Benarkah di Indonesia MotoGP lebih populer daripada F1?

Baik MotoGP dan Formula 1, dua-duanya merupakan kasta tertinggi dari balapan otomotif roda dua dan roda empat di atas trek aspal. Kejuaraan tersebut merupakan ajang bagi pabrikan-pabrikan besar dunia untuk memamerkan kualitas kendaraan buatannya. Melibatkan banyak sponsor besar dan dana yang sangat fantastis, kedua ajang tersebut memiliki basis penonton dan penggemar dari seluruh dunia, yang menyaksikan pembalap jagoannya beradu cepat dengan kendaraan balap prototipe di dalam sirkuit.

Di Indonesia sendiri, baik MotoGP dan F1 memiliki penggemarnya masing-masing. Dulu pernah ada TV nasional yang membeli hak siar untuk menayangkan F1 secara live. Namun rasa-rasanya, popularitas MotoGP jauh lebih terasa di masyarakat Indonesia. Gaung F1 pun kurang begitu terasa. Ini terlihat dari MotoGP yang hingga saat ini, masih ditayangkan secara live oleh salah satu stasiun TV Nasional. Di sosial media pun, semarak MotoGP banyak ditemui. Adu jotos penggemar MotoGP banyak terjadi, seperti misalnya antara fans Valentino Rossi dengan fans Marc Marquez.

Bahkan di 2022 nanti, Indonesia berencana menghelat balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang sebentar lagi akan rampung. Ini menjadi balapan MotoGP pertama di Indonesia setelah terakhir kali pada 1997 di Sirkuit Sentul. Sementara itu, sampai sekarang belum pernah ada upaya nyata Indonesia untuk menggelar F1.

Selama beberapa tahun belakangan, Indonesia diklaim sebagai negara dengan penonton MotoGP terbesar di dunia. Menurut McNews, pencarian Google mengenai topik MotoGP terbanyak berasal dari Indonesia. Sepertinya memang banyak masyarakat Indonesia yang passionate dengan MotoGP

Bagaimana pendapat teman-teman? Apakah benar memang MotoGP lebih digemari daripada F1? Atau hanya kelihatannya saja?

Referensi

Ryan. (2018). MotoGP: An Asian Love Affair. Diambil dari MotoGP | An Asian Love Affair | MCNews

Yuniswan, T. (2015). MotoGP atau F1, Mana yang Paling Populer di Indonesia?. CNN Indonesia. Diambil dari https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20150329002331-160-42664/motogp-atau-f1-mana-yang-paling-populer-di-indonesia

Well, tidak bisa dipungkiri jika balapan MotoGP dalam penelusuran saya di beberapa sumber di Internet memang dikatakan lebih populer ketimbang F1 di Indonesia. Setidaknya pertanyaan yang lebih tepat untuk diajukan adalah mana yang lebih disukai rakyat Indonesia di antara balapan motor yang sifatnya dinamis atau balapan mobil dengan teknologi canggih di tambah dengan kedua balapan tersebut sebetulnya memiliki intrik - intrik yang menarik untuk diikuti. Untuk level dunia, sebenarnya F1 masih lebih mendominasi dari segi jumlah penonton kendati jumlah penonton dari MotoGP terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu perbandingganya bisa dilihat dari jumlah penonton langsung per tahun 2019, yang dimana F1 berhasil membukukan jumlah penonton langsung hingga kurang lebih 4 juta penonton, sementara MotoGP hanya berhasil membukukukan sebanyak 2 juta saja.

F1 sendiri seperti yang dilaporkan dari SportsproMedia, memiliki setidaknya 20 negara yang menjadi pasar - pasar utama F1 seperti Brazil, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, Singapura, dan China. Sementara itu sebaran negara - negara yang menjadi tempat dimana ada banyak penonton dari MotoGP mayoritas merupakan negara - negara Asia dan beberapa negara Eropa seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Indonesia, Spanyol, dan Italia seperti yang dilansir dari Rudi (2019). Indonesia sendiri sudah mempersiapkan Sirkuit Mandalika yang di khususkan untuk pegelaran MotoGP.

Dalam hal social media, MotoGP lebih unggul ketimbang F1 Terutama di platform Instagram.

Dalam hal gaji, F1 lebih unggul ketimbang MotoGP yang dimana, per 2019 kemarin, Majalah Forbes merilish daftar atlet dengan gaji tertinggi di dunia yang dimana Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton masuk di top 100, sementara tidak ada satupun pembalap MotoGP yang menembus top 100 di dalam list tersebut seperti yang sudah di kutip dari Rudi. Sehingga pembalap MotoGP, Valantino Rossi berpendapat jika rider MotoGP pun harus mendapatkan bayaran yang lebih tinggi jika menilik dari tingkat resiko MotoGP yang lebh besar ketimbang F1.

Jika dalam konteks Indonesia sendiri, MotoGP memang ditayangkan secara ekslusif oleh salah satu TV swasta di Indonesia sehingga membuatnya lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia sementara F1 kebanyakan ditayangkan di TV - TV kabel berbayar yang tidak semua orang mampu untuk mengafford-nya.

Selain itu, kultur dari Indonesia sendiri sebagai negara dengan pengguna sepeda motor yang dominan ketimbang mobil juga mungkin memainkan peranan penting dalam populernya MotoGP di Indonesia ketimbang F1. Hal ini jelas berbeda jika di bandingkan dengan negara - negara Eropa dan Amerika misalnya yang lebih cnderung menggunakan mobil sebagai transportasi dominan ketimbang sepeda motor. Selain itu, serba - serbi MotoGP pun seperti apa motor yang digunakan hingga manuver rider saat balapan seolah lebih mudah dipahami ketimbang F1 yang bisa dikatakan lebih rumit dan juga pabrikan - pabrikan di tim - tim MotoGP, seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki produk - produknya juga banyak dipakai oleh orang Indonesia kebanyakan terutama sepeda motor.

Sementara di sisi lain Indonesia kurang mengenal dengan produk - produk dari pabrikan tim - tim F1 seperti Mercedes Benz, Renault, dan Ferrari yang dianggap seagai produk - produk mahal yang hanya sedikit orang Indonesia dapat mengafford-nya.

Referensi :

  1. Carp, S. (2020, January, 22). F1 global TV audience reaches 1.9bn but unique viewership falls 3.9%. SportsProMedia. Retrieved from
    F1 global TV audience reaches 1.9bn but unique viewership falls 3.9% - SportsPro
  2. Rudi, A. (2019, December 14). Antara F1 dan Moto GP : Mana Yang Lebih Populer di Muka Bumi ?. Kompas. Retrived from Antara F1 dan MotoGP, Mana yang Lebih Populer di Muka Bumi? Halaman all - Kompas.com