Benarkah dengan mendengarkan Lagu Mozart kita bisa menjadi lebih cerdas?

musik lebih cerdas

Musik ternyata mampu menstimulus otak sehingga pendengar mampu merasakan kebahagiaan lebih, mengurangi stress maupun meningkatkan kinerja kognitif pada otak. Namun, tidak semua music bisa memiliki pengaruh yang sama terhadap otak.

Musik ternyata mampu menstimulus otak sehingga pendengar mampu merasakan kebahagiaan lebih, mengurangi stress maupun meningkatkan kinerja kognitif pada otak. Namun, tidak semua music bisa memiliki pengaruh yang sama terhadap otak.

Seperti yang dibuktikan oleh penelitian tim peneliti Sapienza University of Rome. Italia yang menemukan bahwa lagu ciptaan Mozart lebih dapat menstimulus aktivitas kognitif otak daripada music Beethoven.

Penelitian dilakukan pada dewasa yang sehat, orang tua sehat, dan orang tua yang mengalami penurunan kognitif ringan. Mereka diberikan perlakuan dengan mendengarkan musik ”L’allegro con spirito" milik Mozart dan ‘‘Fur Elise’’ karya Beethoven. Yang kemudian direkam menggunakan metode EEG (Electroencephalograpy), yaitu metode merekam aliran elektrik pada otak untuk mendapatkan informasi psikologis.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang dewasa dan orang tua yang sehat mengalami peningkatakan aktivitas pada jaringan otak yang berhubungan dengan kecerdasan, memori, dan kognisi setelah mendengarkan music K44 karya Mozart. Sementara, pola itu tidak terjadi ketika mendengarkan musik Beethoven. Hal itu membuktikan bahwa tidak semua musik bisa mempengaruhi aktivitas intelegensi otak, hanya music-musik tertentu saja, seperti music K44 karya Mozart.

Sumber: