Bagaimana Upaya pengembangan wawasan multikultural dalam penanggulangan konflik antar etnis?

image

Bagaimana Upaya pengembangan wawasan multikultural dalam penanggulangan konflik antar etnis?

Interaksi Sosial

Kehidupan bangsa yang multikultural hendaknya memberikan peluang yang sama (tidak diskriminatif) kepada seluruh warga negara, dengan memberikan penghhargaan terhadap keragaman (etnik, budaya dan agama), untuk tujuan mempererat, merekatkan serta memperkuat persatun dan kesatuan bangsa. Afif (2008:6) menyatakan pada hakekatnya dalam setiap budaya dan agama terdapat nilai-nilai yang mengajarkan kebaikan dan mendorong manusia untuk berbuat kebajikan. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sosial yang matang dalam mengantarkan bangsa Indonesia yang multikultur ke dalam proses interaksi sosial.

Menurut Muslim (2013) interaksi sosial menyangkut hubungan timbal balik antarpribadi, kelompok, maupun pribadi dengan kelompok. Hal ini tercermin dalam aktivitas-aktivitas sosial yang mampu dilakukan oleh masyarakat Toho dengan karakteristik perbedaan yang ada. Interaksi itu tidak hanya dipicu oleh dorongan kebutuhan ekonomis, biologis, emosional dan sebagainya yang mengikat dirinya, melainkan juga sebagai fitrah yang tak terbantahkan pada dirinya (Husain 1993: 78).

Kerja sama

Kerja sama bisa terjadi bila individu atau kelompok mempunyai kesadaran akan tujuan yang sama, sehingga timbul aktivitas yang salling menunjang membantu untuk bersama-sama mencapai tujuan .

Bentuk kerja sama difungsikan sebagai perekat sosial, sebagai modal sosial dan memperkokoh modal sosial. Melalui kegiatan arisan gawai atau arisan perkawinan, arisan sunatan, arisan kematian, belalik , dan gotong-royong akan terjadi integrasi antar orang-orang dari berbagai kelas sosial dan agama serta beragam latar belakang. Tradisi tersebut dapat dikontektualisasikan pada masyarakat yang lebih luas, yakni tidak terbatas pada satu kampung atau satu desa. Namun tradisi tadi dapat juga diterapkan pada masyarakat bangsa, yakni bagaimana setiap penduduk negeri ini memiliki rasa tanggung jawab dan jiwa menolong sehingga tidak akan ada lagi pertikaian ataupun permusuhan di antara masyarakat yang berbeda. Setiap bentuk kerja sama, belalik misalnya akan berkumpul sekelompok orang dari komunitas mereka, maka orang-orang yang terlibat dalam kegiatan akan menyadari akan keberadaan kelompok mereka dengan segala identitasnya.

Toleransi

Keindahan kerukunan Umat beragama akan tercipta jika masyarakat mampu menciptakan sikap toleransi. Toleransi adalah sikap dan prilaku manusiawi dan religius, yang tidak hanya menghormati perbedaan, tetapi juga menjunjung tinggi kebebasan setiap pribadi dalam menentukan jalan hidupnya sejauh tidak melanggar norma-norma sosial. Dalam konsep toleransi ini, istilah menerima dipahami sebagai menghormati dan mengakomodasi fakta perbedaan menjadi suatu kekuatan positif bagi terciptanya keharmonisan ( Lauster, 1994:84).

Sejalan dengan pendapat diatas Masykuri Faridah (2013) menyatakan toleransi beragama, sikap demokrasi dalam masyarakat plurarl sangat penting, oleh sebab itu, penting meningkatkan toleransi, yang antara lain, melalui kepercayaan diri. Orang yang tingkat toleransinya tinggi atau sudah mencapai taraf kebijaksanaan dapat menyadari bahwa perbedaan pendapat (etnik, agama dan lain-lain), bukanlah sesuatu yang yang ditakutkan, tetapi fenomena yang wajar dalam konteks interaksi. Kesadaran ini penting sebab memuat sikap dan prilaku toleransi mudah dikembangkan…