Bagaimana teknik budidata tanaman mawar?

download download
Mawar merupakan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak diminati konsumen. Mawar mempunyai nilai ekonomi yang penting sebagai bunga potong dan bahan baku parfum. Bagaimana teknik budidata tanaman mawar?

Teknik budidaya tanaman mawar bisa berbeda tergantung varietasnya, di Indonesia sendiri, tidak semua jenis mawar dapat tumbuh karna pada dasarnya tanaman mawar sangat bergantung pada ketinggian tempat dan iklim tertentu. Namun jika tanaman tersebut sudah mendapatkan tempat dengan syarat tumbuh yang sesuai, maka budidayanya tidak akan terlalu merepotkan. Sebagai contoh tanaman mawar yang tumbuh baik di Indonesia adalah mawar yang paling banyak ditanam untuk dijadikan tanaman hias di pot. Hal utama sebelum penanaman adalah pemilihan bibit yang tepat sesuai lingkungan anda tinggal, misalnya bunga mawar jenis semi hollan yg cocok didataran tinggi dan bunga mawar jenis floribunda yang dapat hidup didataran rendah di Indonesia. Untuk media tanam dapat berupa humus, sekam basah dan tanah. Selanjutnya untuk perawatan cukup mudah, siram/semprot dengan rutin namun jangan terlalu banyak air yaitu 2kali sehari, untuk tanaman mawar yg ditanam di pot, usahakan untuk menjemurnya dibawah sinar matahari pagi jam 7-9 untuk mendapatkan bunga yang lebat, lalu perhatikan gulma (cabut) disekitaran tanaman mawar, lakukan pemupukan maksimal 2 Minggu sekali dengan pupuk NPK atau pupuk organik lain (lebih bagus), pemangkasan batang/cabang yang mulai mengering 2-3 Minggu sekali dan yang terakhir adlh penyemprotan fungisida atau insektisida maksimal 2 Minggu sekali jika memang dibutuhkan. Sekian tips dari saya karna kebetulan saya juga sedang memelihara tanaman mawar sbg tanaman hias dalam pot dirumah

Kegiatan budidaya tanaman mawar diawali dengan mempersiapkan bibit, bibit dapat diperoleh dari hasil stek batang, okulasi, mencangkok, dan menanam biji. Jika masih baru pertama kali menanam mawar, kita dapat membeli bibit bunga mawar yang sudah berumur sekitar 6 bulan. Pemilihan bibit harus yang bagus karena akan berpengaruh kepada hasil pertumbuhannya nanti.

Persiapan lahan dan media tanam, dilakukan dengan membuat lubang-lubang pada lahan yang telah dipersiapkan. Diameter lubang sekitar 15 cm dan kedalaman sekitar 35 cm. setelah bibit ditanam pada lubang tanah tersebut, lalu diberi air sampai cukup basah.

Dalam perawatannya, dilakukan penyiangan dari gulma di sekitar tanaman mawar, pemberian pupuk secara rutin (3-4 bulan sekali) dengan dosis sesuai kondisi tanaman. Contoh bisa dengan pupuk NPK sebanyak 5 gram/tanaman. Penyiraman tanaman dilakukan minimal sehari sekali dan waktu paling baik yaitu pagi dan sore hari saat suhu udara tidak terlalu panas sehingga penguapan air dari tanah kecil. Pemangkasan juga perlu dilakukan agar memperoleh batang yang kuat dan menjaga kondisi tanaman agar selalu dalam kondisi yang baik.

Referensi

https://distan.bulelengkab.go.id/artikel/budidaya-bunga-mawar-44

Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau Ratu Bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifasikan sebagai
berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rosanales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa
Species : Rosa damascena Mill., Rosa multiflora Thunb., Rosa
hybrida Hort
download download

Berikut merupakan syarat pertumbuhan tanaman mawar yang harus diperhatikan agar budidaya tanaman mawar dapat tumbuh dengan baik:

  1. Iklim
    Iklim yang sesuai agar tanaman mawar dapat tumbuh adalah sebagi berikut:
    • Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore, yang menyebabkan pengeringan tanaman.
    • Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %.
  2. Media Tanam
    Media tanam yang sesuai agar tanaman mawar dapat tumbuh adalah sebagi berikut:
    • Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik.
    • Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.
    • Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan unsurunsur P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar
  3. Ketinggian Tempat
    • Ketinggian 560-800 m dpl, suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28-30 derajat C.
    • Ketinggian 1100 m dpl, suhu udara minimum 14-16 derajat C, maksimum 24-27 derajat C.
    • Ketinggian 1400 m dpl, suhu udara minimum 13,7-15,6 derajat C dan maksimum 19,5-22,6 derajat C. Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 mdpl.

Berikut merupakan tahapan budidaya tanaman mawar:

  1. Pemilihan buah
    • Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.
    • Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon.
  2. Perlakuan After Ripening
    • Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1).
    • Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai.
    • Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab).
    • Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0,5-1,0 cm.
    • Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab, beraerasi baik, dan suhu udaranya sekitar 5 derajat
  3. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar)
  4. Teknik Penyemaian Benih
    • Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai
    • Pilih biji-biji mawar yang baik, yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air
    • Cuci biji mawar dengan air bersih
    • Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian
    • Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 5- 10 cm. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.
  5. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
    • Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari
    • Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).
    • Pemindahan Bibit Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen).
  6. Tempat Penanaman
    Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, taman dan dalam pot. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag.
    • Penyiapan lahan kebun/taman
      • Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka).
      • Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.
    • Penyiapan media dalam pot
      • Siapakan media tanam berupa tanah subur, pupuk organik (pupuk kandang, kompos, Super TW Plus) dan pasir. Komposisi media campuran tanah, pupuk kandang, kompos dan pasir, 1:1:1.
      • Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat
      • Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru
    • Pengisian media tanam ke dalam pot
      • Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.
      • Basahi pot dengan air hingga cukup basah.
      • Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot, lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat.
      • Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting.
      • Isikan media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1). Pengisian media sampai 90% penuh atau 0,5- 1,0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar
    • Pembukaan Lahan
      • Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur.
      • Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15-30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.
      • Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm, dan panjangnya tergantung keadaan lahan.
      • Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam.
  7. Teknik Penanaman
    Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut:
    • Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah
    • Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar, maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.
    • Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan.
    • Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu
  8. Pemeliharaan Tanaman
    Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul
  9. Pengairan dan Penyiraman
    Pengairan dan penyiraman tanaman mawar yang dibudidayakan dilakukan pada:
    • Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media).
    • Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi
Referensi

Wiraatmaja, I. W. (2016). Teknologi Budidaya Tanaman Hias. Fakultas Pertanian Universitas Unud.

2 Likes