Bagaimana untuk Berhenti Menilai Kehidupan Orang Lain?

berhenti menilai kehidupan orang lain

Hidup yang kamu jalani sekarang ini adalah suatu anugerah dari-Nya dengan segala kecukupanmu. Setiap menit dan jam yang kamu lalui adalah waktu paling berharga yang sudah selayaknya kamu syukuri.

Betapa tidak, jutaan orang di luar sana tidak semuanya mendapat kesempatan yang sama denganmu. Bahkan mereka mungkin mengharapkan adanya suatu keajaiban yang mendatangi mereka. Seperti halnya sebuah jalan hidup dan nasib yang sering mereka keluhkan kepada sang Maha Besar dan Maha Mengetahui yang mana telah menciptakan dan memberi napas mereka di bumi.

Semua yang menjadi jalan hidupmu saat ini sudah tergaris dengan tinta permanen yang tidak bisa kamu ubah tanpa kehendak dari-Nya. Berusaha adalah satu–satunya aturan yang diperbolehkan untukmu dalam mengubah nasib yang mana harus selalu beriringan dengan doa.

Manusia dengan manusia lain sudah jelas berbeda. Tidaklah perlu kalian membanding–bandingkan, apalagi menghakimi seseorang dari yang terlihat di mata saja. Berjuang dan menilai diri sendiri demi kehidupan yang lebih baik ke depan adalah pilihan bijaksana ketimbang hanya menghakimi dan menilai seseorang, yang mana belum tentu perjuangan kalian sudah seberat yang ia lakukan.

Bagi mereka yang menghakimi, mereka tidak tahu persis di mana mereka berada. Masih beberapa meter dari start-kah, atau sudah hampir sejajar dengan seorang yang dihakimi tapi masih ada jarak yang terlampau jauh pun mereka tidak bisa melihat dan menentukannya.

Roda kehidupan memang selalu berputar setiap harinya. Hari ini kamu melihat orang lain kesusahan, dan suatu hari kemungkinan menyatakan orang lain yang kamu lihat sebelumnya merasakan kesenangan.

Bangkit dan berdiri dengan segera jika ada yang berniat menjatuhkanmu. Bangkitlah selayaknya seorang petarung tangguh walupun berjuang seorang diri.

Menilai hanya dari tampilan luarnya saja, rasa–rasanya bukanlah sesuatu yang bisa diterima secara ikhlas. Berjuang membutuhkan cucuran keringat dan semangat, sedangkan menilai hanya cukup membutuhkan suara dan niat.

Jadi berjuanglah untuk mengejar apapun yang kalian inginkan dan masa bodohkan penilaian yang tidak penting dari orang lain. Karena sebuah kesuksesan dan keberhasilan disana tidak akan pernah letih menunggu kedatanganmu untuk segera menjemputnya.

Sumber

2 Likes

Salam kenal @Arnold.

Saya setuju dengan artikel yang anda buat, memang terkadang kita hanya pandai dalam menilai orang lain, terlebih menilai keburukan orang lain, tetapi keburukan pribada malah kadang tidak disadari.

Saya memiliki banyak kawan dengan sikap dan sifat yang berbeda-beda tetapi ketika sedang berbincang bersama, ternyata sikap menilai orang lain lah yang paling mudah untuk dibicarakan, baik itu kebaikan atau keburukan orang lain. semoga saja kita dapat lebih pandai dalam menilai diri sendiri dan bukan sebaliknya, karena menilai diri sendiri jauh lebih baik ketimbang menilai orang lain.

Salam kenal juga kepada Tim @Dictio.id semoga forum ini menjadi awal dari forum yang baik dalam berdiskusi dan mengutarakan pendapat. Sukses selalu.

Halo @hasanwj @Arnold salam kenal Nama saya Ivan.

Betul seperti kata mas @hasanwj kebanyakan dari kita memang lebih mudah dalam menilai orang lain ketimbang diri sendiri, biasanya hal ini karena kita dapat dengan mudah membicarakan orang lain, biasanya ketika ngobrol dengan teman-teman, tema obrolannya bermaca-macam sampai kadang lupa waktu, tetapi topik membicarakan orang lain adalah topik yang paling mudah dibincang dan kadang topik tersebut akan di obrolkan dengan waktu yang lama :sweat_smile:.

