Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan komitmen kita ?

Uplift Connect

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya. Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.

Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya, kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain.

Softskill juga harus di iringi dengan hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill yang berkualitas saja, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan memiliki hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, nah ilmu tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu, hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang berkualitas

Personal Commitment adalah tindakan atau kualitas secara sukarela dalam mengambil atau memenuhi kewajibannya. Apa yang membuat komitmen pribadinya adalah “berpribadi” dalam aspek sukarela.

Contohnya seperti bagaimana kita dapat bertahan dari pengaruh – pengaruh dari luar yang bersifat negatif untuk tetap fokus akan sesuatu yang sedang di kerjakan maupun yang akan direncanakan kedepannya.

Berikut hal -hal yang mungkin bisa menumbuhkan Soft Skill di bidang Personal Commitment,

Langkah awal yang bisa kita ambil dalam menumbuhkan sikap membentuk komitmen pada diri kita sendiri adalah dengan cara mencari peluang dan mengambil tanggung jawab tersebut, setelah kita mendapatkan peluang dan tanggung jawab itu kita harus ingin sukses dan mewujudkannya dalam artian mengumpulkan keinginan atau kemauan untuk bisa tetap konsisten untuk menjalankannya dan setelah itu bagaimana kita dapat mempertahankannya?

Tentunya kita harus meningkatkan kualitas dari apa yang kita tekuni tersebut, dari hal tersebut kita dapat simpulkan bahwa sesuatu yang dijalankan dengan sepenuh hati dan juga dengan niatan yang kuat akan menghasilkan sesuatu yang maksimal.

Mengapa Personal Commitment menjadi salah satu Soft Skill penting yang harus terdapat pada diri seseorang?

Dalam masa pertumbuhan manusia dari masa kanak-kanak menuju remaja lalu dewasa pastinya melalui tahapan-tahapan yang berbeda-beda dan juga memiliki kewajiban yang berbeda pula, pada proses inilah kedewasaan seseorang terlihat bagaimana seseorang tersebut mampu berkomitmen pada dirinya sendiri atau tidak akan sesuatu, bagaimana seseorang tersebut menyikapi dirinya sendiri dalam berkembang.

Karena jika seseorang yang belum bisa membentuk atau mengatur dirinya sendiri akan kesulitan dalam hal bekerja sama dan bertanggung jawab dengan sebuah instansi

Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan komitmen kita ?

Referensi
2 Likes

Hidup itu ibarat pilihan, ibarat Anda memilih mencintai seseorang maka tentu Anda harus siap berkomitmen. Sayangnya hal tersebut tidak bisa dilakukan banyak orang. Mereka sadar dengan komitmen yang mereka buat dalam pilihan hidupnya, namun saat menjalaninya mereka justru tidak bisa mempertahankan komitmennya. Disinilah hal yang menjadi pembeda antara Anda dan orang-orang sukses lainnya, Anda memang mampu berkomitmen tapi Anda tidak bisa mempertahankannya. Sementara dalam mencapai target hidup Anda harus mempertahankan apa yang Anda pilih dan terus menjalaninya dengan maksimal.

Memang untuk mempertahankan sebuah komitmen tidak mudah Anda lakukan, bahkan banyak orang yang berkata jika meraih sebuah hal itu jauh lebih mudah daripada mempertahankannya. Lantas bagaimana caranya mempertahankan apa yang sudah Anda tentukan? Berikut beberapa cara yang bisa membantu Anda.

Kendalikan Ketakutan Anda

Mempertahankan sebuah hal memang sulit, hal ini terjadi jika Anda sendiri membiarkan rasa takut menguasai diri Anda. Ketakutan menjadi masalah pertama yang harus Anda atasi, tidak harus hilang tapi cukup kendalikan. Mengendalikan ketakutan menjadi cara yang ampuh untuk mempertahankan sebuah komitmen yang Anda buat, karena ketakutan menjadi dasar Anda tidak bisa mempertahankannya.

Bentuk Pemikiran Anda

Semua hal yang Anda lakukan itu berawal dari pikiran Anda. Otak manusia menjadi pengontrol setiap hal yang Anda lakukan. Nah, disinilah dasar yang harus Anda bentuk, sebaiknya bentuk pemikiran Anda untuk bertahan dengan komitmen Anda. Sangat sederhana, pikirkan komitmen Anda, jalani dan hadapi semua resiko dan masalah yang terjadi. Tidak perlu takut, jadikan setiap kendala maupun masalah yang terjadi sebagai tantangan karena hal inilah yang mampu mempertahankan diri dan komitmen Anda.

