Bagaimanakah kebutuhan gizi (Nutrisi) pada balita?

Bagaimanakah kebutuhan gizi (Nutrisi) pada balita?

Kebutuhan nutrisi manusia tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, baik bayi, balita, anak-anak, remaja, sampai dengan orang tua memiliki angka kecukupan gizi yang bervariasi.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan standar resmi angka kecukupan gizi (AKG) untuk berbagai nutrisi yang ada dan dikategorikan untuk berbagai kalangan. Hal ini sesuai dengan lampiran peraturan MenKes RI Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia.

Bagaimanakah kebutuhan gizi (Nutrisi) pada balita ?

2 Likes

Gizi (nutrients) merupakan ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Disamping untuk kesehatan, gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang, karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja (Almatsier, 2002).

Konsumsi makanan merupakan faktor utama yang berperan terhadap status gizi seseorang. Metode pengukuran konsumsi pangan untuk individu, antara lain metode recall 24 jam, metode estimated food recall, metode penimbangan makanan (food weighing), metode dietary history, dan metode frekuensi makanan (food frequency).

Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah banyaknya zat-zat minimal yang dibutuhkan seseorang untuk mempertahankan status gizi yang adekuat. AKG yang dianjurkan didasarkan pada patokan berat badan untuk masing-masing kelompok umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, kondisi khusus (hamil dan menyusui) dan aktivitas fisik (Almatsier, 2002).

Kebutuhan Gizi pada Balita


Energi

Energi dalam makanan berasal dari nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Setiap gram protein menghasilkan 4 kalori, lemak 9 kalori dan karbohidrat 4 kalori. Distribusi kalori dalam makanan anak yang dalam keseimbangan diet (balanced diet) ialah 15% berasal dari protein, 35% dari lemak dan 50% dari karbohidrat. Kelebihan energi yang tetap setiap hari sebanyak 500 kalori, dapat menyebabkan kenaikan berat badan 500 gram dalam seminggu (Soediaoetama, 2004)

Tabel Angka Kecukupan Energi Untuk Anak Balita

Golongan umur (tahun) Kecukupan Energi Kal/kg BB/hari
1 990 110
1- 3 1200 100
4- 5 1620 90

Sumber : Soediaoetama, 2004

Protein

Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial. Akan tetapi dalam praktek sehari-hari umumnya dapat ditentukan dari asalnya. Protein hewani biasanya mempunyai nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan protein nabati. Protein telur dan protein susu biasanya dipakai sebagai standar untuk nilai gizi protein.

Nilai gizi protein nabati ditentukan oleh asam amino yang kurang (asam amino pembatas), misalnya protein kacang-kacangan. Nilai protein dalam makanan orang Indonesia sehari-hari umumnya diperkirakan 60% dari pada nilai gizi protein telur (Soediaoetama, 2004).

Tabel Angka Kecukupan Protein Anak Balita (gr/kgBB sehari )

Umur (tahun) gram / hari
1 1,27
2 1,19
3 1,12
4 1,06
5 1,01

Sumber : Soediaoetama, 2004

Lemak

Lemak merupakan komponen struktural dari semua sel-sel tubuh, yang dibutuhkan oleh ratusan bahkan ribuan fungsi fisiologis tubuh (McGuire & Beerman, 2011). Lemak terdiri dari trigliserida, fosfolipid dan sterol yang masing-masing mempunyai fungsi khusus bagi kesehatan manusia. Sebagian besar (99%) lemak tubuh adalah trigliserida. Trigliserida terdiri dari gliserol dan asam-asam lemak. Disamping mensuplai energi, lemak terutama trigliserida, berfungsi menyediakan cadangan energi tubuh, isolator, pelindung organ dan menyediakan asam-asam lemak esensial (Mahan & Escott-Stump, 2008).

Tabel Tingkat Kecukupan Lemak Anak Balita

Umur (tahun) Gram
0-5 bulan 31
6-11 bulan 36
1-3 tahun 44
4-6 tahun 62

Sumber : Hardinsyah, 2012

Vitamin dan Mineral

Pada dasarnya dalam ilmu gizi, nutrisi atau yang lebih dikenal dengan zat gizi dibagi menjadi 2 macam, yaitu makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi terdiri dari protein, lemak, karbohidrat dan beberapa mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang besar. Sedangkan mikronutrisi (mikronutrient) adalah nutrisi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sangat sedikit (dalam ukuran miligram sampai mikrogram), seperti vitamin dan mineral (Sandjaja, 2009).

Menurut Almatsier (2001), vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sangat kecil. Vitamin dibagi menjadi 2 kelompok yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang tidak larut dalam air (vitamin A, D, E dan K). Menurut Soerdarmo dan Sediaoetama (1977), satuan untuk vitamin yang larut dalam lemak dikenal dengan Satuan Internasional (S.I) atau I.U (International Unit). Sedangkan yang larut dalam air maka berbagai vitamin dapat diukur dengan satuan milligram atau mikrogram.

Mineral merupakan bagian dari tubuh dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan, berperan dalam berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim-enzim (Almatsier, 2001).

Tabel Tingkat Kecukupan Vitamin dan Mineral Anak Balita

Umur Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat besi (mg) Vitamin A (RE) Vitamin C (mg)
0 - 5 bulan 200 100 0,5 375 40
6 - 11 bulan 400 225 7 400 40
1 - 3 tahun 500 400 8 400 40
4 - 6 tahun 500 400 9 450 45

Sumber : Angka Kecukupan Gizi, 2004

Berikut adalah data lengkap terkait dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Tabel AKG.pdf (86.9 KB)

Makanan sebagai sumber zat gizi yang dimana didalam makanan terdapat enam jenis zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Zat gizi ini diperlukan bagi bayi sebagai zat tenaga, zat pembangun , dan zat pengatur.

  • Zat tenaga
    Zat gizi yang menghasilkan tenaga atau energi adalah karbohidrat , lemak, dan protein. Bagi bayi, tenaga diperlukan untuk melakukan aktivitasnya serta pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, kebutuhan zat gizi sumber tenaga bayi relatif lebih besar daripada orang dewasa.

  • Zat Pembangun
    Protein sebagai zat pembangun bukan hanya untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan organ-organ tubuh bayi, tetapi juga menggantikan jaringan yang aus atau rusak.

  • Zat pengatur
    Zat pengatur berfungsi agar faal organ-organ dan jaringan tubuh termasuk otak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Berikut ini zat yang berperan sebagai zat pengatur :

    • Vitamin, baik yang larut air ( vitamin B kompleks dan vitamin C ) maupun yang larut dalam lemak ( vitamin A, D, E, dan K ).
    • Berbagai mineral, seperti kalsium, zat besi, iodium, dan flour.
    • Air, sebagai alat pengatur vital kehidupan sel-sel tubuh.

Kebutuhan Gizi Bayi

Kebutuhan gizi seseorang adalah jumlah yang diperkirakan cukup untuk memelihara kesehatan pada umumnya. Secara garis besar, kebutuhan gizi ditentukan oleh usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, dan tinggi badan. Antara asupan zat gizi dan pengeluarannya harus ada keseimbangan sehingga diperoleh status gizi yang baik. Status gizi bayi dapat dipantau dengan menimbang anak setiap bulan dan dicocokkan dengan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Kebutuhan Energi

Kebutuhan energi bayi relatif besar dibandingkan dengan orang dewasa, sebab pada usia tersebut pertumbuhannya masih sangat pesat. Kecukupannya akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Kebutuhan zat pembangun

Secara fisiologis, bayi sedang dalam masa pertumbuhan sehingga kebutuhannya relatif lebih besar daripada orang dewasa. Namun, jika dibandingkan dengan bayi yang usianya kurang dari satu tahun, kebutuhannya relatif lebih kecil.

Kebutuhan zat pengatur

Kebutuhan air pada bayi dalam sehari berfluktuasi seiring dengan bertambahnya usia.

Golongan Umur ( tahun ) Kebutuhan Energi ( kkal / kg BB )
Pria Wanita
0-1 110 – 120 110 – 120
1- 3 100 100
4- 6 90 90
6 - 9 80 – 90 60 – 80
10 -14 50 – 70 40 – 55
14 -18 40 – 50 40

Angka Kecukupan Gizi ( AKG )

Bayi membutuhkan Nutrisi dalam jumlah yang memadai untuk bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangannya yang berjalan dengan pesat. Makanan yang diberikan tidaklah cukup hanya sekadar membuhi rasa laparnya saja. Namun yang terpenting juga harus memnuhi Angka Kecukupan Gizi yang telah ditetapkan berdasarkan usia anak.

Pemberian Nutrisi yang baik dan tepat akan sangat penting untuk menunjang kesehatan anak. Kebutuhan nutrisi bayi tentu saja berbeda dengan kebutuhan nutrisi pada orang dewasa, sehingga Angka Kecukupan Gizinya pun tentu akan berbeda.

Perbedaan ini terlihat baik dalam hal jumlah maupun proporsi nutrisinya. Misalnya saja proporsi Zat Gizi Mikro. Pada bayi, proporsi Lemak lebih banyak dibutuhkan dibandingkan dengan proporsi Karbohidrat dan Protein. Kebutuhan nutrisi pada bayi akan terus mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia dan aktivitasnya.

Angka Kecukupan Gizi ialah angka yang memberi informasi mengenai kebutuhan tubuh secara umum akan nutrisi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tersebut. Namun, angka kecukupan gizi ini bukanlah angka yang mutlak. Hal ini dikarenakan angka kecukupan gizi ini bisa saja berbeda antara satu dengan yang lain. Perbedaan ini biasanya tergantung pada kebutuhan setiap individu, dipengaruhi pula oleh Gender, Berat Badan, Tinggi Badan dan juga Aktivitas fisik.

Angka Kecukupan Gizi pada Bayi Usia 0 – 6 bulan

Pada saat bayi semua kebutuhannya akan gizi sudah terpenuhi dengan baik oleh Air Susu Ibu ( ASI ). Sehingga tidak diperlukannya makanan tambahan sebelum bai berusia 6 bulan. Peranan ASI dalam mencukupi kebutuhan bayi pun berkurang ketika bayi berusia 6 bulan. Ketika itu, ASI hanya mampu mencukupi sekitar 70 % dari kebutuhan nutrisi bayi. Sementara sisanya harus terpenuhi dari makanan tambahan yang diberikan sebagai pendamping ASI.

Berikut ini adalah Angka Kecukupan Gizi bayi berusia 0 – 6 bulan

Jeniz Zat Banyaknya
Energy 550 kkal
Protein 10 gr
Vit A 375 RE
Vit D 5 ug
Vit E 4 mg
Vit K 5 ug
Thiamin 0,3 mg
Riboflavin 0,3 mg
Niasin 2 mg
Asam Folat 65 ug
Piridoksin 0,1 mg
Vit B12 0,4 ug
Vit C 40 mg
Kalsium 200 mg
Fosfor 100 mg
Magnesium 25 mg
Besi 0,5 mg
Yodium 0 ug
Seng 1,3 mg
Selenium 5 ug
Mangan 0,003 mg
Flour 0,01 mg

Angka Kecukupan Gizi pada Bayi Usia 6 bulan – 1 tahun

Tahun pertama merupakan masa penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan bayi. Biasanya bayi mengalami pertumbuhan yang pesat pada masa ini, sehinga angka kecukupan gizinya pun tentu juga bertambah. Selain itu, bayi juga mulai diberikan makanan tambahan sebagai pendamping ASI.

  1. Energi

    Kebutuhan energy bayi pada usia ini adalah 2 – 4 kali lebih besar dibandingkan energy yang dibutuhkan oleh orang dewasa. Tingginya asupan kalori ini digunakan untuk menunjang begitu pesatnya pertumbuhan dan perkembangan anak serta cepatnya metabolisme dalam tubuh bayi. Itulah sebabnya mengapa bayi lebih sering dan cepat merasa lapar dibandingkan orang dewasa. Kebutuhan energy pada usia ini adalah 950 kkal / hari.

  2. Protein

    Protein dikenal memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, protein yang terdapat dalam ASI mengandung asam amino essensial yang sangat dibutuhkan yubuh, namun jumlah asupan protein tidaklah melebihi 20 % dari asupan total makanan. Karena kelebihan protein protein akan memperberat kerja ginjal bayi.

  3. Lemak

    Lemak berperan sebagai sumber energy terbesar bagi bayi. Dari total keseluruhan energy, lemak yang dibutuhkan ialah sekitar 30 -50 %. Jumlah ini merupakan jumlah proporsional sesuai dengan angka kecukupan gizi bayi. Jia terlalu banyak yang masuk kedalam tubuh makaakan mengakibatkan ganguan pencernaan.Berperan penting dalam proses tumbuh kembang sel-sel saraf otak untuk kecerdasan anak. Lemak yang diperlukan yaitu asam lemak esensial (asam linoleat atau omega 6, asam linolenat atau omega 3) dan asam lemak non esensial (asam oleat atau omega 9, EPA, DHA, AA.

  4. Vitamin dan Mineral

    Terdapat berbagai masam Vitamin yang dibutuhkan oleh bayi. Namun diawal kehidupannya, Vitamin K merupakan vitamin essensial yang diperlukan. Vitamin K berperan dalam hal pencegahan terhadap resiko terjadinya perdarahan pada bayi baru lahir. Selain itu, vitamin yang dibutuhkan ialah Vitamin D yang berperan dalam pembentukan tulang dan gigi serta membantu penyerapan kalsium oleh tubuh. Selain itu, cadangan zat besi pada bayi biasanya akan mulai berkurang pada usia sekitar 4 bulan. Itulah sebabnya penting untuk memberikan suplementasi zatbesi ketika bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI. Makanan yang kaya aka zat besi adalah Beras Merah, Daging Merah, Hati dsb. Yodium dan Seng adalah jenis mineral penting yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan bayi.

  5. Yodium

    Berperan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh sehingga tidak mengalami hambatan seperti kerdil atau ukuran tubuh tidak berkembang. Selain itu juga berperan dalam proses metabolisme tubuh, mengubah karoten yang terdapat dalam makanan menjadi Vit. A.

  6. Air

    Kebutuhan air pada bayi sekitar 1,5 ml untuk setiap kalori yang terkandung dalam makanannya. Kebutuhan akan air biasanya sudah terpenuhi dari ASI atau susu formula yang biasa dikonsumsinya. Sebab, keduanya mengandung 95 % air. Namun dalam beberapa kondisi tertentu,dibutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Misalnya saat bayi diare, demam, dan juga muntah muntah. Kondisi tersebut bisa menyebakan bayi mengalami dehidrasi jika tidak dibarengi dengan tambahan air yang memadai.

  7. Kalsium

    Penting dalam pembentukan tulang dan gigi, kontraksi dalam otot, membantu penyerapan vitamin B12 (untuk mencegah anemia dan membantu sel darah merah).

  8. Zinc atau Zat Seng

    Tersebar di semua sel, jaringan dan organ tubuh. Diperlukan untuk pertumbuhan fungsi otak dan mempengaruhi respons tingkah laku dan emosi anak.

  9. Zat Besi

    Diperlukan untuk pertumbuhan fisik dan mempengaruhi penggunaan energi yang diperlukan tubuh, pembentukan sel darah yang membantu proses penyebaran zat gizi serta oksigen ke seluruh organ tubuh.

  10. Asam Folat

    Sangat penting pada masa pertumbuhan anak, memproduksi sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang, berperan dalam pematangan sel darah merah dan mencegah anemia. (Mia/Igw)

Berikut ini adalah Angka Kecukupan Gizi berdasarkan jenis zat gizi pada bayi 6 bln – 1 thn :

Jeniz Zat Banyaknya Jeniz Zat Banyaknya
Energy 650 kkal Vit B12 0,5 ug
Protein 16 gr Vit C 40 mg
Vit A 400 RE Kalsium 400 mg
Vit D 5 ug Fosfor 225 mg
Vit E 5 mg Magnesium 55 mg
Vit K 10 ug Besi 7 mg
Thiamin 0,4 mg Yodium 90 ug
Riboflavin 0,4 mg Seng 7,5 mg
Niasin 4 mg Selenium 10 ug
Asam Folat 80 ug Mangan 0,6 mg
Piridoksin 0,3 mg Flour 0,4 mg

Gizi merupakan faktor penting dalam pola tumbuh kembang balita. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang bisa diukur dan berdampak pada aspek fisik. Sedangkan perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar, yaitu :

  1. Kebutuhan fisik biomedis (ASUH), meliputi : Pangan / gizi yang merupakan kebutuhan terpenting; Perawatan kesehatan dasar antara lain imunisasi, pemberian ASI, penimbangan bayi / anak secara teratur; Papan / pemukiman yang layak; Higiene perorangan, sanitasi lingkungan; Kesegaran jasmani, rekreasi.

  2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH) terdiri dari: Hubungan yang erat, mesra dan selaras antara ibu / pengganti ibu dengan anak merupakan syarat mutlak untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental maupun psikososial. Ini diwujudkan dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin. Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat ( bonding ) dan kepercayaan dasar ( basic trust ),

  3. Kebutuhan akan stimulasi (ASAH) : Stimulasi merupakan cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. Stimulasi mental (ASAH) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral etika, produktivitas.

Faktor yang mempengaruhi status gizi, Gangguan gizi pada balita merupakan dampak kumulatif dari berbagai faktor baik yang berpengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap gizi anak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan menjadi perbedaan dewasa dengan balita dalam hal kebutuhan gizi adalah gula & garam,- lupakan penggunaan gula dan garam pada menu bayi. Kalau pun ia sudah berusia di atas 1 tahun, batasi penggunaannya. Konsumsi garam untuk balita tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimum orang dewasa sehari atau kurang dari 1 gram. Cermati makanan balita Ibu karena makanan orang dewasa belum tentu cocok untuknya. Kadang makanan Ibu terlalu banyak garam atau gula, atau bahkan mengandung bahan pengawet atau pewarna buatan. Berikutnya adalah Porsi Makan - Porsi makan anak juga berbeda dengan orang dewasa. Mereka membutuhkan makanan sumber energi yang lengkap gizi dalam jumlah lebih kecil namun sering. Selanjutnya yaitu Kebutuhan energi & nutrisi - Bahan makanan sumber energi seperti karbohidrat, protein, lemak serta vitamin, mineral dan serat wajib dikonsumsi anak setiap hari. Atur agar semua sumber gizi tersebut ada dalam menu sehari. Terakhir adalah Susu Pertumbuhan – Susu sebagai salah satu sumber kalsium, juga penting dikonsumsi balita. Sedikitnya balita butuh 350 ml/12 oz per hari. Berikut adalah contoh jadwal makan pada balita :

  1. Pukul 06.00 Susu ;
  2. Pukul 08.00 Bubur saring/Nasi tim ;
  3. Pukul 10.00 Susu/Makanan selingan;
  4. Pukul 12.00 Bubur saring/Nasi tim;
  5. Pukul 14.00 Susu
  6. Pukul 16.00 Makanan selingan;
  7. Pukul 18.00 Bubur saring /nasi tim;
  8. Pukul 20.00 Susu.

Adapun bahan makanan yang harus dihindari pada usia 1-5 tahun yaitu makanan yang terlalu berminyak, junk food, dan makanan berpengawet sebaiknya dihindari. Gunakan bahan makanan segar untuk menu makan keluarga terutama untuk balita. Penggunaan garam. bila memang diperlukan sebaiknya digunakan dalam jumlah sedikitdan pilih garam beryodium yang baik untuk kesehatan. Bila membeli makanan dalam kemasan, perhatikan juga kandungan garamnya dan zat lain serta tanggal penggunaan. Aneka jajanan di pinggir jalan yang tidak terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. Ibu bisa membuat sendiri β€˜jajanan’ untuk balita hingga ia tidak tergiur untuk jajan. Biasakan mengolah telur sampai matang untuk menghindari bakteri yang dapat mengganggu pencernaan. Jenis kacangkacangan bisa juga menjadi pencetus alergi, jangan berikan kacang kacangan bila si balita belum terampil mengunyah karena bisa tersedak. Kebutuhan gizi balita meliputi : Asupan makanan sehari untuk anak harus mengandung 10-15% kalori, 20-35% lemak, dan sisanya karbohidrat. Setiap kg berat badan anak memerlukan asupan energi sebanyak 100 kkal. Asupan lemak juga perlu ditingkatkan karena struktur utama pembentuk otak adalah lemak. Lemak tersebut dapat diperoleh antara lain dari minyak dan margarin.

Referensi

Mardalena, I dan Suryani, E. 2016. Ilmu Gizi. Jakarta : Pusdik SDM Kesehatan dan kementerian Kesehatan Republik Indonesia.