Benarkah Pemeriksaan Darah dapat mendeteksi adanya Kanker Prostat Metastatik?

Telah banyak pemberitaan akhir-akhir ini mengenai penggunaan “liquid biopsy” dan bagaimana pemeriksaan darah tersebut dapat menunjukan adanya kanker dapat menggantikan kebutuhan biopsi jaringan.

Studi terbaru menunjukan pemeriksaan tersebut dapat berguna pada kanker prostat metastatik, dimana sampel biopsi perlu diambil dari tulang, yang menyakitkan, berisiko, dan mahal, menurut seorang ahli.

Studi ini menggunakan pemeriksaan Guardant360 dan menemukan bahwa cell-free, circulating tumor DNA (ctDNA) terdeteksi pada kebanyakan pasien (94%) dengan metastatic castration-restraint prostate cancer (mCRPC).

Sebagai tambahan, pemeriksaan menunjukan beberapa perubahan genetik yang terlihat mirip dengan perubahan jaringan tumor dan menunjukan informasi prognosa.

“Jumlah yang tinggi terhadap keseluruhan perubahan gen dan perubahan reseptor androgen cenderung dikaitkan dengan keluaran klinis yang buruk,” menurut dr. Guru Sonpavde, peneliti studi ini dan seorang dosen asosiat kedokteran di University of Alabama di Brimingham.

Beliau mengemukakan mengenai riset tersebut pada briefing press yang diadakan sebelum Genitourinary Cancers Symposium (GUCS) 2017 yang akan diadakan di Orlando, Florida.
Pemeriksaan DNA tumor yabg bersirkulasi merupakan alat riset yang bernilai untuk menemukan target molekular baru, catat dr. Sonpavde.

Perubahan reseptor androgen (AR) baru lebih sering muncul setelah terapi, catat Beliau. “Data ini menunjukan bahwa mengembangkan agen terapi yang menargetkan perubahan AR menjanjikan.”

Alternatif non-invasif dari biopsi tumor tradisional dibutuhkan, tunjuk Beliau. “Analisis jaringan tumor berulang dari pasien dengan kanker prostat metastatik sulit karena membutuhkan biopsi tulang pada kebanyakan kasus,”.

“Ini merupakan salah satu set data klinis tercatat yang terbesar terhadap ctDNA pada kanker prostat metastik,” menurut dr. Sumanta Pal, seorang onkologist medis di City of Hope Cancer Center di Los Angeles, California, dan aeorang ahli dari American Society of Clinical Oncology yang menjadi moderator pada acara tersebut.

“Ini menunjukan bahwa ctDNA menawarkan cara yang mudah dan efektif untuk melihat komposisi tumor, sehingga dokter dapat menggunakannya untuk terapi yang lebih personal,” tambah Beliau.
Studi tersebut menunjukan bahwa 94% pasien memiliki sel circulating tumor di darah mereka. Satu-satunya cara untuk mengakses tumornya adalah dengan biopsi, yang dapat menyakitkan, berisiko, dan mahal, dan hasilnya kurang.

“Seiring dengan usaha kami untuk membentuk terapi terhadap perubahan molekular selama pertumbuhan kanker pada setiap pasien, pemeriksaan darah ini terlihat sangat menjanjikan, twrutama pada pasien yang tidak dapat melakukan biopsi tumor,” tambah Beliau.

Cell-free ctDNA dapat menyediakan informasi yabg komperhensif pada perubahan genetik di tumor, yang dapat berkembang seiring waktu, catat para peneliti pada abstrak. Penggunaan circulating cell telah menjadi penemuan penting dalam kanker karena kemampuan mereka untuk mengawasi terapi dan menilai luaran.

Sebuah studi yang dipublikasi tahun lalu dan dilaporkan oleh Medscape Medical News menunjukan bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk menilai heterogenitas tumor pada kanker prostat. Studi lainnya menunjukan bahwa teknologi ini mungkin dapat digunakan pada kanker ovarium, kanker usus, kanker paru-paru, dan limfoma.

Diterjemahkan dari: Medscape.com