Benarkah memotivasi orang lain lebih mudah daripada memotivasi diri sendiri?

Sebagai makhluk sosial, kita pastinya senang untuk berinteraksi dengan orang lain.
baik dalam keadaan senang, sedih, maupun marah biasanya kita akan menceritakan hal yang kita rasakan kepada orang terdekat kita. sebagai salah satu orang yang senang bercerita sekaligus mendengarkan, saya senang untuk berkomunikasi dengan banyak orang.

Biasanya saya dan teman-teman saya sering berdiskusi tentang permasalahan tertentu, atau sekadar curhat dan bercerita masalah pribadi. Sebagai orang yang dicurhati, selain mendengarkan kita pastinya ikut membantu teman kita tersebut. bisa dengan memberi saran dan mencarikan solusi untuk permasalahannya.

tapi apakah kalian juga merasa saat ada teman kita yang curhat,
terkadang kita begitu semangat dan mudah sekali mengeluarkan semua motivasi yang kita punya dibanding ketika kita menghadapi situasi yang sama dan harus memotivasi diri sendiri?

benarkah memotivasi diri sendiri itu lebih sulit?
bagaimana ya agar motivasi diri itu bisa lebih mudah?
apakah motivasi diri sendiri juga berpengaruh terhadap self development?

yuk diskusi! jangan simpan idemu hanya dalam kepalamu yaa, apapun idemu bisa berpengaruh untuk orang lain loh :star_struck:

2 Likes

Bagi sebagian orang hal ini berlaku. Sama seperti kata pepatah. Menghibur orang lain Mudah tetapi menghibur diri sendiri susah.

Motivasi yg datang dari diri sendiri itu lebih Kuat karena sadar untuk maju itu dari dalm diri.

Namun sebagian orang motivasinya tumbuh dari orang lain.

Terimakasih banyak topiknya bagus❤️

2 Likes

Terimakasih kak manja pendapatnyaa aku setujuu dengan pendapat kaka baik motivasi dari dalam maupun luar diri, semoga motivasi tersebut tetap dapat membantu kita yaa untuk mengembangkan diri :star_struck:

1 Like

Menurut saya bagiamana kita memotivasi orang lain itu merupakan hal yang tertanam didalam diri kita. Sebenernya memotivasi diri sendiri tidak sulit, hanya saja terkadang kita tidak mengerti. Bagaimana ya kita memotivasi diri sendiri? yang pasti terutama melalui Tuhan. Kita cukup berdoa kepadanya, memohon berkat yang dari padanya. Terimakasih telah memberikan topik diskusi ini!

2 Likes

waah terimakasih kak pendapatnya, bener banget kak kalau mungkin kita hanya harus lebih memahami diri sendiri agar memotivasi diri sendiri itu menjadi hal yang mudah, dan tak lupa memohon juga pada Tuhan :hugs:

Aku juga termasuk orang yang cukup sulit untuk memotivasi diri sendiri. Tapi aku juga orang yang seringkali dijadikan tempat curhat oleh teman-teman, dan berusaha memotivasi mereka atas apapun permasalahan yang sedang mereka curhatkan.

Menurutku sih, salah satu alasan kita susah memotivasi diri sendiri adalah karena kita tahu persis kesulitan apa yang kita hadapi.

Misal, baru mau memotivasi diri sendiri, “Ayo kamu pasti bisa, bisa, bisa!”
Terkadang suka muncul suara dari pikiran “Tapi kan, aku ga punya ini itu, ga bisa ini itu…”
Hal itu disebabkan karena kita tahu persis hambatan-hambatan apa yang akan muncul dalam permasalahan yang kita hadapi. Sehingga motivasi saja biasanya tidak cukup. Terkadang perlu untuk membuat rangkaian solusi, agar diri sendiri setidaknya merasa sedikit lebih yakin untuk melangkah maju.