Evaluasi

Ibarat berbisnis, pemasaran menjadibagian penting dalam penjualan, bahkan hal inilah yang menjadi cara terbaik untuk mempertahankan bisnis Anda. Namun, pemasaran juga tidak berjalan efektif jika Anda sendiri tidak melakukan evaluasi. Nah, dalam mempertahankan pilihan Anda juga sebaiknya melakukan evaluasi. Bukan berarti mengubah pilihan tapi mencari kesalahan yang telah Anda perbuat. Itulah yang dinamakan berkembang.

Bentuk Pembiasaan

Semua hal yang sulit Anda pertahankan itu terjadi karena Anda sendiri tidak biasa mempertahankannya. Ibarat kata pepatah “ala bisa karena biasa” maka sebaiknya Anda membentuk pembiasaan diri untuk mempertahankan pilihan Anda. Bagi kaum pria, komitmen menjadi dasar Anda disebut sebagai pria sejati!

2 Likes

Komitmen Pribadi (Personal Commitment)


Komitmen adalah kesepakatan atau sikap konsisten terhadap tujuan yang hendak dicapai.

Kita sering kali berkomitmen kepada orang lain, mengumbar komitmen kemana-mana. Namun, bagaimana dengan komitmen terhadap diri Anda sendiri? Sudahkah Anda lakukan?

Terkadang, orang beranggapan bahwa memiliki komitmen pribadi sama halnya dengan mementingkan diri sendiri. Namun sebenarnya, hal ini lebih condong kepada memelihara diri, bukanlah mementingkan diri. Sebab, hidupmu adalah segalanya. Bertanggung jawab untuk diri sendiri, berada di sana untuk diri sendiri, mendengarkan diri sendiri, memelihara diri Anda sendiri, dan menarik diri Anda sehingga Anda dapat pergi keluar dan melakukan sesuatu untuk orang lain adalah bagian dari memelihara diri Anda.

Tentu, setiap komitmen memiliki bagian menakutkan sepanjang menjalani komitmen tersebut, terlebih bila kita melakukan untuk diri sendiri. Namun, hal itu tidak terlalu menakutkan bila Anda mampu mengatasinya. Jadi, bagaimana cara Anda membuat komitmen pribadi?

Berikut cara membuat komitmen pribadi berdasarkan artikel stratejoy :

  1. Ask Your Self Question
    Jika Anda terbiasa untuk menanyakan teman anda tentang perasaan, pikiran, atau kesehariannya, mulai sekarang coba tanyakan hal tersebut kepada diri Anda sendiri. Cobalah bertanya pada diri sendiri tentang apa yang terjadi dengan tubuh, energi atau semangat Anda, bagaimana perasaan Anda hari ini, atau bagaimana Anda bisa merawat diri sendiri. Apakah Anda perlu tidur, makanan sehat, interaksi, olahraga, menghibur? Setelah Anda mendapat jawaban dari segala yang Anda butuhkan, maka wujudkanlah. Hal itu lah yang disebut dengan komitmen.

  2. Feed Your Soul
    Buatlah waktu dalam jadwal Anda untuk hal-hal yang Anda cintai. Utamakan beberapa gairah dihidup Anda sehingga hari-hari tidak berlalu begitu saja, seperti: membaca puisi, mengemudi di mobil Anda dengan musik ekstra keras, berkunjung ke sebuah kedai kopi, memberi bunga kepada orang yang Anda cintai, memelihara hewan peliharaan, menari, menonto film hitam-putih, atau apapun itu selama Anda menyukainya, maka lakukanlah! Poin yang terpenting adalah Anda mengetahui apa yang dapat menghidupkan suasana jiwa Anda. Dengan menghujani diri Anda sendiri terhadap hal-hal yang Anda cintai, Anda mampu merawat diri sendiri, maka itulah yang disebut komitmen.

  3. Live Your Legacy
    Buatlah perbedaan setiap hari. Kemudian list apa yang Anda inginkan dari perbedaan tersebut. Sebab apa yang Anda lakukan hari ini adalah benar-benar menentukan masa depan Anda. Pikirkan juga tentang apa yang ingin Anda tinggalkan atau bagaimana Anda ingin diingat, nilai-nilai hidup apa yang ingin Anda cerminkan. Kemudian, tingkatkan tindakan yang selaras dengan kehidupan Anda, serta kurangi tindakan yang merugikan atau mengalihkan perhatian Anda.

So, living a life of intention is a powerful way to honor yourself. Itulah yang dinamakan dengan komitmen.

