Benarkah pernyataan orang kaya susah masuk surga?

kaya

  Surga adalah tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya. Berbagai golongan orang beragama menginginkan dan bercita-cita masuk surga. Mulai dari orang kaya, miskin, pejabat, buruh, semua ingin masuk surga. Tapi taukah kalian ada pernyataan bahwa orang kaya susah masuk surga. Bagaimana menurutmu tentang pernyataan tersebut?
1 Like

jujur, aku baru tau pernyataan seperti ini. karena sepengetahuanku, semua orang yang memiliki iman yang kuat serta memenuhi hal untuk masuk surga maka ia akan masuk surga tanpa pandang bulu mau itu kaya, miskin, pejabat, pemulung dan lainnya. karena kita semua sama di mata allah hanya sebagai makhluk ciptaannya yang diharuskan untuk beriman kepada Allah. matipun kita tidak membawa apa-apa hanya amal ibadah yang kita bawa sebagai bekal akhirat. ini berdasarkan kepercayaanku.

tapi, aku sempat baca ternyata pernyataan ini terdapat dalam alkitab yang dipercayai oleh umat kristen. matius 19:21. aku masih kurang paham penjelasannya seperti apa.

1 Like

Tak peduli bagaimana cara untuk memahaminya, ini adalah suatu pernyataan yang bersifat umum. Pernyataan ini tidak sekadar berlaku atas orang yang kaya itu. Pernyataan ini menunjukkan betapa sukarnya orang yang memiliki kekayaan untuk masuk ke dalam surga. Jadi, sangatlah bodoh jika pernyataan ini dibatasi penerapannya hanya kepada satu orang saja, orang muda kaya itu. Ini adalah pernyataan yang bersifat umum. Dan jika kita tidak melihat apa yang di maksud dari pernyataan ini, maka berarti kita telah membutakan diri.
Jadi, poin pertama yang bisa kita lihat di sini adalah suatu ketidak-cocokan yang nyata, atau lebih tepat lagi adanya pertentangan antara kekayaan dengan Surga, antara pemilikan kekayaan dengan jalan masuk ke dalam Surga.

1 Like
Mungkin orang kaya lebih susah berbuat baik didunia karena kebanyakan harta, bisa jadi kebanyakan orang kaya serakah atau pelit alias sulit untuk berbagi padahal dia diberikan cobaan harta yang banyak untuk dibagikan ke orang miskin. Berbeda dengan orang miskin yang tidak dititipi harta saat didunia, dia bisa pelit atau serakah dan sulit untuk berbagi namun akan tetap masuk surga dengan menyelesaikan cobaan lain yang berbeda dengan orang kaya. Itulah sebabnya kebanyakan orang kaya lebih susah masuk surga.
1 Like

Menurut saya, pernyataan tersebut tidaklah akurat karena tidak ada yang bisa menjamin dan memastikan seseorang bisa masuk surga atau tidak. Semua tergantung niat, dan yang mengetahui niat serta isi hati seseorang itu hanyalah Allah SWT. Mungkin asumsi tersebut bisa ada dikarenakan banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta yang berlimpah, sehingga muncul asumsi negatif kepada orang kaya. Tetapi, hal itu tidak menutup kemungkinan orang-orang tersebut akan insyaf dan memperbaiki diri.

Kemudian bukankah seharusnya bisa lebih mudah untuk melakukan kebaikan karena sudah dititipkan harta yang berlebih oleh Allah SWT sehingga amalan yang dilakukan bisa lebih luas lagi. Tapi kembali lagi, bahwa tidak ada yang bisa menjamin dan memastikan seseorang bisa masuk surga atau tidak apalagi hanya dilihat dari sekadar hartanya saja.

1 Like

Sebenarnya malah menurutku tidak ada korelasi antara kekayaan seseorang dengan mudah susahnya dia masuk surga. Yang menentukan susah atau mudahnya seseorang untuk bisa masuk surga tentunya derajat keimanan dan ketaqwaan mereka di mata Tuhan. Karena kelak yang diukur dan ditimbang adalah amalan mereka, bukan harta mereka.

Justru kalau menurutku orang kaya bisa berpotensi lebih mudah masuk surga. Mengapa? Ya karena mereka lebih bisa berbuat kebaikan dengan harta dan fasilitas yang mereka punya, atau bisa dibilang dengan “titipan” yang Tuhan berikan kepada mereka. Mereka bisa berqurban, zakat mal, umroh & haji, dan masih banyak lagi. Berbeda dengan orang yang kekurangan yang memiliki keterbatasan untuk bisa melakukan amalan baik yang membutuhkan uang. Namun, kembali lagi semuanya bergantung pada individu masing-masing. Kalau orang tersebut memang beriman ya mereka tentunya akan lebih bijak dalam mengelola harta benda mereka, tapi kalau mereka memang pada dasarannya tamak, serakah, pelit, dsb. ya susah juga. Jadi, semuanya bergantung pada keimanannya, bukan pada hartanya.

1 Like

Menurutku, seseorang layak masuk surga-Nya atau tidak, semua itu terhitung dari amal yang dimiliki. Apabila selama hidupnya ia menggunakan uang untuk bersedekah dan memberi makan anak yatim. Bisa saja ia layak untuk menghuni tempat dari Nya. Pernyataan orang kaya susah masuk surga ini, kelihatannya muncul dari plot sinetron yang jelas-jelas hanya untuk hiburan semata. Sinetron dengan tokoh antagonis yang kaya selalu ada tiap plotnya. Tokoh antagonis yang kaya selalu menjadi bumbu yang pas dalam sebuah plot ditambah dengan plot azab-azab yang terbukti diterima oleh masyarakat, maka seringkali plot ini diulang-ulang. Tanpa sadar pernyataan itu menjadi tertanam.

1 Like

Saya akan menjawab dari segi Agama Islam bahwa umat Islam akan masuk surga tidak ditentukan dari kekayaannya didunia mungkin ada kepercayaan lain yang meyakini ini tetapi dalam agama kami tidak. Melaikan ini ditentukan seperti penjelasan dibawah ini :

Seluruh umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga, kecuali kelompok satu ini. Siapakah mereka?

Dalam kitab sahih Bukhari, disebutkan setiap umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga. Orang yang enggan masuk surga adalah mereka yang tidak taat pada Rasulullah SAW. Berikut haditsnya,

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Artinya: Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga.” (HR Bukhari).

Mengenai perintah taat kepada rasul telah disebutkan dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 32,

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْكَٰفِرِينَ

Arab latin: Qul aṭī’ullāha war-rasụl, fa in tawallau fa innallāha lā yuḥibbul-kāfirīn

Artinya: Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

Menurut surat Al Hasyr ayat 7, taat kepada rasul adalah mengikuti apa yang diajarkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya.

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟

Arab latin: wa mā ātākumur-rasụlu fa khużụhu wa mā nahākum 'an-hu fantahụ

Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.”

Rasulullah SAW adalah pembawa kebenaran. Ia diutus oleh Allah SWT sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Hal ini diterangkan dalam QS. Al-Anbiya ayat 107.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”

Menaati Rasulullah dapat dilakukan dengan menjalankan apa yang menjadi syariatnya. Dalam Islam, ada banyak ibadah yang dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan rasul.

Ibadah ini bisa dilakukan dalam usaha menjadi salah satu umat Nabi Muhammad yang pasti masuk surga . Tentunya saat melakukan ibadah, tiap muslim harus taat pada rukun dan syaratnya.

