© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bahasa Tubuh seperti apa yang harus Diperhatikan dalam Berkomunikasi?

Bahasa merupakan bagian dari komunikasi untuk mentransformasikan pikiran dan perasaan agar dipahami oleh orang lain. Ketika tubuh secara terus-menerus digunakan untuk menyampaikan pesan, maka disebut komunikasi tubuh, tetapi jika seseorang memahami tubuh sebagai isyarat, tanda, atau simbol, maka disebut bahasa tubuh.

Bahasa tubuh seperti apa yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi ?

You can not NOT communicate” (Anthony Robbins, 1999)

Kalimat diatas terlihat aneh, tetapi itulah kenyataannya. Anda tidak akan dapat mengihindari untuk tidak berkomunikasi dengan orang lain ketika anda bertemu dengannya. Bahkan ketika anda diam-pun sebetulnya anda tetap melakukan komunikasi.

Masih ingat dengan Mr Bean, serial TV populer tahun 90-an ?

Mr Bean sangat jarang mengeluarkan suara, ketika mengeluarkan suara-pun biasanya terdengar dengan sangat tidak jelas. Tetapi mengapa kita bisa mengerti, tertawa, dengan alur ceritanya ?

Itulah yang dinamakan bahasa tubuh.

Bahasa tubuh umumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Komunikasi yang (umumnya) tidak disadari.
  • Menunjukkan internal reality seseorang, yang ‘keluar’ mendahului bahasa verbal.
  • Sangat berpengaruh dan perlu dioptimalkan sesuai tujuan komunikasi.
  • Jika berlawanan dengan bahasa verbal, akan mengurangi kekuatan komunikasi.
  • Jika selaras dengan bahasa verbal, akan menambah kekuatan komunikasi.

Tetapi, hal terpenting yang perlu anda perhatikan adalah, bahasa tubuh bukanlah bahasa yang universal sepenuhnya. Tidak semua bangsa memiliki arti yang sama untuk sebuah bahasa nonverbal tertentu. Misalnya :

  1. Orang India mengangguk artinya tidak setuju, bergeleng artinya setuju. Bangsa lain melakukan sebaliknya.
  2. Tangan mengacung dengan jari telunjuk dan jempol membentuk lingkaran, bagi orang Perancis artinya nol, bagi orang Yunani artinya Penghinaan, bagi orang Amerika artinya bagus.

Berikut bahasa tubuh yang umum berlaku di Indonesia, dan mungkin di banyak belahan dunia lainnya :

*1. Personal Space/Jarak Berdiri Antara 2 orang

Menandakan:

  • Wilayah geografis yang dipersepsikan sebagai teritori pribadi.
  • Jarak yang menunjukkan jauh dekatnya suatu hubungan antara 2 orang.

Manfaat:

Untuk memacu keakraban, dengan sengaja perdekat jarak secara gradual saat berkenalan atau melobby seseorang.

2. Senyum

Menandakan :

Perasaan orang sedang senang hati, nyaman, setuju.

Manfaat:

  • Tersenyum lebih dahulu, untuk merangsang orang match dengan Anda.
  • Gabungkan senyuman Anda dengan anggukan.

3. Ekspresi muka

Menandakan:
Kondisi pikiran seseorang.

Manfaat:

  • Berdampak sangat besar pada pembentukan persepsi.
    Ada orang yang ekspresi mukanya selalu nampak mismacth (bawaan lahir) maupun habituasi (controlled face, poker face, wall face).

4. Open Posture

Menandakan:
Seseorang merasa terbuka, percaya diri.

Manfaat:
Membuat orang lain merasa Anda yakini.

Hindari:

  • Menyilangkan tangan.
  • Memasukkan tangan ke dalam saku/di belakang.
  • Memeluk barang secara defensif (tas wanita, dompet, dll)

5. Forward Lean (Tubuh condong ke depan ke arah lawan bicara)

Menandakan:
Lawan bicara tertarik pada pembicaraan kita.

Manfaat:

  • Membuat lawan bicara merasa nyaman, condongkan tubuh Anda, posisikan menghadap lawan bicara.
  • Bila posisi Anda di sampingnya, lakukan dengan agak miring.

6. Touch

Menandakan:
Orang merasa mulai akrab.

Manfaat:

  • Mempercepat keakraban, misalnya memberikan sentuhan berupa jabat tangan di awal pertemuan.
  • Lakukan sentuhan sepanjang dilakukan dengan sopan dan memungkinkan.
  • Sentuhan dianggap “netral” di punggung tangan. Lakukan sealami mungkin, tidak kelihatan nafsu atau menyengaja.

7. Eye Contact (soft and warm)

Menandakan:
Keterbukaan, apa adanya, terus terang.

Manfaat:

  • Meningkatkan kepercayaan lawan bicara pada kita dengan cara selalu bertatapan dengan mata lawan bicara secara hangat (senyum).
  • Tatapan di daerah sekitar area mata dan hidung.
  • Jangan main mata/piknik ke daerah erogen (erotis).

8. Anggukan kepala

Menandakan:

  • Persetujuan, afirmasi, akrab, suka.
  • Terkecuali orang India.

Manfaat:

  • Pada saat mendengarkan lawan bicara, anggukan kepala dengan halus dan sinkron. Saat terbaik adalah di setiap jeda kata lawan bicara, atau saat kalimat mereka memerlukan persetujuan.
  • Saat mengucapkan kalimat untuk mendapatkan persetujuan (termasuk kalimat perintah), maka anggukkan kepala Anda sendiri.

9. Meletakkan tangan seperti bertopang dagu/menelpon dengan kepala dan badan tegak

Menandakan:
Kondisi seseorang sedang menganalisa/menimbang pembicaraan orang lain.

Manfaat:
Hindari meletakkan tangan seperti itu saat mendengarkan lawan bicara.

10. Mengangkat satu kaki dan kedua tangan di belakang kepala

Menunjukkan:
Seseorang tengah merasa dominan, menantang, berkuasa.

Manfaat:
Hindari bersifat seperti ini.

11. Menggaruk belakang kepala/leher

Menandakan:

  • Kesan bohong/ragu.
  • Kesan lebih kuat jika muka dialihkan dari lawan bicara.

Manfaat:
Hindari melakukan seperti itu.

12. Menjulurkan tangan kepada lawan bicara dengan telapak tangan di atas

Menandakan:
Kesan jujur, terus terang.

Manfaat:
Saat mengatakan suatu fakta atau menanggapi tuduhan yang tidak benar, lakukan hal ini dengan disertai senyum datar.

13. Memukul tubuh sendiri (kepala, dahi atau paha)

Menandakan:
Sedang kelupaan atau menyalahkan diri sendiri.

Manfaat:
Jika lawan bicara melakukan itu, terima saja, jangan disalahkan lagi, gunakan sebagai face saving.

14. Tangan membentuk Piramid

Menandakan:
Sikap percaya diri, punya pendapat yang diyakini.

Manfaat:
Lakukan saat diperlukan.

15. Menguasai Gerakan Tangan (menggambarkan sesuai dengan perkataan)

Menandakan:
Pembicara adalah orang yang berpikir secara visual.

Manfaat:

  • Untuk meningkatkan impresi kata-kata, gerakkanlah tangan mengikuti kata yang Anda jelaskan.
  • Akan lebih mudah diingat.