannya dari jauh sehingga dapat mengehemat air dengan jumlah yang banyak.


(Fariz Arianto) #3

Di masa depan, tidak hanya smartphone, komputer atau laptop saja yang akan terkoneksi dengan internet, tetapi hampir semua peralatan akan terkoneksi dengan internet. Dengan tersambungnya sebuah benda dengan internet, maka tentu saja barang tersebut akan jauh lebih berguna. Berikut adalah barang yang berpotensi memiliki kegunaan lebih dan akan menjadi tren apabila terkoneksi dengan internet.

  1. KOMPOR
    Dengan terkoneksinya kompor kita dengan internet, tentu saja kompor bisa digunakan dengan lebih efisien, efektif, dan praktis. Sebagai contoh, semisal kita perlu memasak sup dengan waktu yang cukup lama tetapi dalam teknik pembuatan sup tersebut, suhunya harus disesuaikan setiap beberapa menit. Tentu saja akan tidak praktis apabila kita terus menunggu di depan kompor hanya untuk mengganti suhu. Hal itu bisa berubah apabila kita memakai internet untuk mengatur suhu tersebut lewat smartphone kita dan melakukan hal lain, seperti mencuci, membersihkan rumah, bahkan menonton televisi.

  2. GERBANG RUMAH ATAU PINTU GARASI
    Sebagian pemilik kendaraan roda empat pada saat pulang dari perjalanan, baik dari rekreasi, pulang dari kantor, atau sehabis mengantarkan putra - putrinya berangkat sekolah, biasanya agak malas untuk turun dari kendaraannya hanya untuk membuka pintu garasi atau gerbang rumahnya. Tetapi, apabila gerbang rumah ataupun pintu garasi itu terhubung dengan internet, pemilik kendaraan tidak perlu turun lagi, dan bisa membuka gerbangnya lewat smartphone atau gadget lain yang dimilikinya.

  3. ALAT TULIS
    Alat tulis merupakan benda yang sangat rawan akan kehilangan. Karena itu apabila, alat tulis seperti bolpoin, atau pensil kita hilang, kita bisa mencarinya lewat internet menggunakan perangkat yang kita miliki.


(Himawat Aryadita) #4

Kalau otak manusia masih dapat dianggap sebagai benda, maka benda yang sangat berguna jika bisa terkoneksi dengan internet (komputer) adalah otak manusia.

Ide ini, mungkin tidak lama lagi akan menjadi kenyataan, dikarenakan pada Maret 2017 kemarin, Elon Musk, berencana menginvestasikan dana sekitar 100 juta poundsterling atau sekitar Rp. 1.800.000.000.000 (1,8 Trilliun Rupiah) untuk mewujudkan impiannya, mengkoneksikan otak manusia dengan internet, setelah membeli perusahaan Neuralink.

Ide terbaru, Neuralink, adalah menciptakan pemancar mikro implan yang diletakkan di otak manusia sehingga dapat terhubung dengan internet. Ini mungkin terdengar seperti film fiksi ilmiah paling liar, tetapi hanyalah masalah waktu sebelum terobosan ini dapat diimplementasikan pada otak manusia, menurut Forbes.

Hal ini sesuai dengan yang tertulis di website Neuralink, “developing ultra high bandwidth brain-machine interfaces to connect humans and computers

Investasi sebesar itu, dilakukan oleh Elon Musk bukan semata-mata untuk mencari uang, tetapi lebih kepada kecintaannya kepada dunia sains dan teknologi serta untuk membantu manusia. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Elon Musk dalam twitternya,

image

Ide awal dari teknologi ini adalah untuk membantu manusia yang mempunyai masalah dengan otaknya akibat penyakit, seperti Penyakit Alzheimer, kelumpuhan dan masih banyak lagi.

Tetapi ketika sebuah microchip atau bahkan nanochip sukses di-implant ke dalam otak manusia, maka pemanfaatan teknologi tersebut dapat digunakan untuk hal apapun. Batasanya hanyalah imajinasi manusia.

I think if we can effectively merge with AI by improving the neural link between the cortex and your digital extension of yourself, which already exists but just has a bandwidth issue, then effectively, you become an AI-human symbiote,” Elon Musk

Hal ini juga didukung oleh Ray Kurzweil, Google Executive, yang memprediksi bahwa manusia dan Artificial Intelligince (AI) akan bergabung (merger) atau biasa disebut ‘singularitas’ pada tahun 2045.

I believe super human cyborgs with nanobot implants in their brains will be funnier, sexier and smarter than humans today. Ray Kurzweil

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini perlu didiskusikan lebih lanjut, sebelum teknologi implantansi komputer ke dalam otak manusia di-implementasi-kan suatu saat nanti,

  • Apakah kita bersedia menerima risiko pembedahan untuk mendapatkan manfaat implantansi komputer ke dalam otak kita ?

  • Bagaimana kita merencanakan untuk mengatur dan mengendalikan komputer yang ada di dalam otak kita ?

  • Bagaimana kita merencanakan untuk menjaga keamanan dan mencegah orang lain mengeksploitasi / mengendalikan (hacking) diri kita melalui sistem komputer yang ada di dalam otak kita ?

  • Apakah kita benar-benar membutuhkan teknologi tersebut ?

  • Siapa yang akan mengendalikan keseluruhan sistem tersebut dan mengapa?

  • Apakah Pemerintah atau Perusahaan pembuat teknologi tersebut ?

  • Bagaimana komputer yang ada di otak kita akan mempengaruhi perasaan dan kesadaran diri kita?

Video berikut ini kita dapat melihat Elon Musk mendiskusikan terkait dengan pertanyaan mengapa “neural lace” penting untuk dikembangkan saat teknologi AI terus berkembang.

Berikut adalah wawancara lengkap Elon Musk dalam # Code Conference 2016