Bantuan dari Penjara

image

Seorang lelaki tua hidup bersama istri tercinta di sebuah daerah di kawasan pegunungan. Ia ingin menanam kentang tetapi tenaganya sudah tidak kuat lagi. Hanya anak- laki-lakinya yang bisa membantunya tapi kini ia ada di dalampenjara karena dituduh terlibat aktivitas terorisme.

Tentu tuduhan itu sangat mengejutkannya. Ia yakin polisi salah tangkap. Ia tahu bahwa anaknya baik sekali kepribadiannya dan tidak mungkin terlibat gerakan jahat itu.

Pada suatu siang, orang tua itu menulis surat kepada anaknya yang ada dalam penjara dan menyebutkan kesulitan yang ia alami :

Anakku, aku merasa sangat sedih karena tampaknya aku tidak bisa menanami kebun kita tahun ini. Aku benci sekali tidak bisa bertanam karena ibumu selalu menantikan datangnya masa tanam. Aku terlalu tua untuk bisa membajak kebun sendirian. Apabila kau disini, semua ksulitan ini tak akan muncul. Aku tahu engkau akan mencangkul kebun kita bila kau tidak ada dalam penjara.

Salam,

Ayah

Tak lama kemudia, orang tua itu menerima surat dari anaknya yang ada dalam penjara. Salah satu petikannya: “Demi Tuhan, ayah, jangan menggali kebun kita!. Di situ saya menguburkan senjata-senjata itu!”.

Karena tahanan teroris itu masuk kategori sangat berbahaya polisi selalu memata-matai mereka. Diam-diam mereka memeriksa surat yang dikirim tahanan itu dengan membuka amplop danmembaca isisurat balasan itu. Tepat pada pukul 4 subuh pagi berikutnya, 12 polisi dan tentara diturunkan untuk mendatangi dan menggali kebun milik petani tua itu tanpa menemukan senjata.

Dengan diliputi kebingungan dan rasa khawatir, laki-laki tua iotu menulis surat lagi. Ia menceritakan kepada anaknya apa yang telah terjadi, dan bertanya kepadnya apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Jawaban anak itu adalah : “Datangah ke kebun dan tanami. Ayah, itulah hal terbaik yang bisa saya lakukan untukmu, dari sini”. Ayah baru menyadari kalau anaknya membuat trik agar polisi datang ke rumahnya untuk membentu membajak kebunnya.

Moral : tidak soal dimana engkau berada di dunia ini, apabila engkau punya niat yang kuat untuk melakukan sesuatu dari hati terdalam, engkau dapat melakukannya. Jadi bila engkau ingin menolong orang lain, jangan pikirkan dimana engkau atau orang lain berada.

Referensi

Ardison, M S. Kesepakatan di Surga: Kisah-Kisah Inspiratif. Google Book.