Referensi: http://stratejoy.com/2008/12/make-a-commitment-to-yourself/

1 Like

##Personal Commitment


Mencapai tujuan mengharuskan kita untuk mempelajari arti dari komitmen. Sepanjang hidup kita, kita diingatkan komitmen, apakah itu terkait dengan tujuan pribadi atau bisnis, dan kami menyadari bahwa tanpa melakukannya kita tidak bisa mencapai apa-apa.

Berikut adalah beberapa tips favorit “Haim Pekel” yang akan membantu Anda Dapatkan Komitmen Tepat & Mengubah Hidup Anda:

1. Jangan hanya terlibat, Komitmen!
Bila Anda ingin proyek Anda berhasil, Anda berinvestasi diri di dalamnya sepenuhnya. Mengapa? Karena Anda tidak mampu untuk hanya terlibat. Hanya terlibat berarti Anda tidak cukup berkomitmen, dan jika Anda tidak cukup berkomitmen maka hal yang telah Anda kerjakan tidak akan melihat cahaya terang. Anda tidak dapat bekerja pada beberapa hal pada saat yang sama dan mengharapkan hasil yang sangat baik. Pastikan Anda melakukan satu hal.

2. Jika Anda tidak akan belajar bagaimana melakukannya, orang lain akan!
Kita hidup dalam lingkungan yang sangat kompetitif dan kebenaran diberlakukan. Anda digugat untuk terus berjuang. Menempatkan pilihan, yaitu bersembunyi sehingga Anda akan dapat bertempur di lain waktu, atau Anda berjuang mati-matian untuk mendapatkan apa yang Anda butuhkan.

3. Jangan pernah menyerah, tidak pernah menyerah!
Apakah Anda tahu mengapa orang berhenti berkomitmen? Ada 3 alasan utama:

  • Perfeksionis.
  • Kurangnya iman.
  • Ketidakmampuan untuk menjaga komitmen karena sejarah kegagalan.
    Ketiganya terikat satu sama lain. Semakin banyak Anda gagal, menjadikan komitmen Anda berkurang. Jika Anda kurang berkomitmen, Anda memiliki kurang iman. Jika Anda tidak memiliki iman dalam apa yang Anda lakukan, setiap kondisi dapat mematahkan resolusi Anda. Melawan Perfeksionisme, melawan kurangnya iman (baik dalam Anda atau orang lain) dan melawan sejarah untuk menghentikannya dari terulang!

4. Bebaskan pikiran Anda!
Setelah Anda berkomitmen untuk sesuatu, pikiran Anda hanya fokus pada target di depan. Tapi apa yang
terjadi ketika Anda tiba-tiba berubah pikiran? Ketika pilihan yang Anda buat tidak lagi semenarik sebelumnya Anda membayangkan itu akan?

5. Berkomitmen untuk sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri


Sumber: http://www.lifehack.org/articles/productivity/how-to-commit-and-change-your-life.html

1 Like

Komitmen menurut Cambridge Dictionary adalah sebuah kesediaan untuk memberikan tenaga dan waktu yang kita miliki kepada sesuatu yang kita percaya atau dalam kata lain yaitu janji/keputusan yang sudah kita buat di awal untuk menyelesaikan sesuatu tersebut hingga tuntas dengan sebaik - baiknya.

Komitmen sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan kita, karena dengan komitmen kita akan memiliki arah tujuan hidup, memiliki karakter, dan dapat menentukan sebuah keputusan dengan lebih gampang dalam melakukan sebuah pekerjaan.

Berikut ada beberapa cara untuk dapat meningkatkan kemampuan komitmen pribadi anda.

1. Tentukan Tujuan

Dalam melakukan sesuatu atau sebuah pekerjaan, alangkah lebih baiknya anda menentukan tujuan untuk apa kita melakukan sebuah pekerjaan tersebut. Jika sudah menemukan tujuan, kita akan lebih mudah untuk membuat sebuah komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah kita ambil dan lakukan,

2. Menentukan Sub - Sub Tujuan

Cara ke dua ini merupakan lanjutan dari cara pertama atau bisa dibilang yaitu pendukung dari cara pertama diatas yang harus anda lakukan terlebih dahulu. Sebelum anda menentukan tujuan akhir dari pekerjaan yang akan anda lakukan, anda harus menentukan hal pendukung apa saja yang menunjang atau diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan akhir tersebut. Ketika anda sudah menemukan hal apa saja yang diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan akhir tersebut, anda akan merasa lebih mudah untuk mencapai tujuan akhir dan tidak akan mempengaruhi komitmen anda dalam bekerja karena sudah mengetahui hal apa saja yang di perlukan dan untuk apa anda melakukan pekerjaan tersebut.

