Bagaimana tanggapan anda jika ada yang menolak pendapat yang anda berikan?


(Athayya Salsabila Anandityo) #1

Sebagai negara demokrasi pancasila, Indonesia memberikan kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat bagi warga negaranya. Hal ini secara jelas telah ditegaskan dalam UUD 1945 (amandemen) pada pasal 28E ayat (3), yang berbunyi “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat”. Nah, jika anda berpendapat di suatu forum, pasti ada yang tidak sependapat dengan anda, atau bisa jadi semua kurang setuju dengan pendapat anda. Bagaimana tanggapan anda jika menemui kasus tersebut?


(Himawat Aryadita) #2

Pada dasarnya setiap orang pasti mempunyai pendapat masing-masing, yang mana kemungkinan terjadi perbedaan pendapat pasti sangat besar.

Perbedaan pendapat adalah suatu keuntungan, karena tanpa adanya perbedaan pendapat, ide-ide atau pikiran kita tidak akan berkembang.

Kalau kita mempelajari ilmu Manajemen Projek, suatu team yang tidak terjadi perbedaan pendapat di fase awal team terbentuk, fase brainstorming, maka team tersebut bukanlah team yang sehat. Apabila hal tersebut terjadi, maka project leader biasanya menunjuk seseorang menjadi devil advocate.

Devil’s advocate describes someone who, given a certain point of view, takes a position they do not necessarily agree with (or simply an alternative position from the accepted norm), for the sake of debate or to explore the thought further.[1]

Bagaimana menyikapi perbedaan pendapat ?

Mungkin yang perlu diperhatikan adalah bukan perbedaan pendapatnya, tetapi bagaimana argumentasi-argumentasi yang diberikan oleh mereka dapat menambah wawasan terhadap pendapat kita.

Argumentasi-argumentasi yang kuat dan meyakinkan dan didasari oleh data yang seharusnya kita perhatikan, walaupun argumentasinya bertentangan dengan pendapat kita.

Hindari adu argumentasi yang menjurus ke debat kusir. Dalam ilmu agama, sebaiknya anda menghindari hal tersebut, walaupun pendapat anda yang benar.

Tidak ada manfaatnya sama sekali ber-adu argumentasi dengan cara seperti itu, jauh lebih banyak kerugiannya dibandingkan dengan kebaikannya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berdiskusi antara lain [2]:

  • Lakukan penelitian. Ketika berdiskusi seharusnya selalu menggunakan data dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

  • Mengetahui lawan bicara anda. Berdiskusi dengan orang lebih tua pasti berbeda dengan berdiskusi dengan teman sebaya. Berdiskusi dengan orang yang mudah tersinggung pasti berbeda dengan orang yang easy going.

  • Mendengarkan atau membaca dengan seksama argumentasinya (apabila melalui forum)

  • Hindari menggunakan nada yang tinggi atau nada bicara yang terkesan meremehkan

  • Hindari menyebut nama langsung, gunakan kata ganti ketiga.

  • Bertanyalah apabila anda kurang paham terkait argumentasi yang diberikan. Hindari berasumsi apabila anda kurang mengerti terkait argumentasi lawan bicara anda.

  • Jangan masukkan dalam hati. Apabila anda berdiskusi, perbedaan pendapat selalu berhubungan dengan pikiran, bukan kepribadian. Jangan pernah perbedaan pendapat tersebut anda tarik menjadi masalah pribadi.

  • Berbicaralah dengan bahasa yang sopan. Jangan gunakan kata-kata yang dapat menyinggung lawan diskusi anda.

  • Selalu berikan pujian, walaupun hanya sekedar ucapan terimakasih, karena bagaimanapun mereka telah membantu anda memberikan prespektif yang berbeda dalam melihat sesuatu.

Sumber :

[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Devil's_advocate
[2] http://etiquette.about.com/od/Manners/fl/Political-Discussion-Manners.htm