Sedangkan kalau memotivasi orang lain, kita biasanya lebih fokus pada cara penyelesaian masalah orang tersebut tanpa benar-benar memperhatikan rincian hambatan yang ada. Bagi orang yang kita beri motivasi, motivasi yang kita berikan juga terdengar seperti dukungan. Sehingga, kadang walaupun motivasi kita tidak solutif, orang yang mendengar bisa dapat kembali semangat karena merasa mereka tidak menghadapi kesulitannya sendiri.

3 Likes

waah terimakasih kak sudah berpendapat, memang terkadang lebih mudah menemukan solusi untuk orang lain dibanding diri sendiri karena kita tidak langsung merasakan hambatan tersebut, jadi sebelum memotivasi diri alangkah baiknya jika kita mengenali diri sendiri terlebih dahulu agar tahu mana motivasi yang mudah diterima dan mana yang sulit diterima :hugs:

Sebenarnya tergantung lagi dengan individu tersebut ada yang mudah melakukan hal setelah diberi motivasi orang lain tetapi ada juga yang senang memberi motivasi tapi dirinya sendiri pun mengalami kesulitan. Terima kasih artikelnya, jika berkenan ayo kita berdiskusi di Apakah Tingkat Literasi Masyarakat Indonesia Berpengaruh terhadap Self Improvement?

1 Like

terimakasih kak pendapatnya, betul kak sama seperti komentar sebelumnya bahwa masing-masing individu berbeda. sehingga kita harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu :grin:

Benar memang bahwa kita lebih mudah memotivasi orang lain dari pada diri sendiri hal itu dikarenakan bebannya bukan pada kita, sehingga kita bisa lebih santai dan bisa berpikir jernih dalam memberikan solusi
“kebaikan bisa datang dari siapa pun” jadi tidak ada salahnya
Namun ada baiknya kita juga bisa memotivasi diri sendiri untuk terus berjuang dan tidak untuk menyerah. Kita harus punya mental pemenang, mental juara, sehingga kita bisa terus menatap kedepan saat ditengah kegagalan
#semangatmenolakmenyerah
Demikian pendapat saya, mari kita saling berdiskusi juga di artikel saya(Bagaimana pendapatmu mengenai “inspirasi” sebagai salah satu katalisator Self-Improvement ? Apakah sudah tepat? . Ditunggu kehadirannya.

2 Likes

wah terimakasih kak pendapatnya, aku setuju bahwa memang ketika kita memotivasi orang lain itu kita tidak merasakan langsung beban mereka. sehingga memotivasi mereka dalam sudut pandang kita akan lebih mudah dibanding ketika kita menghadapi masalah langsung dan harus memotivasi diri sendiri :grin:

haha, benar juga ya. sama seperti beberapa anak yang lebih suka mendapat perintah dari guru daripada emaknya sendiri di rumah. tapi untuk menjawab pertanyaan diskusi penulis di atas barangkali jawaban dari saya karena kalau menasehati orang kita tak perlu ikut melaksanakan nasehat tsb tapi kalau menasehati diri sendiri tentu saja harus dibarengi dengan realitas atas petuah tsb. jadi intinya lebih sulit menasehati diri sendiri drpd orang lain karena lebih sulit untuk mengerjakan sesuatu dibanding cuma mengatakannya saja

3 Likes

Tergantung orangnya sebenarnya, ada yang lebih paten memotivasi orang lain tapi rupanya tidak mampu memotivasi diri tapi ada juga yang sebaliknya.
Tapi bagi sy, saya suka memotivasi tapi saya rasa itu kurang berpengearuh bagi orang lain. Saya tidak tau mengapa, mungkin karena itu diluar kemampuan saya. Sementara saya lebih kuat kalo memberi motivasi diri untuk contoh tidak bermalas-malasan, atau memotivasi diri untuk belajar berambisi, dsb.
Segitu saja menurut saya…

Silahkan diberi pendapat juga pada artikel saya, karena konteksnya hampir serupa antara motivasi dan ambisi. Terima kasih.
Ambisi, Apakah Hal Tersebut Merupakan Acuan Paling Kuat Dalam Mengembangkan Diri Menggapai Cita-Cita?

1 Like

wah iyaa kak setuju sama pendapat kakak, terkadang memang lebih mudah berteori dibanding praktik :grin:

wah bisa jugaa kak, mungkin untuk sebagian orang akan lebih mudah jika memotivasi diri sendiri. karena mungkin kita sudah tahu kapasitas kita sehingga motivasi yang datangnya dari luar maupun dalam akan sama saja berpengaruh untuk kita, terimakasih kak sudah berpendapat :grin:

Sama kok
Banyak yang kejadian begitu
Jujur aku juga lebih ke memotivasi orang daripada memotivasi diri sendiri
Kunci nya coba kamu lebih terbuka lagi ke orng lain entah itu ke sahabat atau teman dekat. Dengan begitu kita akan lebih bisa mendapatkan motivasi
Ya walau kita curhat ke orang lain terkadang hanya didengarkan saja tidak diberi solusi tapii setidaknya kita sudah menceritakan keluh kesah nya

Jangan lupa comment juga artikelku yaa:

Terimaksih:)

Artikelnya kerenn kak.
Menurut ku, iya. Ketika ada yg curhat dgn kita, mudah bagi kta utk memberikan solusi. Juga Memberi motivasi.
Utk solusi saya setuju utk mengatakan nya langsung.
Tapi utk motivasi, rasanya tahan dulu deh.

Kenapa?

Karena ketika ada yg lagi curhat, dia itu butuh sandaran, butuh dimengerti, dan butuh orang2 berpihak dgn dia. Adakalanya curhat ini bukan tempat utk memberi motivasi, terkadang hanya utk sharing.

Adapun jika perkaranya adl memberi motivasi org lain lebih mudah dibandingkan memotivasi diri sendiri, maka menurut saya tidak selalu begitu.
Pengalaman saya adalah ketika saya memberi motivasi pada diri saya, saya merasa saya mendengarkan motivasi itu dan saya memiliki pengaruh terhadap diri saya utk mengeksekusi motivasi tersebut, disitulah saya mudah memberikan motivasi kepada diri sendiri karena bisa langsung mengeksekusinya.

Berbeda jika memberi motivasi kepada org lain, dimana terkadang saya perlu mengatur gaya bicara kpd org yg berbeda, menghindari agar mrk tidak tersinggung, termasuk faktor ketika kita belum tahu apakah motivasi kita bisa mereka eksekusi atau tidak.

Jadi sekali lagi, statement itu tidak selalu sesuai pada personal dan kondisi.

Terima kasih kak, hehe…
Mari sama2 belajar.

Wah saya juga baru kepikiran. Ternyata memotivasi orang lain menurut saya lebih mudah daripada memotivasi diri sendiri. Karena memotivasi orang lain itu muncul dari rasa kepedulian terhadap sesama, dan untuk hasil ya kembali pada orang tsb. Sedangkan dalam memotivasi diri sendiri, harus berangkat dari dorongan diri sendiri. Sedangkan, hambatan terbesar saya adalah diri sendiri.

Saya cukup sulit untuk melawan kemalasan diri sendiri, tetapi ketika ada dorongan dari faktor eksternal saya baru bisa termotivasi. Jadi faktor dukungan dari luar itu sangat berpengaruh pada saya. Klau diri sendiri terlalu sering memberikan kelonggaran pada diri sendiri. Disinilah saya menemukan bahwa saya tidak tegas pada diri sendiri.

Sebenarnya masing-masing orang berbeda terkait hal ini, ada yang melakukan sesuatu karena motivasi dari diri sendiri juga. Tinggal bagaimana kita mengelola faktor internal atau eksternal sebagai pendukung dalam kita melakukan sesuatu.

1 Like