Benarkah hedonisme sebabkan mahasiswa tidak kritis?

perilaku

(Vina Shaw) #1

Jakarta, CNN Indonesia – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan saat ini hedonisme dan konsumerisme merambah dan memengaruhi gaya hidup sebagian kalangan mahasiswa.

“Inilah yang membuat sebagian mahasiswa di negeri ini kurang progresif, tidak kritis, bahkan ada yang tidak memiliki orientasi jelas, tidak memiliki kepedulian sosial, dan lain sebagainya,” kata Khofifah seperti diberitakan Antara di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/4).

Khofifah memberikan kuliah umum bertema “Urgensi Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Menanggulangi Masalah-Masalah Sosial” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Dia mengkritisi “civitas academica” yang apatis dan apolitis.

“Kebanyakan ‘civitas academica’ utamanya mahasiswa mengambil jarak dengan partai politik, kurang peduli dengan kondisi kekinian bangsa, dan eksklusif,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen peserta kuliah umum.

Sebagai aktor penyambung (linkage actor) yang memiliki energi besar, kata Khofifah, mahasiswa harusnya mampu mengagregasi kepentingan rakyat.

Khofifah menghendaki mahasiswa tak sekadar menuntut ilmu dan mendapatkan prestasi akademik tinggi, melainkan juga punya peranan signifikan dalam membangun bangsa.

Menurut Khififah, mahasiswa bisa ikut membantu pemerintah antara lain melalui program desa mandiri sejahtera, kerja sama yang dilakukan Kemensos dengan perguruan tinggi yang diimplementasikan saat mahasiswa melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

Dalam program ini mahasiswa bisa melakukan berbagai program kegiatan untuk mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, termasuk menyisir warga miskin di lokasi KKN.

“Dengan demikian tidak ada masyarakat miskin yang tercecer yang tidak memperoleh bantuan sosial sebagaimana amanat Nawacita,” kata Khofifah.

Khofifah menyebut desa menjadi sasaran utama karena angka kemiskinan di desa dua kali lipat lebih tinggi dari pada di kota. Aksesibilitas terhadap layanan publik pun sangat minim.

“Persentase penduduk miskin di desa mencapai 13,96 persen, sementara di kota hanya 7,73 persen. Artinya jumlah penduduk miskin di desa dua kali lipat lebih banyak,” kata dia.


Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.

Konsumerisme merupakan paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok yang menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.

Bagaimana pendapat anda ?


(Denta Kalla Nayyira) #2

Kesenangan akan menumpulkan otak.

Kalimat diatas terlihat sederhana tetapi sebetulnya hal itu mempunyai arti yang dalam. Kalau kita lihat, hampir semua orang sukses. awalnya selalu berada pada posisi yang penuh dengan masalah dan penderitaan serta tekanan. Kondisi yang serba sulit itulah yang menempa mereka untuk meraih kesuksesan.

Pada dasarnya, yang membuat orang tertekan adalah sebuah target. Oleh karena itu,kondisi nyaman dan tidak nyaman sebetulnya yang menciptakan adalah diri kita sendiri. Sebagai contoh, kenyamanan seorang mahasiswa akan sangat berbeda apabila dibandingkan antara mahasiswa yang mempunyai target asal lulus dengan yang mempunyai target A. Apalagi kalau dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai target untuk mendapatkan pendapatan finansial, selain nilai A di semua mata kuliah yang diambil.

Permasalahan, kesulitan, tekanan dan segala hal yang tidak menyenangkan yang akan membuat otak manusia untuk berpikir kreatif dan berpikir keras. Untuk apa ? Tentu saja untuk menyelesaikan permasalahan, kesulitan dan tekanan yang sedang dihadapinya.

Bagaimana dengan mahasiswa hedonis ?

Hedonis sendiri identik dengan senang-senang.Selalu memposisikan dirinya pada kondisi nyaman. Pada kondisi seperti itulah, otak kita menjadi rileks, dan akan sangat susah untuk diajak berpikir kreatif. Yang lebih berbahaya lagi adalah ketika otak kita sudah terbiasa tidak digunakan untuk berpikir, maka secara lambat laun otak kita akan melemah.

Berdasarkan penelitian yang ada, otak manusia hampir mirip dengan otot manusia, semakin sering digunakan, apalagi digunakan untuk hal-hal yang berat, maka akan semakin kuatlah otot dan otak manusia, begitu juga sebaliknya.