Bagaimana teknik berkomunikasi dengan pasien ?

Dalam situasi medis tertentu, komunikasi yang terjalin antara health professional (dokter, perawat) dengan pasien nya sangat penting karena dianggap mampu mempengaruhi kondisi pasien dalam tahap penyembyhannya.

Bagaimanakah metode / tips yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi dengan pasien ?

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika berkomunikasi dengan pasien antara lain :

  1. Mengatur Skenarionya
    Pilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan orang tersebut atau bernegosiasi dulu. Cobalah pancing dengan menggunakan topik topik yang pasien gemari. Jika pasien tidak merasa nyaman dengan topik yang dibacarakan, sadari tanda tandanya.

  2. Mulailah Berbicara Tentang Hal Kecil
    Pengungkapan diri adalah wilayah yang asing bagi sebagian orang. Orang lain mungkin tidak memiliki kosakata untuk menggambarkan perasaan mereka, tidak melihat relevansi dengan memberi tahu orang lain, mungkin mengharapkan penilaian atau ketakutan yang tidak diinginkan ‘membuka pintu air’ dan membuat banyak orang lain atau orang lain. Pikirkan topik kecil dan kurang emosional sebagai cara membuka pintu untuk percakapan yang lebih signifikan. Terkadang, jika Anda berbicara tentang apa yang Anda pikirkan dan rasakan, orang lain akan mengikuti dengan perlahan.

  3. Dengarkan dan Ajukan Pertanyaan
    Mendengarkan tanpa menyela adalah hal yang penting. Hal Ini mampu menyampaikan minat dan rasa hormat terhadap sudut pandang orang lain. Luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan apa yang sedang dikatakan (ini tidak berarti Anda harus setuju dengannya). Pertahankan kontak mata dan buat ucapan yang memberi semangat seperti ‘Saya mengerti yang Anda katakan …’ dan ‘Lanjutkan …’ dan ajukan lebih banyak pertanyaan. Sekali lagi, pertanyaan terbuka memberi cara paling ampuh untuk memahami posisi atau perasaan orang lain. Gunakan pertanyaan yang dimulai dengan mengapa, apa, kapan, dimana dan bagaimana.

  4. Batasi Pengekspresian Asumsi dan Pendapat untuk suatu Waktu
    Mengembalikan pola komunikasi lama bisa menghalangi yang baru. Orang-orang yang telah mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun, jika tidak sepanjang hidup mereka, akan merasa seolah-olah beberapa diskusi (walaupun penting) tidak lagi layak karena sepertinya selalu berakhir dengan cara yang sama. Tidak menanggapi dengan cara yang sama seperti mereka selalu bisa membantu orang lain untuk lebih toleran dan mencoba mencapai landasan baru.

  5. Awali secara perlahan
    Dalam beberapa keadaan yang sangat sulit, seperti perjalanan seorang pasien dengan kanker atau seseorang yang hampir meninggal, orang mungkin merasa tertekan untuk mulai membicarakan topik dan pikiran dan perasaan yang berarti (misalnya, jika seseorang telah menerima beberapa kabar mengecewakan bahwa pengobatan belum berhasil sebaik yang diharapkan). Bagi mereka yang telah menghindari komunikasi sejauh ini, ini menghadapi dan sangat menantang. Komunikasi tentang isu-isu yang sulit jauh lebih mudah jika langkah-langkah kecil telah dilakukan terlebih dahulu. Cobalah untuk menggunakan waktu yang berharga yang Anda miliki untuk membuka diskusi secara perlahan.

  6. Jadilah Tegas Saat diperlukan. Gunakan pernyataan 'saya’
    Bersikap tegas melibatkan mengekspresikan pikiran dan perasaan Anda sendiri tanpa mengabaikan atau menyalahgunakan hak orang lain (yaitu agresi). Terutama bila ada kekhawatiran bahwa sebuah diskusi dapat menghasilkan konflik, dengan menggunakan pernyataan ‘Saya’ dan bukan ‘Anda’ adalah keterampilan yang berguna. Misalnya, mengatakan ‘Saya merasa kecewa saat pulang ke rumah dan tidak bertanya kepada saya tentang bagaimana perawatan saya berjalan’ adalah cara yang tidak terlalu menuduh untuk mengekspresikan perasaan Anda daripada 'Anda membuat saya begitu marah saat Anda bahkan tidak repot-repot bertanya kepada saya bagaimana Pengobatan saya pergi. ‘Gunakan yang sederhana:’ Saya pikir ‘,’ saya merasa ‘dan’ saya ingin 'mendekatinya. Misalnya, 'Saya pikir radioterapi membutuhkan banyak waktu dan usaha. Aku merasa sangat lelah hampir setiap hari. Saya ingin Anda membantu di rumah dengan membuat makan siang Anda sendiri '.

  7. Lakukan terus menerus
    Saat berbicara dengan orang lain (terutama anak-anak atau pasien yang lebih tua) kita tidak hanya memiliki satu kesempatan untuk mengatakan sesuatu - tidak harus ‘sempurna’. Komunikasi berkembang dan hampir selalu ada kesempatan lain untuk berbicara. Bersikap realistis terhadap harapan Anda - menetapkan tujuan komunikasi yang realistis dan bersabar, namun termotivasi, untuk menciptakan perubahan kecil sekalipun.

  8. Berkomunikasi Tanpa Kata
    Komunikasi penuh kasih dan dukungan tidak perlu berputar di sekitar kata-kata. Cukup berada di sana, berpegangan tangan, tersenyum, berbagi kontak mata yang berarti dan menunjukkan kasih sayang secara fisik adalah cara yang sangat berarti untuk menunjukkan rasa hormat, perhatian dan dukungan.

Sumber: