Bagaimana tanggapan dan solusi Anda dalam menyikapi hubungan stunting dengan kinerja pembangunan Indonesia?

Indonesia adalah salah satu negara yang terdapat prevalensi stunting cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Kondisi ini jika tidak diantisipasi mampu mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia yang mencakup pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan ketimpangan. Bagaimana tanggapan dan solusi Anda dalam menyikapi permasalahan tersebut?

9 Likes

Saya setuju dengan pendapat bahwa prevalensi stunting yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia. Berdasarkan hasil riset yang saya baca di laman WHO, stunting berkorelasi dengan penurunan kemampuan anak anak di sekolah dan pendapatan pekerjaan ketika mereka dewasa. Hal ini dikarenakan stunting tidak hanya berdampak pada tubuh yang lebih pendek, tetapi juga kemampuan kognitif. Solusi dari masalah ini dari saya sendiri sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian yaitu terus melakukan penelitian dan inovasi agar nantinya dapat menciptakan produk makanan yang lebih tinggi nutrisi dan dapat menggantikan produk pangan saat ini yang kurang memiliki nilai gizi. Diharapkan kerjasama dari pihak pendukung seperti pemerintah untuk menyisihkan dana untuk penelitian inovasi pangan. Solusi lain yaitu dengan melakukan kampanye agar lebih banyak masyarakat yang peduli dengan stunting sekaligus memberikan pengetahuan tentang gizi seimbang kepada masyarakat.

13 Likes

Anak adalah masa depan sebuah bangsa sehingga semua pihak terutama pemerintah harus memperhatikan kebutuhan anak agar semua hak mereka dapat terpenuhi termasuk terhindar dari stunting. Akibat yang ditimbulkan oleh stunting bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik (bertubuh pendek/kerdil) saja, namun juga mempengaruhi perkembangan otak anak yang tentunya akan mempengaruhi kemampuan & prestasi disekolah dan produktivitas dan kreativitas di usia produktif (source: RSUP Sardjito). Salah satu pilar strategi percepatan dan pencegahan angka stunting adalah ketahanan pangan dan gizi yaitu dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi dan mendorong ketahanan pangan. Pemerintah akan mendorong penguatan kebijakan pemenuhan kebutuhan gizi dan pangan masyarakat, mencakup pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, pemberian bantuan pangan dan makanan tambahan, investasi dan inovasi pengembangan produk, dan keamanan pangan sejalan dengan amanat Undang-Undang No 36/2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang No.18/2012 tentang Pangan.
Sumber: https://m.mediaindonesia.com/read/detail/255633-pemerintah-siapkan-lima-strategi-untuk-atasi-stunting
Upaya pemerintah untuk mengatasi stunting juga akan memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan ketimpangan di masa depan, karena kualitas generasi yang menjadi lebih baik.

4 Likes

Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dominan
mempengaruhi kejadian stunting di Indonesia. Ada faktor-faktor lain yang
berpengaruh lebih besar menjadi penyebab prevalensi stunting. Dengan demikian,
upaya pembangunan ekonomi tidaklah dapat dijadikan sebagai kebijakan utama
yang secara langsung dapat untuk menurunkan kejadian stunting di Indonesia.
Kajian mengenai pengaruh transformasi struktural terhadap kejadian
stunting dapat diperdalam dengan melihat pengaruh per sektor usaha dengan
menggunakan nilai nominal (Rupiah) masing-masing.

Solusi dari permasalahn stunting yang terjadi di indonesia adalah memberikan arahan pembelajaran ataupun edukasi seputar stunting, dampaknya, dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan pola pikir keberlanjutan.

1 Like

Saya setuju bahwa prevalensi stunting dapat mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia. Stunting itu mengurangi kemampuan aritmatik dan abstraksi, itu adalah kemampuan dasar berpikir. Artinya, dia tidak bisa membayangkan hal-hal lebih kompleks, dia terjebak pada teknologi simpel.

Saat dewasa, mereka yang mengalami kondisi stunting berpeluang mendapatkan penghasilan 20% lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami stunting.

Penderita stunting dalam angkatan kerja Indonesia tidak akan mampu menguasai teknologi yang lebih canggih, sehingga terjebak pada kerja-kerja kasar yang semakin sedikit serapannya.

Efeknya, saat Indonesia memiliki angkatan kerja tinggi pada 2030, pendapatan per kapita Indonesia tidak naik signifikan akibat pemasukan pekerjanya yang tidak tinggi.

Oleh karena itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pemerintah memfokuskan pengentasan stunting melalui bantuan sosial. “Karena itu adalah soal gizi dan soal lingkungan, dikaitkan dengan bantuan sosial.”

1 Like

Saling berkaitan satu sama lain dimana masalah stunting yang cukup tinggi di Indonesia sangat berpengaruh pada kinerja pembangunan Indonesia. Pada dasarnya stunting banyak diakibatkan karena kemiskinan, kemiskinan ini mengakibatkan pemenuhan gizi, dan higienitas makanan menjadi dihiraukan oleh sebagian besar masyarakat. Kemudian, karena adanya stunting tidak hanya membatasi pertumbuhan fisik namun juga perkembangan kinerja otak. Kecerdasan yang menurun ini juga dapat menimbulkan kemiskinan. Lingkaran ini akan terus berjalan jika tanpa adanya usaha yang dilakukan baik dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Banyaknya keluarga miskin memengaruhi pendapatan negara dan kinerja pembangunan Indonesia. Menurut saya untuk menyikapi masalah ini solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan mengedepankan pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat. Sehingga stunting dapat diminimalisir dan pembangunan negara dapat berjalan dengan baik.

1 Like

Bagi saya, stunting yang melanda indonesia ini dapat dicegah dengan cara kita anak muda yang paham akan masalah ini mengajak masyarakat indonesia khususnya para orangtua dan anak untuk tetap menjaga pola makan agar nutrisi dan gizi mencukupi. Karenastunting berkaitan dengan rendahnya kemampuan kognitif anak dan performa mereka di sekolah, jika masalah ini tetap berlanjut dan tidak ditangani secara cepat, maka akan sangat berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia.

Membangun Indonesia dengan mengurangi angka kelajuan stunting sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Diperlukan adanya kesadaran masing-masing untuk memenuhi istilah 4 sehat 5 sempurna dan di iringi dengan olahraga rutin, tetapi bagi masyarakat miskin akan susah dengan hal itu, oleh karenanya semua kalangan masyarakat perlu melakukan gerakan menanam dari rumah, mengingat teknik metode penanaman sekarang sudah banyak tanpa menggunakan tanah. Jadi, sekiranya dapat memberikan asupan gizi pada tanaman yang ditanam sendiri.

Contoh lainnya, para atlet Indonesia mempunyai fisik yang mumpuni dalam berlomba karena asupan gizi yang ia konsumsi selalu dijaga agar unggul dalam pertandingan yang dapat mengharumkan nama Indonesia di Kancah Internasional dalam mendukung pembangunan Indonesia ke yang lebih baik.

1 Like

Dengan cara melakukan pendekatan di komunitas desa hal yang dapat dilakukan adalah pendekatan intervensi gizi spesifik dilakukan dalam beberapa fokus, termasuk melakukan pelatihan (training) kepada tenaga kesehatan dan kader posyandu, mengembangkan sistem rujukan berjenjang untuk balita stunting dan berisiko stunting, dan implementasi tata laksana stunting oleh dokter spesialis anak dengan pengawasan yang dibantu oleh dokter puskesmas, tenaga gizi puskesmas dan bidan desa.

