Bagaimana suatu perusahaan melakukan manajemen risiko dalam menghadapi kompetitornya?

Seperti yang diketahui, sudah banyak perusahaan yang memiliki kompetitor di bidang bisnis yang sama. Dan mengharuskan perusahaan itu untuk survive agar perusahaan tersebut dapat melangsungkan bisnisnya. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen risiko dalam menghadapi kompetitor.

Sehingga, bagaimana suatu perusahaan tersebut melakukan manajemen risiko dalam menghadapi kompetitornya?

Kompetitor adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang dan jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mampu berkembang dan berinovasi sesuai dengan perkembangan yang ada di pasar saat ini. Dalam kenyataannya banyak perusahaan yang kalah bersaing dengan kompetitornya bahkan sampai mengalami kematian perusahaan karena lemahnya penerapan manajemen resiko yang baik.

Berikut proses manajemen resiko yang diterapkan oleh perusahaan :

  1. Mendeteksi/mengidentifikasi resiko sedini mungkin pada setiap aktivitas yang berhubungan dengan perusahaan

  2. Melakukan pengukuran tingkat / besarnya setiap resiko, dengan memperhitungkan besarnya dampak dan kemungkinan terjadinya peluang resiko.

  3. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap sumber resiko dan penyebab terjadinya resiko, sebagai dasar untuk memetakan dan mengendalikan resiko yang signifikan.

  4. Menyusun rencana strategi pengendalian terhadap resiko yang mempunyai prioritas tinggi/resiko signifikan.

  5. Melakukan kegiatan strategi pengendalian resiko yang membahayakan kelangsungan hidup perusahaan.

  6. Melakukan komunikasi, konsultasi, review dan pemantauan, resiko secara terus menerus, khususnya yang mempunyai dampak cukup signifikan terhadap kondisi perusahaan.

Sumber : https://atyantahenggar.wordpress.com/2017/05/14/penerapan-manajemen-resiko-perusahaan/

Kompetitor merupakan perusahaan yang menghasilkan produk yang sama atau mirip dengan apa yang perusahaan kita produksi. Adanya kompetitor dapat menghasil dampak positif maupun dampak negatif bagi suatu perusahaan. Dampak positifnya adalah kita bisa selalu berinovasi agar tidak kalah dengan pesaing kita. Dampak negatifnya beberapa perusahaan ada yang gulung tikar, oleh karena itu harus dilakukan manajemen risiko, supaya perusahaan tidak gulung tikar.

Manajemen risiko adalah tentang mempersiapkan diri sebaik mungkin terhadap kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan ini, sehingga anda dapat, mengimbangi badai yang meruntuhkan kompetitor anda. Adapun tahap-tahapan manajemen resiko :

  1. Membuat Perencanaan
    Setiap bisnis harus memiliki sebuah perencanaan manajemen risiko yang solid. Berikut merupakan panduan dalam menyusunnya. Ada beberapa item penting untuk dicantumkan dalam perencanaan manajemen risiko, sebagai berikut:

    • Daftar risiko
    • Penilaian tiap risiko berdasarkan kecendrungan terjadi dan dampaknya
    • Penilaian terhadap pengendalian saat ini
    • Rencana tindakan
  2. Menentukan Bagaimana Menangani Resiko
    Pada tahap inii seluruh resiko utama telah di identifikasi, kemudian diprioritaskan berdasarkan kecenderungan dan dampak. Terdapat empat strategi utama dalam menangan resiko :

    • Menghindarinya
    • Menguranginya
    • Memindahkannya
    • Menerimanya
  3. Monitor
    Tidak cukup hanya dengan melakukan pengukuran, kita juga perlu memeriksa apakah hal tersebut bekerja dan memonitor bisnis anda secara regular untuk mengidentfikas dan menangani resiko baru.

Strategi Manajemen Resiko yang Efektif

Risiko dapat didefinisikan sebagai ketidakpastian yang bisa menciptakan peluang atau ancaman bagi bisnis perusahaan.Terdapat 2 jenis risiko yaitu risiko internal (misalnya risiko operasional, teknologi dan organisasi) dan risiko eksternal (misalnya risiko pasar dan risiko pemasok). Manajemen risiko diperlukan untuk mengelola semua risiko secara efektif,untuk menghindari perusahaan dari kegagalan dan karenanya meningkatkan kemungkinan keberhasilan bisnis perusahaan.Manajemen risiko dapat membantu pengambil keputusan untuk mengevaluasi dan memutuskan apakah suatu proyek layak untuk dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan termasuk struktur organisasi, tingkat teknologi, kemampuan sumber daya manusia,kondisi keuangan, tingkat produksi dan tingkat pemasaran.

Kompetitor merupakan salah satu risiko eksternal, diluar sana banyak perusahaan sejenis yang berkembang menyaingi bisnis kita dalam bidang yang sama.Dalam bersaing di bidang yang sama suatu perusahaan haruslah menggunakan managemen risiko dan membuat strategi-strategi.

Langkah-langkah dalam managemen risiko:

  1. Risk identification
  2. Risk assesment
  3. Risk response
  4. Implementation
  5. Evaluate and review

Sebagai contoh perusahaan alibaba dan amazon, mereka sama-sama bergerak dibidang e-commerce, mereka melakukan manajemen risiko dalam bersaing antara satu dengan yang lain amazon melakukan menjual barang secara langsung, namun alibaba mengidentifikasi risiko yang akan didapat jika menerapkan proses bisnis yang sama sehingga alibaba membuat stategi baru yaitu dengan hanya sebagai perantara, dengan begitu alibaba akan bergerak dengan lincah.

Risk Management in New Product Development Process for Fashion Industry: Case Study in Hijab Industry
Strategi Menyalip Sang Raksasa