Sumber

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5600350/seluruh-umat-nabi-muhammad-akan-masuk-surga-kecuali-satu-ini

1 Like

Aku pribadi baru mendengar pernyataan ini dan aku kurang setuju sama pernyataan tersebut karena menurutku ngga ada kaitannya antara kekayaan di dunia dengan susah atau mudahnya masuk surga. Dalam kepercayaan yang aku anut juga menjelaskan bahwa keimanan, ketaqwaan, dan amal ibadah lah yang menjadi perhitungan untuk bisa masuk di surga-Nya. Selain itu, aku juga setuju dengan pendapat kak @Navyani bukankah orang kaya justru lebih mudah untuk melakukan kebaikan karena memiliki harta yang berlebih, mereka bisa membantu orang-orang yang sedang kesusahan hidup di dunia. Bukankah orang kaya itu seharusnya bisa dianggap menjadi titipan tuhan untuk membantu sesamanya. Tapi aku tekankan lagi bahwa semuanya memang kembali pada kepercayaan masing-masing. Tidak ada manusia yang bisa memastikan seseorang bisa mudah atau susah masuk surga.

1 Like

Izin menjawab berdasarkan agamaku yaitu agama Islam. Sejujurnya aku sedikit takut jika membahas perihal agama, salah-salah dapat menunjukkan kesesatan. Jadi jika memang ada pernyataan dibawah yang kurang berkenan, besar harapanku bisa diperbaiki dan didiskusikan kembali di forum ini :pray:

Sebenarnya tidak ada satupun yang dapat memastikan atau bahkan sampai menentukan kemana akhirnya kita akan menetap setelah kehidupan di dunia ini. Tapi sepemahamanku saat sedang belajar agama, memang ada pernyataan yang bahkan jika teman-teman ingin membacanya ada juga di dalam buku Wasiat Rasulullah SAW kepada para Sahabat karya Fitriani GS, yang menjelaskan jika orang miskin yang sabar dan tekun beribadah lebih mulia kedudukannya di sisi Allah SWT dibandingkan mereka yang kaya. Di akhirat nanti, orang kaya akan lebih lama dihisab.

Karena fakir miskin selama di dunia kerap dipandang sebelah mata. Bahkan tidak jarang mereka dianggap sebagai gembel dan berada dalam strata terbawah kehidupan sosial masyarakat. Namun, di hadapan Allah, mereka adalah yang lebih mulia dan masuk surga lebih dulu. dan pernyataan mengenai orang kaya susah masuk surga itu tidaklah benar, mungkin yang lebih tepatnya yaitu orang kaya yang akan lebih lama dihisab. sebab mereka akan ditanya tentang hartanya, dari mana perolehannya, serta kemana harta itu digunakan. Saking banyaknya pertanyaan yang diajukan, waktu hisab mereka menjadi lama.

Meski demikian, perlu diingat jika tidak dapat dipukul rata semua mukmin yang miskin bisa masuk surga. Yang dimaksud orang miskin yang mulia adalah mereka yang beriman, sabar, dan mematuhi segala perintah dan larangan Allah SWT. apalagi di zaman sekarang banyak pula orang miskin lantas melakukan tindakan kejahatan, ahli maksiat, dan tidak beriman. Mereka yang seperti ini tidak termasuk golongan orang yang mulia dan masuk surga terlebih dulu.

Dari yang pernah saya pelajari hal ini mungkin ada benarnya, karena rejeki yang banyak bisa menjadi cobaan seseorang. Karena dialam atas sana orang yang memiliki harta banyak pasti akan dimintai pertanggung jawabannya atas hartanya, dulu dia pakai untuk apa untuk siapa, apakah dari hasil yang halal atau gimana, dll. Dan ini bisa menjebak kita karena semasa dunia harta tersebut tidak kita gunakan untuk hal baik.

Jadi ada baiknya memang jika rejeki ada banyak kita gunakan untuk hal-hal baik juga, selain mendatangkan pahala juga jika dimintai pertanggung jawaban kita sudah aman.