1 Like

Saya sangat setuju bahwa stunting dapat menurunkan kinerja pembangunan indonesia di masa mendatang. Hal ini disebabkan karena kualitas sumber daya manusia yang menurun diakibatkan oleh stunting itu sendiri. Untuk mengatasi maslaah ini, diperlukan sinergitas dari seluruh pihak baik pemerintah, swasta, lembaga kesehatan, dan masyarakat. Stunting merupakan masalah kesehatan yang sangat kompleks penyebabnya tak hanya penyebab langsung seperti asupan nutrisi, tetapi juga karna penyebab mendasar seperti faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Oleh karena itu diperlukan regulasi, koordinasi, pelaksanaan program-program di masyarakat dengan baik disusul dengan adanya monitoring dan evaluasi yang terstruktur

stunting memang merupakan suatu hal yang harus diselesaikan. anak harus memiliki gizi yang cukup dan seimbang supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dengan begitu anak akan tumbuh besar dan menjadi manusia yang berkualitas, yang akan mempengaruhi pembangunan indonesia. edukasi dan komunikasi mengenai gizi, yang mengarah pada perubahan perilaku sangatlah penting dalam hal ini karena masyarakat harus tau pentingnya gizi bagi tubuh yang akan berdampak terhadap banyak hal. ketahanan pangan juga penting dalam hal ini karena masyarakat dan negara harus mampu memenuhi gizi melalui pangan. dengan demikian, diharapkan pembangunan di Indonesia akan berjalan ke arah yang lebih baik.

Menurut saya permasalahan ini harus menjadi fokus ekstra bagi pemerintah karena ini menyangkut anak-anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Maka perlunya pemerintah mendorong penguatan kebutuhan pangan masyarakat, secara tepat dan bersinergi sehingga nantinya segala aspek dapat saling pulih serta berkembang, baik mencakup stunting tersebut, masalah pertumbuhan ekonomi, maupun masalah kemiskinan dan ketimpangan. Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi masuknya pangan import, dan lebih mengiatkan pangan dalam negeri agar dapat berjaya dinegara sendiri.

Stunting merupakan bentuk gagalnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Hal ini dicirikan dengan tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya. Bukan hanya fisik, kecerdasannya juga terhambat. Ketika beranjak dewasa, anak rentan terhadap penyakit, kegemukan, dan kurang berprestasi di sekolah.
Kondisi tersebut tentu berdampak pada kualitas SDM Indonesia ke depannya. Kualitas SDM yang buruk tentu berdampak pada pembangunan Indonesia juga.
Untuk mengurangi tingginya tingkat stuning di Indonesia perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dapat memberikan edukasi tentang stuning, membuat regulasi tentang ketahanan pangan bagi warga negara dan lain sebagainya. Masyarakat harus mau dibimbing, di atur dan menaati ketentuan2 berlaku tentang ketahanan Pangan maupun gizi seimbang.

1 Like

anak atau balita adalah investasi bangsa indonesia di masa yang akan datang. Terutama dengan adanya bonus demografi yang diprediksi oleh pemerintah, maka balita di masa yang sekarang adalah harta yang harus dijaga kualitasnya, agar di masa depan nanti ia dapat menjadi penggerak sektor perekonomian Indonesia. Adanya kasus stunting maka akan menurunkan kualitas SDM yang harusnya dikelola dengan baik dan bijak.

Oleh karena itu, menurut saya pemerintah harus lebih memperhatikan apa penyebab stunting itu sendiri, apa yang menjadi penyebab pola asuh gizi kurang baik dan apa penyebab sanitasi yang kurang layak. Menurut saya, salah satu penyebabnya adalah kemiskian, sehingga masyarakat cenderung tidak mampu untukmemperhatikan kandungan gizi dan masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses air bersih.

intervensi yang dilakukan oleh pemerintah melalui program-program [pemberian makanan tambahan untuk ibu, konseling gizi selama hamil, pemberian imunisasi, dan kegiatan lainnya] harus lebih digalakkan lagi dan tersebar secara merata. Adanya pemberdayaan perempuan dan edukasi terhadap calon orangtua juga penting sehingga ketika mereka mempunyai anak, sudah mampu dalam mengelola makanan yang beragam, bergizi, aman dan seimbang.

Tentu saja masalah stunting ini mempengaruhi perkembangan dan pembangunan negara, karena pada dasarnya dari kondisi generasi muda yang sekarang dapat dilihat bagaimana masa depan negara. Jika yang banyak kasus anak Indonesia yang stunting maka yang dikhawatirkan adalah perkembangannya, stunting ini dikarenakan kurangnya gizi, kurangnya tinggi badan, dan bisa mengakibatkan kecerdasan yang lemah. Oleh karena itu kita bisa mengatasi stunting dengan pemenuhan nutrisi saat masa hamil, pemberian asi yang cukup, pemenuhan gizi keluarga.

1 Like

Menurut saya, salah satu hal yang sangat perlu ditingkatkan dalam memperbaiki stunting adalah pengetahuan dan kesadaran. Kejadian stunting tidak terjadi hanya dalam sehari/atau 2 hari dan tidak berakibat jangka pendek pula. Masa kritis yang mempengaruhi kejadian stunting adalah 1000HPK, dan dampaknya bisa hingga anak menjadi dewasa dan tumbuhlah lingkaran setan yang tidak terputus.
Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan dapat membantu mencegah kejjadian stunting. Tentunya sang ibu atau keluarga perlu memiliki pemahaman mengenai pemenuhan gizi seimbang dan mengenyambingkan budaya yang merugikan yang dipercaya di indonesia.
Asupan gizi merupakan salah satu indikator yang penting dalam masa pertumbuhan anak/setiap orang. Dan indokator lainnya adalah pola asuh. Anak yang mengalami stunting, tentu akan berdampak pada kemampuan berfikir dan berperilaku. Dan itu akan memberikan dampak yang tidak baik pada demografi maupun pada angka perekonomian negara
Pemerintah telah mengadakan beberapa program untuk mencegah stunting, seperti salah satunya mengenai ketahanan pangan yang bertujuan untuk meningkatkan akses makanan bergizi pada masyarakat
Pemerintah telah menggalangkan dan memberikan fasilitas untuk program pencegahan stunting ini diharapkan masyarakat dapat menyadari bahaya stunting dan ikut mencegahnya terjadi pada diri sendiri dan sekitar. Sehingga kita bisa mendapatkan generasi yang baik, sehat, dan dapat mendukung kemajuan negara

Kondisi stunting yang cukup tinggi di Indonesia secara tidak langsung memang dapat memengaruhi pembangunan dan kemajuan bangsa, yaitu memungkinkan adanya kemiskinan. Jumlah stunting yang sangat tinggi ini juga memerlukan usaha yang lebih pula untuk penanganannya. Pemerintah harus melakukan perbaikan kinerja untuk menangani masalah stunting ini bahkan di pelosok negeri yang mungkin belum terjamah teknologi. Selain itu, kita sebagai masyarakat yang sedikit mengerti mengenai hal ini juga mestinya memiliki tanggung jawab untuk membantu pemerintah, seperti membantu memberikan pengarahan kepada ibu hamil untuk selalu memenuhi kebutuhan gizi calon bayi, juga mengarahkan ibu ibu untuk mengijuti program posyandu untuk bayi dibawah dua tahun

Tingginya stunting sangat berpengaruh terhadap kinerja pembangunan Indonesia. Seperti yang kita tahu stunting mengancam produktivitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, yang menjadikan SDM Indonesia menjadi rentan diserang oleh berbagai penyakit. Oleh karena tingginya kasus stunting di Indonesia, sudah sepatutnya kasus ini menjadi fokus pemerintah dalam penanganannya. Intervensi penanggulangan stunting juga sudah sepatutnya difokuskan pada masyarakat yang kurang mampu. Hal ini penting dilakukan untuk mencapai target yang diusulkan WHO. Kebijakan gizi nasional dan organisasi internasional harus. memastikan bahwa kesenjangan yang terjadi ditangani dengan mengutamakan gizi di daerah pedesaan dan kelompok-kelompok termiskin dalam masyarakat. Kebijakan yang mendukung distribusi yang lebih adil dari pendapatan nasional, seperti kebijakan perlindungan sosial, memainkan peranan penting dalam meningkatkan gizi (Cobham, 2013). Menurut saya, solusi pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memperkenalkan kepada masyrakat terhadap bahaya stunting dan mulai menanamkan pentingnya menkonsumsi makanan bernutrisi tinggi. dalam hal ini pemerintah juga dapat turut langsung melakukan pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintergasi di masing-masing kota. Rencana pembangunan dan pengukuran publikasi angka stunting dapat dilaksanakan melalui penyelenggaraan posyandu, Bulan Penimbangan Balita dan Pemberian Vitamin A, serta Survei gizi kabupaten/kota. Menciptakan ketahanan pangan lokal sebenarnya terbilang membantu masyarakat untuk mengatasi stunting. Di zaman yang serba instan seperti sekarang tumbuhan lokal dianggap kurang praktis dalam pemanfaatnya. Hal lain yang diduga berpengaruh adalah rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap nilai gizi dari tumbuhan pangan lokal tersebut. Pemanfaatan tumbuhan lokal sebagai pangan alternatif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak terlepas dari pengetahuan terhadap besarnya nilai gizi dari pangan tersebut. Rendahnya pengetahuan ini dapat mempengaruhi jumlah stunting di Indonesia, itu sebabnya pemahaman mengenai stunting dan gizi seimbang perlu diberikan kepada masyarakat.

Generasi muda adalah calon penerus bangsa. Oleh sebab itu, pemenuhan gizi seimbang sangat diperlukan oleh calin penerus bangsa agar tumbuh dan kembangnya berjalan secara normal dan baik sehingga kedepannya bangsa ini dapat dipimpin oleh generasi hebat. Sumber daya manusia adalah salah satu faktor terpenting dalam kinerja pembangunan selain dari sunber daya alam dan faktor lainnya. Sehingga stunting yang tidak segera diatasi maka akan mempengaruhi kinerja pembangunan di indonesia. Salah satu solusi yang dapat saya berikan adalah dengan mendukung kembali program KB dari pemerintah sehingga beban yang dimiliki keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak tidak begitu besar serta terus mendukung program diversifikasi pangan dan memastikan serta ikut mengawasi program bantuan pemerintah seperti beras bulog sampai ke tangan yang memang tepat san membutuhkan.

Kondisi stunting disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan asupan nutrisi selama 9 bulan saat anak di dalam kandungan ibunya atau selama masa pertumbuhan kritis, yaitu 1.000 hari pertama dalam hidup anak. Stunting juga bisa memengaruhi kapasitas belajar pada usia sekolah, seperti berpengaruh pada nilai dan prestasi di sekolah, upah kerja pada saat mereka dewasa, risiko mengidao penyakit kronis seperti diabet, morbiditas dan mortalitas, dan bahkan produktivitas ekonomi. Tanggapan saya dan solusi terhadap hubungan stunting dengan kinerja pembangunan Indonesia adalah, jika generasi penerus bangsa banyak yang menderita stunting tidak menutup kemungkinan bahwa kinerja dalam pembangunan Indonesia kedepannya akan menghadapi banyak tantangan karena generasi penerusnya mengalami kekuranga gizi yang menyebabkan mereka juga mengalami kemunduran nilai dan prestasinya selama di sekolah. Yang pastinya juga berdampak dalam kehidupan mereka ketika akan melamar / mencari Pekerjaan. Sedangkan solusinya bisa dengan melakukan pembentukan kebun gizi di setiap desa dengan pemanfaatan anggaran dana desa yang telah di gelontorkan oleh pemerintah. Lewat program yang dikeluarkan tersebut, masyarakat bisa terlibat aktif menghadirkan aneka kegiatan yang berhubungan upaya penanganan stunting yang berfokus pada kebun gizi di tiap tiap desa dengan pendekatan keluarga, yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Serta mendorong masyarakat untuk menggunakan air bersih dan sanitasi yang baik.