Benarkah Pasta Bisa Turunkan Berat Badan?

Banyak pola diet yang diyakini dapat membantu menurunkan berat badan. Salah satunya dengan pasta.

Tapi, apakah benar masakan andalan Italia ini ampuh menurunkan berat badan?

Untuk menjawab hal tersebut, peneliti asal Universitas Toronto melakukan meta analisis baru yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open.

Hasil analisis mereka menemukan bahwa makan pasta tidak berhubungan dengan kenaikan berat badan bila pasta dikonsumsi sebagai bagian dari pola diet low-glycemic index (GI).

Pasta menurunkan berat badan

Melansir dari Newsweek, fakta tentang pasta yang konon dapat menurunkan berat badan dapat dilihat lewat indeks glikemik (GI) di dalamnya. Menurut para peneliti, GI adalah sistem yang digunakan untuk menilai seberapa cepat makanan memengaruhi kadar gula darah di dalam tubuh.

Makanan yang mengandung GI tinggi seperti nasi putih, roti putih dan kentang, dicerna serta diserap dengan cepat oleh tubuh. Sementara pada makanan rendah GI, seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan, proses pencernaan akan berjalan dengan lebih lambat.

Sehubungan dengan itu, para peneliti menyelidiki hubungan antara pasta dan berat badan dengan melakukan uji coba pada hampir 2.500 responden. Mereka diberi makan beragam jenis pasta sebanyak tiga porsi setiap minggunya. Apa yang terjadi?

Setelah menganalisis berat badan peserta, BMI, kadar lemak tubuh, dan pengukuran pinggang, para peneliti menemukan bahwa pasta tidak berkontribusi pada kenaikan berat badan atau peningkatan kadar lemak.

Justru, selama 12 minggu atau kurang lebih 3 bulan, para peserta mengalami penurunan berat badan dengan rata-rata setengah kilogram. Dari situ, dapat dijelaskan berdasarkan fakta bahwa makanan rendah GI, salah satunya pasta, dapat memuaskan rasa lapar lebih, sehingga dapat mencegah makan berlebihan. Hal inilah yang membuat pasta dapat membantu menurunkan berat badan.

Sumber: