Bagaimanakah dampak bencana alam terhadap perubahan perilaku sosial?

perilaku sosial

Dampak yang diakibatkan oleh bencana alam bisa dikatakan cukup banyak, mulai dari segi ekonomi sampai ke segi sosial masyarakat terutama terhadap perubahan perilaku sosial.

Bagaimana bencana berdampak terhadap perubahan perilaku sosial masyarakat ?

Perubahan sosial adalah perubahan umum yang terjadi pada masyarakat. Perubahan ini berupa perubahan struktur sosial dan pola budaya masyarakat yang berupaya untuk meninggalkan faktor-faktor dan unsur sosial yang lama ke suatu bentuk dan unsur sosial yang baru (Masrijal, 2014).

Banyak faktor yang mengakibatkan perubahan struktur sosial pada masyarakat. Salah satunya yaitu bencana alam. Menurut Fakhrul (2018), perubahan perilaku sosial yang diakibatkan oleh bencana alam dapat berupa fisik dan psikis, diantaranya :

  1. Berkurangnya sikap kekeluargaan dan gotong royong. Perilaku ini dapat dilihat pada masyarakat pasca bencana alam, terutama terjadi saat penerimaan bantuan bencana alam. Sebagian masyarakat lebih mementingkan dirinya sendiri sehingga beberapa masyarakat yang lain tidak mendapat bantuan.

  2. Berkurangnya kegiatan rutin yang sering dilakukan masyarakat sebelum bencana alam, seperti gotong royong, kegiatan keagamaan, pengajian dll.

  3. Adanya korban jiwa akibat bencana alam yang menyebabkan berkurangnya anggota keluarga masyarakat. Hal ini mengakibatkan trauma psikis terhadap korban bencana alam.

  4. Rusak dan hancurnya tempat tinggal masyarakat sehingga masyarakat harus tinggal di tempat seadanya.

  5. Rusaknya fasilitas umum seperti masjid, balai desa, sekolah, jalan dll yang berfungsi sebagai penunjang kehidupan masyarakat.

  6. Sebagian besar masyarakat kehilangan pekerjanya sehingga banyak masyarakat yang menjadi pengangguran.

Konsep Perubahan Sosial

  • Perubahan sosial dapat dibayangkan sebagai perubahan yang terjadi di dalam atau mencakup sistem sosial. Lebih tepatnya, terdapat perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu berlainan. Berbicara tentang perubahan, kita membayangkan sesuatu yang terjadi setelah jangka waktu tertentu. Kita berurusan dengan perbedaan keadaan yang diamati antara sebelum dan sesudah jangka waktu tertentu.

  • Menurut Strasser dan Randall (dalam Sztompka, 2004) untuk dapat menyatakan perbedaannya, ciri-ciri awal unit analisis harus diketahui dengan cermat meski terus berubah. Jadi konsep dasar perubahan sosial mencakup tiga gagasan:
    (1) Perbedaan;
    (2) pada waktu berbeda
    (3) di antara keadaan sistem sosial yang sama.

  • Terciptanya keseimbangan atau kegoncangan, konsensus atau pertikaian, harmoni atau perselisihan, kerja sama atau konflik, damai atau perang, kemakmuran atau krisis dan sebagainya, berasal dari sifat saling memengaruhi dari keseluruhan ciri-ciri sistem sosial yang kompleks itu. Bila dipisah-pisah menjadi komponen dan dimensi utamanya, teori sistem secara tak langsung menyatakan kemungkinan perubahan berikut:

  1. Perubahan komposisi (misalnya, migrasi dari satu kelompok ke kelompok lain, menjadi anggota satu kelompok tertentu, pengurangan jumlah penduduk karena kelaparan, bubarnya suatu kelompok).
  2. Perubahan struktur (misalnya, terciptanya ketimpangan, kristalisasi kekuasaan, munculnya ikatan persahabatan, terbentuknya kerja sama atau hubungan kompetitif).
  3. Perubahan fungsi (misalnya, spesialisasi dan diferensiasi pekerjaan, hancurnya peran ekonomi keluarga, diterimanya peran yang diindoktrinasikan oleh sekolah atau unuversitas).
  4. Perubahan batas (misalnya, penggabungan beberapa kelompok, atau satu kelompok oleh kelompok lain, mengendurnya kriteria keanggotaan, dan penaklukan).
  5. Perubahan hubungan antar subsistem (misalnya, penguasaan rezim politik atas organisasi ekonomi, pengendalian keluarga dan keseluruhan kehidupan privat oleh pemerintah totaliter).
  6. Perubahan lingkungan (misalnya, kerusakan ekologi, gempa bumi, munculya wabah atau virus HIV).
  • Adakalanya perubahan hanya terjadi sebagian, terbatas ruang lingkupnya, tanpa menimbulkan akibat besar terhadap unsur lain dari sistem. Sistem sebagai keseluruhan tetap utuh, tak terjadi perubahan menyeluruh atas unsur-unsurnya meski di dalamnya terjadi perubahan sedikit demi sedikit.

  • Contoh, kekuatan sistem politik demokratis terletak dalam kemampuannya menghadapi tantangan, mengurangi protes dan menyelesaikan konflik dengan mengadakan perombakan sebagian tanpa membahayakan stabilitas dan kontinuitas negara sebagai satu kesatuan. Perubahan seperti ini merupakan sebuah contoh perubahan di dalam sistem. Namun, pada kesempatan lain, perubahan mungkin mencakup keseluruhan (atau sekurangnya mencakup inti) aspek sistem, menghasilkan perubahan menyeluruh, dan menciptakan sistem baru yang secara mendasar berbeda dari sistem yang lama.

Perubahan seperti ini dicontohkan oleh semua revolusi sosial besar. Bila dilihat contoh definisi perubahan sosial, terlihat bahwa berbagai pakar meletakkan tekanan pada jenis perubahan yang berbeda. Namun sebagian besar mereka memandang penting perubahan struktural dalam hubungan, organisasi, dan ikatan antara unsur-unsur masyarakat. Konsep perubahan sosial ini berkaitan dengan apa yang akan diteliti bahwa bencana alam merupakan salah satu ciri-ciri perubahan sistem sosial yang termasuk dalam perubahan lingkungan.

Relasi Bencana dengan Perubahan Perilaku Sosial

  • Bencana alam di dalam negeri belakangan ini terus mendera. Seiring musim hujan, bencana alam di banyak daerah terjadi sambung-menyambung. Bencana tersebut terutama berupa banjir, tanah longsor, juga angin ribut atau topan. Di luar faktor musim hujan, bencana lain juga sesekali datang secara tiba- tiba, seperti gempa bumi, gunung meletus, serangan hama tanaman, serangan virus hewan ternak, dan banyak lagi.

  • Bencana alam juga banyak mengganggu kehidupan manusia, kehidupan sehari hari, kesehatan, pendidikan, ekonomi, atau yang lainnya. Bencana alam memang tidak bisa kita hindari, tetapi setidaknya kita bisa bersama sama menanggulanginya, memperkecil dampak negatifnya, serta mengurangi kegiatan yang bisa memperbesar pengaruh bencana alam.

  • Dampak yang ditimbulkan dari bencana alam ini bisa menyebabkan masyarakat mengalami beberapa gangguan, antara lain:

  1. Gejala stress

  2. Terganggunya aktivitas sehari-hari masyarakat yang meliputi aspek fisik maupun nonfisik.

  3. Menurunnya kualitas hidup

  4. Kekacauan Sosial

    Jika Bencana dapat merubah perilaku manusia, maka manusia juga harus merubah perilakunya terhadap alam

Referensi

Anastasya. 2010. Perubahan Pekerjaan Masyarakat Sebagai Akibat Dari Bencana Studi Kasus: Kawasan Wisata Volcano Tour Gunung Merapi, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman . Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 24 Nomor 4.

Fakih, Mansour. 2001. *Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi.*Yogyakarta: INSIS PRESS 2001

Handoyo, Eko. 2007. Studi Masyarakat Indonesia . Semarang: FIS UNNES. Kaplan, D. 2002. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kotowicz, Dawn. 2012. Post Tsunami Job Satisfaction Among the Fishers of Na Pru Village, on the Andaman Sea Coast of Thailand. International journal of Springer Science+Business Media B.V. (2012) .

Szompka, Piotr. 2005. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Predana Wimbardana, Ramanditya. 2014. Integrasi Rehabilitasi Sosio-Ekonomi Penduduk Setelah Gunung Merapi Tahun 2010 terhadap Perencanaan Pemulihan. Jurnal Resilience Development Initiative nomor 7. Bandung: Institut Teknologi Bandung.