3. Menerima Masukan dari Orang Sekitar

Ketika komitmen anda mulai berubah cobalah untuk menerima masukan dari orang - orang di sekitar anda. Gunakan masukan dari orang sekitar sebagai sebuah pengingat bagi anda untuk tetap kembali kepada komitmen anda. Dengan demikian anda bisa sedikit demi sedikit meningkatkan kemampuan komitmen pribadi anda.

4. Selalu Berfikir Positif !

Tidak jarang ketika anda melakukan sebuah pekerjaan, kebosanan itu selalu datang berulang kali untuk menggoyahkan komitmen anda. Ketika kebosanan datang, pemikiran - pemikiran negatif pun mulai meracuni otak anda yang pada akhirnya berakibat pada komitmen anda. Oleh karena itu, setiap anda melakukan pekerjaan sebaiknya anda harus tetap berfikir positif. Masalah apapun yang anda hadapi, sebesar apapun rintangan yang anda hadapi alangkah baiknya anda selalu berfikir positif agar tidak mempengaruhi komitmen anda di awal.

(Sumber : 5 Ways To Improve Your Attitude And Commitment)

Personal Commitment (Komitmen Pribadi)

Menurut Meriam-Webster komitmen berarti sebuah perjainjian atau janji untuk melakukan sesuatu di masa depan. Dan menurut Anne Bachrach komitmen atau lebih mengarah pada komitmen pribadi berarti tindakan sukarela mengambil dan memenuhi kewajiban.

Mengapa Harus Memiliki Komitmen?
Komitmen dibutuhkan untuk mencapai sesuatu yang diangankan. Kita harus membiasakan kebiasaan positif yang konsisten untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan atau diinginkan. Tanpa adanya komitmen tujuan tidak akan tercapai.

Meningkatkan Komitmen Pribadi
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berkomitmen

  1. Pahami Apa Yang Diinginkan
    Kita harus bertanya pada diri sendiri: Apa yang akan terjadi dan lakukan selama sisa hidup Saya dan akankah Saya bahagia akan melakukan itu? Kebanyakan orang takut untuk bertanya pada diri sendiri mengenai hal ini. Kita tidak ingin mengatur diri mereka untuk sesuatu yang berakhir dengan kegagalan dan hanya merasa nyaman dengan keadaan mereka saat ini.

  2. Menentukan Tujuan Untuk Menggapai Impian
    Dengan menetapkan tujuan akaan membawa kita lebih dekat dengan impian. Setelah kita mengetahui apa yang kita inginkan kemudian cari tahu jenis tujuan yang dapat mengatur dan mengembangkan kebiasaan yang akan mendukung impian kita.

  3. Mencari Alasan Untuk Berkomitmen
    Dalam berkomitmen tentu untuk mencapai sebuah tujuan. Tujuan bisa menjadi sebuah alasan kita berkomitmen.

  4. Fokus Pada Permasalahan
    Dengan semua godaan dari sekitar kita sulit untuk tetap fokus pada apa yang benar-benar penting. Sangat penting untuk menjaga impian kita. Berbicara tentang impian dengan teman-teman, menulisnya dalam sebuah jurnal, dan membuat papan visi.
    Setelah kita tahu apa yang diinginkan diri kita akan mengingatkan setiap hari tentang alasan tersebut. Setiap kali kita ingin melanggar kita harus tetap teguh pada komitmen untuk mencapai impian.

  5. Lihat dan Rasakan Setelah Impian Tercapai
    Beberapa hari pertama dalam berkomitmen kita semangat dalam menjalankannya, dan ketika antusiasme yang mulai menurun kita harus mengingatkan diri sendiri betapa senang apabila tujuan tersebut tercapai.
    Lihat tujuan akhir sebelum satu langkah yang diambil. Setelah Anda tahu apa yang Anda inginkan, menetapkan tujuan Anda, menemukan alasan untuk melakukan dan mulai fokus pada alasan, mulai melihat dan merasakan tujuan akhir.

  6. Ambil Satu Langkah Dalam Satu Waktu
    Terkadang saat menjalankan sebuah komitmen pasti akan merasa lelah dan ingin menyerah. Tapi kita harus ingat untuk mencapai tujuan tidaklah instan, semua butuh proses.