Ya semoga kita bukan tipe-tipe orang yang mudah menilai orang lain tetapi tidak bisa menilai diri sendiri, karena saya pribadi sangat tidak suka ketika suatu obrolan yang menjurus ke obrolan yang menceritakan aib orang lain, sebisa mungkan obrolan seperti itu dapat kita hindari.

@hasanwj Salam kenal juga, semoga betah bergabung di forum Dictio Community ya, disini kita bersama sama menciptakan suatu forum yang baik, menghormati satu sama lain, tidak saling hujat dan juga berdiskusi segala hal yang bersifat positif.

1 Like

Halo juga @hasanwj dan @IvanDV Salam kenal juga, Nama sya Puung, panggil pung saja :grin:

Sepertinya obrolan tentang membicarakan orang lian selalu pernah dialamai ketika kumpul2 sama teman ya, hehhe…
saya juga sering mendengar bahkan ikut ngobrol tentang hal ini, dan terkadang obrolan tersebut terlalu berlebihan sampai2 mengorek kejelekan orang lain.

Seperti yang teman-teman sampaikan, semoga kita tidak tergolong orang yang suka membicarakan orang lain, apalagi membicarakan kejelekan orang tersebut hal itu menjadi sangat tidak baik bagi diri kita pribadi. Semoga selalu menjadi introspeksi diri atas apa yang kita lakukan dan kesalahan-kesalahan di masa lalu semoga menjadi pembelajaran untuk kedepan menjadi lebih baik. Hal ini wajib kita lakukan.

1 Like

Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut. Pepatah “kuman di seberang lautan tampak tapi gajah di pelupuk mata tak nampak” memang sangat benar. Tulisan ini bagus dibaca untuk mereka yang suka menjelek2kan orang lain. Mereka lupa mereka juga punya kelemahan dan kadang malah lebih jelek daripada yg mereka gunjingkan.

Tapi entah kenapa yang namanya menjelek2kan orang lain itu menimbulkan kenikmatan tersendiri. Seperti semacam pelepas zat dopamine yang membuat hati jadi riang. Apalagi kalau sudah masuk ke “echo chamber” yaitu situasi dimana orang2 yang kita ajak bicara menyetujui atau mendukung pendapat/gunjingan kita.

Nampkanya wanita lebih rentan thd masalah ini. Maaf kalau saya salah. Pria nampaknya lebih obyektif atau tepatnya: lebih cuek terhadap urusan orang lain.

Asal tahu saja, kalau ada seorang teman yng gemar membicarakan kejelekan orang lain ketika dia berbincang dg Anda, sadarlah bahwa dia pasti j uga melakukan hal yang sama ketika bebicara dg orang lain, hanya saat itu yang menjadi sasaran gunjingan adalah Anda :slight_smile:

2 Likes

Setuju sekali pak @patrisius.istiarto orang yang sering membicarakan orang lain kepada kita, suatu saat juga akan membicarakan kita kepada orang lain, sangat perlu berhati-hati terhadap orang yang seperti ini. Zaman sekarang orang dengan mudah membicarakan orang lain, tidak hanya melalui obrolan secara langsung, tetapi sosial media juga dibuat bahan untuk membicarakan kejelekan orang lain :sweat:

Iya betul banget pak @patrisius.istiarto sekarang malah tidak hanya perempuan saja yang suka ngomongin orang lain tetapi laki-laki juga :confounded:. Sebelumnya terimakasih bapak @patrisius.istiarto telah memberikan respon kepada tulisan saya. :slight_smile:

Saya pernah mengalami pengalaman pribadi seperti yang bapak sampaikan, saya memiliki beberapa teman yang saya anggap bisa diajak ngobrol serius tentang masalah pribadi, tetapi ternyata cerita pribadi yang saya ceritakan hanya kepada dia malah diceritakan pula ke teman yang lain, saya mengetahui hal tersebut dari teman yang diceritakan oleh dia tadi, jadinya malah cerita yang seharusnya hanya diceritakan kepada dia saja malah diketahui oleh orang banyak. mungkin waktu itu saya salah memilih orang untuk bercerita.