Bagaimana tips kalian dalam menghadapi pertemanan yang toksik?

Youdics pasti pernah mendengar istilah toxic friendship, toxic friend adalah istilah yang mengacu pada teman yang tidak mendukung dan memberikan kontribusi positif untuk hidup kita. Mereka selalu membawa efek negatif dalam kehidupan kita. Mereka sering membuat kita stres dan makan hati, seolah menjadi racun yang merusak kebahagiaan dan kesehatan mental kita. Tidak mungkin jika tidak ada 1 atau 2 orang teman yang toxic, aku sendiri pun mempunyai tpengalaman dengan teman yang toxic, dan (jujur) masih agak sulit untuk menghadapinya.

Nah, teman-teman, bagaimana nih tips kalian jika mempunyai teman yang toksik? Yuk saling sharing pengalaman!!

  1. Membatasi waktu bersama mereka

Jika kamu merasa takut untuk bertemu seseorang dan merasa stres jika berhadapan dengannya, mungkin kamu berhubungan dengan orang yang toksik. Pertimbangkanlah untuk mengurangi jumlah waktu yang kamu habiskan bersama mereka.

  1. Mengatakan tidak

Banyak orang yang sangat kesulitan untuk menolak ajakan orang lain. Jangan sampai kamu tidak bisa mengatakan ‘tidak’ terlebih jika seseorang mencoba untuk membuatmu merasa bersalah, padahal bukan kamu yang melakukannya. Semakin kamu sering menolak atau mengatakan ‘tidak’ terhadap hal-hal yang membuatmu tidak nyaman, hidupmu akan menjadi lebih mudah.

  1. Memberikan kasih sayang

‘Manusia bisa berubah’ seringkali kita mendengar mantra ini ketika sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Hal itu memang benar namun harus ada niat dari seseorang tersebut jika ingin berubah. Kamu mungkin ingin membantu seseorang dalam hidupmu daripada ingin menjauh darinya. Kamu bisa saja memberikan sejuta kasih sayang dan kebaikan namun mereka tetap tidak berubah. Pada akhirnya orang tersebutlah yang harus berkomitmen dan berusaha untuk berubah. Jika hanya kamu yang berusaha, tentunya akan menguras tenaga fisik dan mental kamu saja.

  1. Utamakan diri sendiri

Jika kamu sedang berhubungan dengan seseorang yang toksik dan kamu selalu membantunya, jangan lupa untuk mengutamakan dirimu sendiri. Hubungan yang sehat melibatkan ‘memberi’ dan ‘menerima’. Jika kamu hanya terus-terusan memberi, kamu sendiri yang akan merasa lelah.

  1. Dukung mereka untuk mendapat bantuan profesional

Jika kamu memiliki hubungan dengan orang yang toksik, cobalah untuk menunjukan bahwa perilaku mereka berbahaya dan jelaskan bagaimana perilaku tersebut dapat memberi dampak buruk. Jika mereka bisa menerima hal itu, cobalah untuk dukung mereka berbicara dengan terapis tentang hal ini. Psikoterapi dapat membantu orang untuk mengidentifikasi masalah dan mengelola emosi mereka dengan cara yang lebih baik.

1 Like

berdasarkan pengalaman saya, sulit awalnya untuk mengakui bahwa benar ini pertemanan yang toxic terlebih tidak ada teman lain yang menyadarkan saya karena dihadapan orang lain pertemanan saya terlihat seperti bestfriend sejati.

pada akhirnya saya merasa ada yang salah karena sudah terlalu lelah juga mungkin dengan sikap dan sifatnya. saat saya cerita ke salah satu teman yang lain, akhirnya dia menjelaskan adanya fenomena toxic friendship ini.

pada akhirnya saya menuruti saran dari teman saya untuk menulis manfaat apa yang saya dapatkan selama berteman dengannya? dan apa saja sikap/sifatnya yang tidak saya sukai?

melihat lebih banyak sikapnya yang merepotkan saya bahkan saya sampai sulit untuk melakukan kegiatan pribadi saya karena harus mengikuti arus kehidupannya saya mulai menjauh, meskipun awalnya merasa berdosa karena banyak kebohongan yang aku lakukan awalnya demi menghindari bertemu dengan dia.

setelah sebulan ga berhubungan dengan begitu baik dan dia juga telah menemukan teman lain, saya sangat merasakan manfaatnya. hidup saya terasa lebih ringan tanpa beban, saya juga jadi punya banyak waktu untuk me time karena selama ini selalu ada dia di hidup saya atau kalau saya lagi ingin me time dia selalu tiba-tiba mendatangi saya.

saya juga bisa kembali berpikir positive, karena sebelumnya saya sering memikirkan hal-hal yang menurut saya ga perlu saya pikirkan, apalagi jika itu sebenarnya permasalahannya teman saya itu bukan saya kenapa saya harus ikut pusing?

untuk itu, jika kalian melihat ada teman yang kalian kenal berada didalam hubungan yang toxic jangan lelah untuk memberitahukannya. Meskipun mungkin awalnya orang tersebut akan denial dihadapan kalian ia pasti memikirkannya kok. Saya harap kalian juga bisa lebih berhati-hati dalam memilih teman, dan jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan kalian sendiri untuk menolak apalagi.

2 Likes

Pertemanan toksik, pasti setiap orang pernah mengalaminya. Dengan berada di circle pertemanan yang toksik akan mengakibatkan gangguan kesehatan mental dan pengaruh buruk lainnya. Ada beberapa tips dari saya yaitu kalian bisa membatasi waktu dengan mereka, berani mengungkapkan apa yang dirasakan, mengutamakan diri sendiri, berani menolak terhadap hal negatif, memberikan perhatian dan kasih sayang, menegur jika sudah kelewatan, dan mendukung mereka untuk mau berubah atau bisa mendukung mereka untuk mendapat bantuan profesional.

1 Like

Beberapa tahun lalu saya pernah berada dalam circle pertemanan yang toxic. Jujur, awalnya memang sedikit sulit untuk meninggalkan circle tersebut dan pada akhirnya saya memilih untuk bertahan. Setelah berpikir bahwa hubungan ini tidak baik bagi diri saya untuk dipertahankan, maka dari itu saya mulai mencoba untuk menjauhi mereka. Beberapa hal yang saya lakukan diantaranya yaitu :

  • Mencoba untuk bersikap tegas, di mana saat itu kita perlu mengatakan kepada mereka jika kita sedang tidak ingin diganggu agar mereka mengerti bahwa tidak selamanya seseorang bisa diperlakukan seenaknya karena kesabaran juga ada batasnya
  • Tidak usah membalas apa yang mereka lakukan pada kita, jujur sebenarnya sangat kesal dan ada keinginan membalas perilaku mereka. namun, jika kita membalasa maka kita tidak ada bedanya dengan teman yang toxic. Untuk itu, yang bisa kita lakukan ialah mengurangi interaksi dengan mereka
  • Mulai menjauh dan mencari teman lainnya yang bisa mengajak kita untuk terus berprogress
1 Like