Benarkah Minum Air Es Setelah Makan Membuat Gemuk?

Pernahkah kalian mendengar atau bahkan dilarang teman kalian sendiri untuk minum air es? Mereka beralasan bahwa air es dapat membekukan lemak dalam pencernaan. Ada juga yang mengatakan kebiasaan minum air es dapat mengendapkan uap es yang diminum ketika didalam perut dan alasan – alasan lainnya. Tapi apakah benar demikian?

Air adalah salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita, setidaknya 2 liter (8-12 gelas) sehari yang biasa dikonsumsi oleh manusia. Secara ilmiah, suhu es dari minuman akan membekukan partikel lemak atau minyak dari makanan yang anda konsumsi. Pembekuan ini menyebabkan dinding usus menyempit, sehingga proses pelumatan dan penyerapan makanan akan terganggu. Selain itu, tubuh akan berusaha lebih keras lagi untuk menghangatkan kembali suhu es di pencernaan dengan bantalan lemak hasil asupan makanan yang tertimbun di perut. Jika minum air dingin jadi kebiasaan Anda, dibutuhkan bantalan lemak yang banyak untuk proses pemanasan setiap harinya. Metabolisme yang lambat, bantalan lemak yang bertambah, plus minim olahraga dapat menyebabkan perut buncit dan gendut. Jika Anda berencana diet, yang pertama harus dilakukan adalah mengganti minuman dingin dengan air hangat setiap makan. Air hangat dapat membantu melarutkan endapan – endapan lemak pada saluran pencernaan dan dapat membanu detoksifikasi racun pada tubuh.

Penyebab Perut Buncit

Perut buncit disebabkan oleh tumpukan lemak yang berlebih pada bagian perut. Hal yang paling umum menjadi penyebab perut buncit adalah konsumsi makanan dan minuman yang tidak seimbang dan gaya hidup yang tidak sehat. Ada beberapa faktor penyebab perut buncit, antara lain:

1. Mengkonsumsi Alkohol
Rata – rata orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol mempunyai perut yang buncit karena kebisaan dan gaya hidup yang buruk menyertainya.

2. Jarang Bergerak dan Beraktivitas
Faktor ini menjadi salah satu penyebab perut buncit yang paling umum. Jika seseorang jarang beraktivitas atau mager alias malas gerak akan berakibat menumpuknya lemak di beberapa tempat di tubuh. Karena lemak dari makanan yang dimakan tidak akan terbakar tanpa melakukan aktivitas.

Mungkin kebanyakan dari kita lebih memilih minum minuman dingin karena segar dan menyejukkan. Namun kebiasaan itu tidak baik karena suhu tubuh yang panas seketika dikejutkan dengan suhu dingin dari minuman akan menyebabkan pembuluh darah mengkerut sampai seukuran helai rambut yang mengakibatkan peredaran darah akan terhambat. Jika penyempitan ini terjadi di area perut, akan terjadi kejang otot dan kontraksi diperut. Penyempitan pembuluh darah di area jantung atau menuju ke otak dapat mengakibatkan efek yang lebih berbahaya untuk jangka panjang seperti jantung koroner, pembekuan otak, atau bahkan stroke.

Walau begitu, tetaplah biasakan untuk meminum air dengan suhu ruang atau minumlah dengan air hangat karena dapat membantu penyerapan sari – sari makanan. Karena minum air es juga akan menyebabkan pusing dan sakit kepala sebelah. Ketika suhu es membuat metabolisme berjalan lambat, sistem syaraf pusat tidak siap menerima respon dari perubahan suhu tubuh. Organ-organ tubuh yang membutuhkan oksigen dan makanan akan terganggu karena suplai yang lambat. Suplai darah ke otakpun akan berkurang dan menyebabkan otak tidak mampu beradaptasi dengan cepat. Akibatnya, Anda akan merasa pusing. Bagi penderita darah tinggi atau darah rendah sebaiknya lebih berhati-hati dan mulai ganti kebiasaan minum air dingin dengan air hangat.

Sumber:

  1. Alodokter.com. Apa benar minum air es bisa membuat perut buncit? Diakses dari pada 8 April 2018.

  2. health.detik.com. Benarkah habis makan tidak boleh minum air dingin? Diakses pada 8 April 2018.

  3. Lifestyle.okezone.com. Minum air es bikin perut buncit Diakses pada 8 April 2018.