Benarkah menggunakan barang branded dapat meningkatkan kepercayaan diri?

BARANG BRANDED DAPAT MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI

Pengertian branded berasal dari kata brand yang berarti Merek (dalam Bahasa Indonesia). Jadi jika diartikan, branded memiliki makna “bermerek” di dalam bahasa Indonesia.

Barang-barang branded ini seringkali ditujukan untuk kelas menengah keatas, dan biasanya menawarkan desain yang menarik dan bahan dengan kualitas yang sangat baik sehingga jika konsumen menggunakannya akan tampak elegan dan merasa nyaman, bahkan bisa tahan lama atau awet (tidak mudah rusak, karena kualitasnya bagus). Dengan keunggulannya, barang branded ini biasanya dibandrol dengan harga yang relatif tinggi.

Menurut Carolyn Mair (seorang psikologi prilaku), “Mengenakan pakaian berkualitas bagus dapat meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri kita, bahkan jika tidak ada yang melihatnya,”

Nah, dengan begitu, benarkah menggunakan barang branded dapat meningkatkan kepercayaan diri kita? bagaimana pendapatmu??

Menurut saya, menggunakan barang - barang yang sifatnya branded itu mungkin memang benar adanya dapat meningkatkan " kepercayaan diri " dari seseorang mengingat kualitas dari barang - barang branded tersebut tidak perlu di ragukan lagi dan juga memberikan kesan elegan dan mewah bagi para pemakainya. Nah, biasanya orang - orang mengenakan barang branded untuk event - event seperti ke pesta, acara sosial, ataupun momen sosial. Bahkan salah satu penelitian menunjukan hubungan yang positif antara menggunakan barang branded dengan meningkatnya semangat untuk berolahraga atau yang sering disebut sebagai efek placebo. Tetapi efek ini sendiri hanya berlaku bagi para pemula saja dan tidak berpengaruh signifikan kepada atlet - atlet profesional dalam olahraga. Hal ini menjadi titik dimana barang branded itu tidak selalu menjadi " tolak ukur " dalam meningkatnya kepercayaan diri atau tidak.

Membeli dan menggunakan barang - barang branded sebenarnya sah - sah saja di mata saya asalkan penggunanya tidak terlalu berlebihan mengharapkan ekspetasi dan reaksi orang lain atas apa yang dikenakan dan digunakannya alias tidak lebih dari sekedar untuk meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri. Lalu, jika ditanya apakah saya pribadi merupakan penggemar dari barang - barang branded, maka jawaban saya adalah tidak terlalu, karena saya itu orangnya sangat simple dalam menggunakan barang. Yang penting adalah barang - barang yang saya gunakan bermanfaat untuk saya baik itu branded atau tidak.

karena saya pribadi tidak begitu paham mengenai barang-barang branded, jadi mungkin orang lain merasa seperti itu karena dengan menggunakan barang branded maka mereka merasa nilai diri mereka di mata orang lain turut meningkat.

tetapi kalau menurut saya pribadi sebenarnya tidak harus branded, yang penting adalah rapi, sopan dan mengenakan pakaian maupun aksesoris sesuai dengan tempat dan situasi (jangan salah kostum). apalagi banyak orang yang memaksakan keadaan untuk bisa membeli barang branded tersebut sampai melakukan banyak cicilan dan akhirnya pusing sendiri karena terlalu banyak cicilan yang harus dilunasi.

saat ini juga banyak sekali produk lokal Indonesia dengan harga yang relatif murah tetapi kualitasnya bagus banget, contohnya saya membeli sandal dari Lomari.id saat itu discount dan kebetulan saya butuh sandal, ternyata malah sandal tersebut awet sudah 2 tahun menemani saya dan masih bagus sampai saat ini. Bahkan teman-teman saya juga turut bertanya beli dimana? karena memang bagus banget seperti kualitas sepatu yang ada di mall dengan merek ternama.

Sangat setuju dengan statement ini. Kepercayaan diri yang terbangun bukan merupakan bagaimana tampilan kita di mata orang lain. Akan tetapi perasaan dari diri sendiri bahwa penampilan kita keren loh. Walaupun dimata orang seperti biasa saja.

Coopersmith mendefinisikan harga diri sebagai suatu penilaian yang dilakukan oleh individu terhadap dirinya sendiri.Penilaian tersebut mencerminkan sikap penerimaan dan penolakan serta menunjukkan seberapa jauh individu percaya bahwa dirinya mampu, penting, berhasil dan berharga.

Akan tetapi saat ini fenomena membeli barang branded tidak hanya sebagai untuk meningkatkan kepercayaan diri, banyak yang menjadikannya suatu kompetisi sosial ataupun untuk memenuhi standar sosial di masyarakat atau circlenya.

Akan tetapi bagi saya sendiri membeli barang branded merupakan salah satu cara dalam mengambil keputusan dalam berbelanja. Setidaknya barang yang memiliki brand walaupun brand lokal, kemungkinan memiliki kualitas yang cukup baik. Karena saat ini banyak kegiatan belanja online yang sulit memilah produk yang kita akan beli kualitasnya baik atau tidak ? dan maraknya produk-produk dengan kualitas yang dikatakan tidak baik.

Bagi sebagian orang mungkin merasa lebih percaya diri ketika menggunakan barang dari brand terkenal. Namun, pada beberapa keadaan, saya justru merasa tidak nyaman ketika mengenakan barang-barang branded. Alasan utamanya adalah saya jadi bahan perhatian orang-orang dan lebih parahnya saya seperti dirudung berbagai pertanyaan dalam waktu yang bersamaan.

Bagi yang pertama kali menggunakan barang branded mungkin pernah mengalami hal yang sama. Disodorkan banyak pertanyaan, seperti “eh tumben banget, ini beli dimana?”, “yaampun bagus banget, harganya berapa sih?”, “ada diskonnya engga?”, “gimana sih cara milihnya?”, dan masih banyak lagi. Pada titik tersebut saya sempat berpikir bahwa seharusnya saya tidak perlu mengenakan barang-barang branded ini. Ditambah lagi, saya tidak terbiasa menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang baru pertama memakai barang branded, pastikan kalian siap dengan respon sekitar kalian.

Namun, ada juga orang-orang yang memang bawaannya memakai barang branded. Dari kebiasaan sehingga orang lain juga merasa terbiasa ketika dia mengenakan barang tersebut. Bagi yang belum terbiasa, mungkin menggunakan barang-barang branded di kegiatan-kegiatan tertentu bisa menjadi alternatif yang lain, seperti yang disampaikan oleh kak william berikut.