Sumber : 7 Practical Lessons to Stay Committed to Your Dreams (Stop Thinking, Start Doing)

Sebuah komitmen diperlukan ketika kita sudah memasuki suatu hal seperti pekerjaan. Namun, apa sebenarnya komitmen itu ? apakah hanya sebatas sebuah janji yang pastiny harus ditepati ataukah hanya sebuah kata bermakna tanpa realisasi di kemudian hari ? sebelum membahas lebih jauh tentang komitmen ini ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu komitmen.

Komitmen merupakan sebuah janji yang terucap & harus diterapkan baik kepada diri sendiri ataupun orang lain dimana komitmen tersebut sudah kita ucapkan dan di niati. Jadi komitmen dapat di ibaratkan sebagai “Sumpah Setia” kita terhadap suatu hal. Ketika komitmen itu sudah dibuat, maka komitmen tersebut sudah menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Dengan kata lain, komitmen tersebut sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.

Sebelum berkomitmen, ada baiknya kita mengetahui dan memahami terlebih dahulu hal yang akan kita buat untuk berkomitmen. Karena komitmen merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk jalan hidup kedepan nantinya. Maka dari itu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan dikerjakan dalam berkomitmen. Walaupun beberapa hal dibawah berkaitan dengan pekerjaan. Namun masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal tersebut diantaranya (Kathy Coprino, 10 commitmens of people Achieving Successful Work-life Intergration) :

  1. Hargai setiap keputusan yang sudah pernah dibuat dalam kehidupan
    Point pertama ini merupakan hal yang sangat penting karena ini merupakan salah satu kunci dalam berkomitmen karena terkait dengan konsep penerimaan diri sendiri. Ada kalanya kehidupan di masa lalu menjadi bayangan akan masa kini dan menjadi suatu ketakutan, maksud dari tulisan diatas adalah untuk menghargai keputusan yang sudah dibuat tanpa rasa penyesalan dan jadi pembelajaran di masa yang akan datang.

  2. Buatlah dampak yang besar dalam seluruh aspek kehidupan
    Point kedua menjelaskan tentang membuat perencanaan yang akan berdampak pada aspek kehidupan seperti diri sendiri, keluarga, teman, pekerjaan bahkan dunia. Kita dituntut untuk membuat suatu hal yang berguna untuk orang-orang disekitar kita sehingga mindset kita pun menjadi lebih positif dan solutif.

  3. Beranikan diri untuk berbicara tentang kebutuhan diri sendiri setiap hari
    Terkadang, kita lupa bahwa hidup ini tidak melulu soal pekerjaan, uang, pacar, ataupun nilai. Kita lupa bahwa diri kita sendiri pun membutuhkan suatu kebutuhan untuk memenuhi gairah hidup ataupun setidaknya energi untuk tetap hidup. Jadi ada baiknya untuk mengingat setiap kebutuhan hidup kita tanpa melupakan orang lain.

  4. Buatlah pilihan yang sulit yang akan berdampak pada kehidupan yang akan datang
    Ada saatnya dimana komitmen itu berbentuk suatu pilihan yang bisa berakibat fatal dalam kehidupan. Namun, fase tersebut harus dilewati juga dengan konsekuensi yang akan menunggu didepannya. Pilihan tersebutlah yang akan membentuk kehidupan kita di masa mendatang.

Banyak sekali tokoh-tokoh di dunia ini yang mempunyai komitmen yang kuat dalam menjalani hidupnya. Walau terkadang komitmen yang mereka pilih merupakan komitmen yang sangat sulit dan berdampak besar ke lingkungan sekitar mereka. Contohnya seperti Abraham Lincoln yang mencoba menghapus perbudakan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-18, keputusan yang ia ambil sangat berdampak besar di dalam kehidupan sosial masyaraka AS dan bahkan memunculkan perang saudara yang berdarah.

Namun, komitmennya untuk menghapus perbudakan tetaplah kuat dan akhirnya perbudakan dihapuskan. Ia tahu bahwa dengan dihapuskannya perbudakan maka negara AS akan maju karena pemahaman akan persamaan ras dapat membuat negara menjadi cepat dalam perkembangan semua aspek kehidupan.

Walaupun ia menyadari bahwa dengan dihapuskannya perbudakan maka terjadi perang yang diakibatkan oleh para pemilik budak yang merasa rugi karena tak dapat memperkerjakan budak dengan harga murah. Namun, ia tetap menerima konsekuensi itu karena ia percaya bahwa hal yang ia lakukan akan berguna untuk generasi yang akan datang.

Artikel ini merupakan pemikiran penulis yang mengambil referensi disini

1 Like