Banyak Makan Telur Menyebabkan Bisulan : Mitos atau Fakta?

image

"Jangan makan telur terus-terusan, nanti bisulan baru tau!"
Pernyataan diatas sering kali kita dengar dari orang tua, teman dekat, bahkan guru ngaji. Isu bahwa jika kita kebanyakan makan telur bisa membuat kita bisulan. Sampai sekarang ilmu etiologi bisul ini masih berkembang luas dari mulut ke mulut.

Menurut youdics apakah benar banyak makan telur bisa menyebabkan bisulan? jika memang benar bagaimana hal itu bisa terjadi?

Menurut referensi yang saya baca itu adalah mitos. Penyakit bisul dapat terjadi karena faktor makanan ataupun minuman yang tidak bersih dan mengandung bakteri penyebab bisul.

Faktanya penyebab bisul adalah infeksi kulit yang menyerang folikel atau kelenjar minyak di bawah kulit serta dapat juga disebabkan oleh bakteri staphhylococcus aureus yang hidup di kulit. Namun apabila seseorang menagalami bisul sehabis makan telur kemungkinan terjadi karena orang tersebut memiliki alergi terharadap telur. Sehingga pernyataan makan telur dapat mengakibatkan bisulan adalah mitos.

Summary

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Pada beberapa orang, Staphylococcus aureus dapat ditemukan pada kulit dan di dalam lapisan hidung tanpa menimbulkan gangguan kesehatan. Infeksi baru akan terjadi jika bakteri masuk hingga ke folikel rambut, misalnya melalui luka gores atau gigitan serangga.

Bisul bisa terjadi pada semua golongan usia, namun kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja dan orang dewasa muda. Ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu:

  • Melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya karena tinggal serumah
  • Tidak menjaga kebersihan, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV, menjalani kemoterapi, atau menderita diabetes
  • Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik atau menderita obesitas
  • Terpapar senyawa kimia berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit
  • Mengalami masalah kulit, misalnya kulit berjerawat dan eksim

Selain berbagai penyebab di atas, konsumsi telur juga dianggap dapat menyebabkan bisul. Namun, hal ini belum terbukti benar dan masih perlu diteliti lebih dalam.

Bir ga penasaran baca yuk! —> Fakta Bisul

Mitos. Bisul sebenarnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus, sejenis bakteri yang biasa ditemukan di kulit dan di dalam hidung. Bakteri ini akan lebih mudah masuk dan berkembang di bagian kulit yang rusak, cedera, maupun terkena serangga. Selanjutnya, benjolan bisul akan muncul ketika nanah sudah terkumpul di bawah bagian kulit tersebut. Namun, bagi seseorang yang mempunyai alergi telur, mungkin saja akan muncul bintik kecil seperti bisul di kulitnya setelah memakan telur.

Sumber:

Benarkah Makan Telur Bisa Sebabkan Bisul? Halaman all - Kompas.com

Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dari D&I Skin Centre Denpasar mengatakan itu hanyalah mitos. Pada umumnya, makanan bukan penyebab utama munculnya bisul. Kemungkinan makanan manis atau lemak tinggi bisa menurunkan daya tahan kulit terhadap infeksi. Bisul merupakan infeksi folikel rambut dan jaringan kulit sekitarnya sehingga timbul benjolan nyeri yang memiliki mata bisul atau nanah pada ujungnya dan kemerahan di kulit sekitarnya. Faktor risiko terjadinya bisul erat dikaitkan dengan kebersihan tubuh. Bakteri biasanya akan mudah memasuki pori-pori dan menginfeksi folikel rambut.

Sumber

Himawan E. Rabu, 07 Okt 2020. Banyak Makan Telur Bikin Bisulan, Mitos atau Fakta?. Detik. DetikHealth.

Dari referensi yang saya baca Telur Sebabkan Bisul Hanya Mitos
Bisul atau yang dikenal dengan nama furunkel, merupakan benjolan merah yang kerap muncul pada kulit, berisi nanah, serta terkadang disertai rasa nyeri yang cukup mengganggu. Ada beberapa bagian tubuh yang kerap menjadi lokasi munculnya bisul.

Bisul merupakan kondisi yang disebabkan adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Infeksi dapat terjadi ketika bakteri masuk dalam folikel rambut melalui luka gores maupun gigitan serangga. Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya bisul, seperti kontak langsung dengan pengidap bisul, kurang menjaga kebersihan tubuh, imun tubuh yang rendah, iritasi pada kulit, hingga adanya penyakit kulit.

Nyatanya, mengonsumsi telur tidak dapat menyebabkan bisul , tetapi dapat tingkatkan risiko alergi telur. Seseorang yang mengalami alergi telur akan mengalami beberapa gejala, seperti biduran, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, mata gatal, hidung mengeluarkan lendir, hingga gangguan pencernaan.

Jadi, hanya sebuah mitos bahwa bisul disebabkan oleh telur. Tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan sehat agar imun tubuh tetap dalam keadaan optimal, sehingga bisul dapat diatasi dengan baik dan terhindar dari infeksi kulit.