Bagaimanakah interaksi yang terjadi pada Zat Pelarut dengan Zat Terlarut dalam sebuah larutan?

Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat.

Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven.

Bagaimanakah interaksi yang terjadi pada Zat Pelarut dengan Zat Terlarut dalam sebuah larutan?

Kelarutan zat dalam pelarutnya berdasarkan prinsip like dissolves like yaitu zat akan larut dalam pelarut yang sesuai atau sama.

Di bawah ini beberapa mekanisme zat dapat larut dalam pelarutnya:

1. Pelarut Polar.

Kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarut yaitu oleh momen dipolnya. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lain.

Pelarut polar seperti air bertindak dengan mekanisme sebagai berikut:

  • Disebabkan karena tingginya tetapan dielektrik yaitu sekitar 80 untuk air. Pelarut polar mengurangi gaya tarik-menarik antara ion dalam kristal yang bermuatan berlawanan seperti natrium klorida.

    Contoh:
    Kloroform mempunyai tetapan dielektrik 5 dan benzena sekitar 1 atau 2, oleh karena itu senyawa ionik praktis tidak larut dalam pelarut ini.

  • Pelarut polar memecahkan ikatan kovalen pada elektrolit kuat dengan reaksi
    asam basa karena pelarut ini bersifat amfiprotik. Sebagai contoh, air menyebabkan ionisasi HCl sebagai berikut.

    image

    Contoh:

    Asam organik lemah kelihatannya tidak cukup terionisasi oleh air; di sini dikenal istilah kelarutan parsial, di mana kelarutan ini disebabkan oleh pembentukan ikatan hidrogen dengan air.
    Tetapi fenol dan asam karboksilat mudah larut dalam larutan basa kuat

    image

  • Akhirnya pelarut polar mampu melarutkan molekul dan ion dengan adanya gaya interaksi dipol, terutama pembentukan ikatan hidrogen, yang menyebabkan kelarutan dari senyawa tersebut.

    Zat terlarut harus bersifat polar karena seringkali harus bersaing untuk mendapatkan tempat dalam struktur pelarut apabila ikatan dalam molekul pelarut tersebut telah berasosiasi.

    Contoh:
    Interaksi ion-dipol di antara garam natrium dan asam oleat dengan air dapat digambarkan sebagai berikut.

    image

2. Pelarut Non Polar

  • Pelarut non polar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antara ion-ion elektrolit karena tetapan dieletriknya rendah.

  • Pelarut non polar juga tidak bisa memecahkan ikatan kovalen dan tidak dapat
    mengionisasi elektrolit lemah karena pelarut nonpolar termasuk dalam golongan pelarut aprotik.

  • Pelarut non polar tidak dapat membentuk jembatan hidrogen dengan
    nonelektrolit.

  • Senyawa nonpolar dapat melarutkan zat terlarut nonpolar dengan tekanan dalam yang sama melalui interaksi dipol induksi.

  • Molekul zat terlarut tetap berada dalam larutan dengan adanya gaya sejenis
    yaitu gaya van der Waals - London yang lemah.

  • minyak dan lemak larut dalam karbon tetraklorida, benzena dan minyak mineral.

  • Alkaloida basa dan asam lemak larut dalam pelarut nonpolar.

3. Pelarut Semi Polar

  • Pelarut semipolar seperti keton dan alkohol dapat menginduksi suatu derajat
    polaritas tertentu dalam molekul pelarut nonpolar, sehingga menjadi dapat larut dalam alkohol, contohnya benzena yang mudah dapat dipolarisasikan.

    image

  • Kenyataannya, senyawa semipolar dapat bertindak sebagai pelarut perantara
    yang dapat menyebabkan bercampurnya cairan polar dan nonpolar.


Tabel Polaritas Beberapa Pelarut dan Zat Terlarut yang Mudah Larut dalam Setiap Kelas Pelarut.( Martin, A.N., (1993), Physical Pharmacy,)

Sumber :
Santi. Sinala, Farmasi Fisika, 2016, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.