Menurut saya, surga dan neraka itu adalah kehendak Tuhan. Tidak ada kaitannya tingkat atau status sosial seseorang dengan masuk neraka atau surga. Masuk neraka atau surga, itu merupakan kehendak Tuhan, ditinjau dari amal perbuatan kita selama hidup di dunia. Meskipun kita orang kaya no. 1 di Indonesia tapi kita sering berbuat baik dan menanggalkan perbuatan tercela, ya bisa saja kan masuk surga. Meskipun kita miskin tapi kelakuan kita mabuk mabuk an, judi, dan hal hal buruk lainya tentunya akan memperbesar peluang kita masuk neraka, bukan?. Saya rasa statement tersebut tidak masuk akal karena ya, balik lagi. Masuk neraka atau surga, itu merupakan kehendak dan kuasa Tuhan yang ditinjau dari amal serta ibadah kita semasa hidup. Tidak ada kaitan miskin dan kaya dalam hal masuk surga atau neraka.

Sangat tidak setuju. Kita bukan siapa-siapa untuk bisa menentukan apakah orang kaya susah untuk masuk surga. Lagipula, kedua hal tersebut sama sekali tidak ada hubungannya. Mau kaya ataupun miskin sama-sama memiliki kesempatan untuk masuk surga dengan beriman dan berbuat baik selama hidup di dunia. Jika dilihat kenyataannya, saat ini justru semakin banyak orang yang sangat berkecukupan tersebut turun langsung untuk membantu banyak orang lainnya, mereka menyisihkan sebagian hartanya untuk orang yang lebih membutuhkan. Banyak juga dari mereka yang membuka donasi dan mengajak orang lain untuk berbuat baik. Menurut aku pertanyaan tersebut tidak bisa dianggap benar.

Menurut saya, orang masuk neraka tidak ada hubungannya dengan kaya-miskin. Orang kaya secara umum dipandang sebagai orang yang memiliki banyak harta benda. Walaupun tidak ada ukuran yang pasti tentang kekayaan, namun seseorang akan disebut kaya bila kebutuhan primer dan sekunder tidak lagi menjadi masalah dalam memenuhinya. Tidak dapat di pungkiri bahwa setiap orang ingin menjadi kaya secara materi, tidak akan ada orang yang menolak jika kekayaan menghampiri kehidupannya. Itu sebabnya banyak orang bekerja keras siang dan malam untuk mengumpulkan rupiah supaya kelak menjadi orang kaya. Namun ada juga orang yang tidak sabar menjadi kaya, dia tidak mengikuti proses yang benar untuk menjadi orang kaya. Dia mengambil jalan pintas menuju kekayaan dengan cara korupsi, menipu atau dengan banyak cara haram lainnya.

Menjawab pernyataan diatas menurut saya benar adanya pernyataan bahwa orang kaya susah atau sulit masuk surga. Karena dalam Matius 19:23-26 tertuliskan bahwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Coba kita perhatikan pada kalimat “ orang kaya sukar masuk kerajaan Sorga” , kemudian perhatikan juga “ Bagi manusia tidak mungkin, bagi Allah mungkin”. Kalau melihat kedua pernyataan itu, maka sebenarnya sebagai manusia kaya atau miskin tidak mungkin masuk kerajaan Sorga. Hanya Allahlah yang memungkinkan, bukan seberapa miskin kita.

Maksud dari pernyataan diatas bahwa orang yang kaya biasanya akan lebih sukar untuk datang kepada Tuhan dan ia tidak memerlukan Tuhan lagi karena merasa dirinya mampu hidup tanpa Tuhan atau merasa tercukupi sedangkan orang miskin biasanya didorong oleh keadaan atau situasi yang membuat mereka datang kepada Tuhan, karena tidak ada lagi tempat untuk mereka pergi dan datang kepada Tuhan merupakan jalan keluar yang baik. Menurut saya hal tersebut lebih baik.

Kemudahan seseorang masuk kerajaan Sorga tidak tergantung pada seberapa tipis dompet kita, tetapi sangat bergantung pada kemauan kita menerima pemberian Tuhan, menuruti segala perintah-Nya sebanyak apa kita bergantung pada Tuhan dan bukan orang lain.