Bagaimanakah proses pembuatan lukisan tradisional Bali?

Bali memiliki banyak keunikan, dalam menciptakan suatu karya, salah satunya yaitu pada seni lukis.
Bagaimanakah proses pembuatan lukisan tradisional Bali?

Proses pembuatan lukisan tradisional Bali

Seniman tradisional menggunakan pigmen alami, pena dan kuas buatan. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka berusaha untuk menciptakan kesempurnaan garis, bentuk, proporsi maupun komposisi warna sesuai dengan aturan ikonografi. Seniman tradisional merasakan sebuah kebanggaan ketika ada seniman lain yang mencoba untuk meniru karya mereka.

Menurut pendapat saya, proses pembuatan lukisan di Bali dilakukan secara bertahap, satu lukisan dapat diselesaikan dalam waktu berhari-hari. Hal ini dapat terjadi karena lukisan Bali memiliki tingkat ketelitian yang dalam disetiap penggambaran objeknya. Menurut sebuah sumber yang saya temukan, pengerjaan karya lukisan Bali yang memerlukan tahapan-tahapan proses, seperti nyeket,(sketsa) ngontur,(mempertegas sketsa dengan tinta) ngeskes/nyelah, (mengatur volume objek-objek karya, jauh deketnya) ngewarna,(memberian warna), nyenter (memberikan tekanan jatuhnya cahaya pada objek karya) dan lain-lain, sehingga Setiap perupa punya pekerjaan rumah masing-masing untuk kreatif menjelajah ‘aliran, gaya, mazab’ yang hadir dalam perkembangan seni lukis Bali.

Gambar lukisan di atas merupakan salah satu contoh lukisan tradisional Bali dengan penggambaran objek yang sangat detail.