Bagaimana tips memilih sabun susu sapi?

memilih sabun susu sapi

Sedari dulu mandi susu sudah dikenal sebagai cara untuk mendapatkan kulit lebap dan cerah. Sampai saat ini pun, berbagai produk sabun susu terus bermunculan. Ini menandakan penggemar sabun dari lemak hewani ini tidak pernah berkurang, melainkan terus bertambah.

Susu sapi kambing saat ini memang lebih dikenal sebagai produk sabun susu yang dipakai banyak kalangan. Namun sebenarnya, awal mulanya sabun dari susu sapi pun sempat ramai menyeruak. Lebih tenarnya susu sapi kambing dikarenakan susu kambing lebih mudah diolah menjadi sabun karena lemak susu kambing lebih terdistribusi merata sehingga lebih cocok untuk model sabun cair.

Bagaimana tips memilih sabun susu sapi?

Sabun susu sapi telah digunakan oleh masyarakat selama bertahun-tahun karena khasiatnya dalam melembutkan kulit. Tidak hanya melembutkan, sabun susu sapi juga aman digunakan setiap hari. Saat ini, ada banyak merek berkualitas yang dijual di pasaran, seperti Cow Brand, Herborist, Tazakka, dan lainnya.

Sejarah sabun susu sapi


Sabun susu sapi merupakan produk yang telah diproduksi lebih dari seratus tahun. Di antara berbagai jenisnya, sabun dengan label “red box” dan “blue box” adalah produk yang paling terkenal. Sabun susu sapi jenis ini dibuat dengan metode produksi “Kamadaki” yang menjadikannya kaya akan glycerin (bahan pelembap) berkualitas tinggi, juga lemak dan minyak alami. Dengan begitu, sabun tersebut terasa lembut untuk kulit.

Belakangan ini, produk sabun susu sapi dengan label “tanpa zat aditif” telah meningkat. Tentu hal ini disambut baik oleh penggemar sabun susu sapi. Setelah ini, kami akan menjelaskan cara memilih sabun susu sapi yang dapat Anda gunakan sebagai referensi.

1. Standar produk “red box” dan “blue box“

Standar produk “red box” dan “blue box“

Seperti telah dijelaskan di atas, produk dengan standar “red box” dan “blue box” diproduksi dengan metode “Kamadaki”. Dalam metode ini, berbagai bahan yang lembut bagi kulit, seperti glycerin, lemak alami, dan minyak alami ikut dimasukkan ke dalamnya. Produk “red box” dan “blue box” ini merupakan produk yang laris dan digemari. Seiring perkembangan zaman, produk ini makin melekat pada masyarakat.

Penjualan sabun susu sapi “red box” dimulai di Osaka, Jepang pada tahun 1928. Selanjutnya, untuk memperluas jaringan penjualan, produsen merilis “blue box” pada tahun 1949. Produk “blue box” ini dengan cepat menjadi sabun susu sapi populer di berbagai area di Jepang.

Di Indonesia sendiri, sabun susu sapi jenis “red box” dan “blue box” mudah ditemukan di berbagai e-commerce. Jadi, Anda tidak perlu khawatir ketinggalan tren yang satu ini!

2. Perbedaan sabun susu sapi “red box” dan “blue box“

Perbedaan sabun susu sapi “red box” dan “blue box“

Sabun susu sapi “red box” mengandung banyak lemak susu dan squalane (bahan pelembap). Selain itu, aroma mawar ditambahkan pada sabun susu ini. Hasilnya, Anda akan memperoleh kulit yang halus dengan aroma yang lembut. Di sisi lain, sabun susu sapi “blue box” terasa lebih padat dibandingkan “red box“. Aroma melati ditambahkan pada produk sabun “blue box” sehingga Anda akan merasakan keharuman yang segar.

Pada sabun susu sapi “red box“, Anda akan mendapatkan busa yang creamy, sedangkan “blue box” memberikan busa yang lebih lembut dan ringan.

Berikut ini adalah poin-poin yang perlu diperhatikan dalam memilih sabun susu. Mari simak secara saksama!

Pilihlah sabun susu sesuai dengan tujuan penggunaan


Umumnya, hal yang dilihat ketika memilih sabun adalah kemampuannya dalam membersihkan kulit. Akan tetapi, beberapa orang menggunakan sabun untuk membersihkan area tubuh yang lain. Karena itu, pemilihan sabun pun harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan. Misalnya, produk sabun facial wash untuk membersihkan wajah, hand wash untuk mencuci tangan, dan body wash untuk membersihkan seluruh badan. Masing-masing jenis tersebut telah diformulasikan untuk fungsi yang berbeda-beda.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian orang yang memilih sabun bukan karena keampuhannya untuk membersihkan. Iklan, kemasan, dan rekomendasi dari para artis terkenal juga sangat memengaruhi pilihan orang terhadap produk tertentu. Sepintas, beberapa produk tampak menarik. Review dari pembeli lain juga tampak bagus. Padahal, belum tentu produk tersebut cocok untuk Anda karena kondisi kulit setiap orang berbeda-beda. Untuk itu, Anda harus mengenali kondisi dan jenis kulit Anda sebelum memilih suatu produk. Bila perlu, galilah informasi dari situs resminya.

1. Jika Anda memiliki kulit sensitif, perhatikan kandungan produk tersebut

Jika Anda memiliki kulit sensitif, perhatikan kandungan produk tersebut

Kulit wajah merupakan kulit yang paling riskan iritasi dibandingkan bagian kulit lainnya. Banyak pemilik kulit wajah sensitif memiliki jerawat, kulit kasar, atau kulit kering akibat mencuci wajah setiap hari.

Kulit yang mudah bereaksi terhadap efek sabun atau kosmetik termasuk dalam kategori kulit sensitif. Apakah Anda termasuk pemilik kulit sensitif? Jika iya, silakan menggunakan sabun susu sapi yang tidak mengandung zat aditif, rendah iritan, dan hypoallergenic tested.

Penting juga untuk memilih produk yang telah teruji tidak memicu terjadinya alergi. Alergi pada kulit merupakan kondisi di mana kulit memberikan reaksi negatif yang bahkan lebih parah daripada kulit sensitif. Untuk itu, sebisa mungkin pastikan produk pilihan Anda telah lolos pada tahap uji ini.

2. Untuk bayi dan balita, gunakan sabun susu sapi tanpa zat aditif

Untuk bayi dan balita, gunakan sabun susu sapi tanpa zat aditif

Bicara soal kulit sensitif, tentu kulit bayi dan anak-anak juga termasuk. Banyak orang tua yang cukup kebingungan memilih sabun yang cocok untuk anak mereka yang masih kecil. Pada kasus seperti ini, silakan memilih sabun susu sapi tanpa tambahan zat aditif. Produk tanpa bahan kimia tambahan, seperti pewarna, pewangi, dan pengawet lebih aman untuk kulit bayi dan anak-anak.

Namun, ingatlah bahwa kulit bayi yang masih berusia 2-3 bulan dapat dibilang masih sangat sensitif. Walau Anda telah memilih sabun susu sapi yang sangat lembut di kulit dan tidak mengandung zat aditif, anak Anda bisa saja iritasi ketika menggunakannya. Jadi, jika ingin menggunakan sabun susu sapi untuk keperluan anak, sebaiknya tunggu hingga mereka berusia di atas tiga bulan.