Bagaimana strategi Replenishment cycle pada perusahaan besar?

Replenishment cycle terjadi pada perantara retailer/distributor dan semua proses yang berhubungan dengan persediaan. Proses ini diinisiasi ketika retailer melakukan pemesanan kepada produsen dalam rangka pemenuhan kebutuhan barang di masa yang akan datang.

Pada siklus ini biasanya dimulai dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelanggan, dimana ketersediaan barang di gudang persediaan tinggal sedikit atau bahkan telah habis sama sekali.

Proses yang terjadi pada replenishment cycle antara lain :

  • Retail order trigger, dimana fase ini dimulai apabila ketersediaan barang sudah mulai menipis dan harus ditambah sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan fase ini adalah untuk memaksimalkan keuntungan dengan cara menjamin bahwa barang yang dijual selalu tersedia ketersediaannya tanpa membebani biaya penyimpanan barang atau investasi pengadaan barang tersebut.

  • Retail order entry, dimana pada fase ini toko melakukan pemesanan secara langsung ke distributor atau produsen barang. Yang harus diperhatikan pada fase ini adalah, pemesanan, baik jumlah maupun jenis barang, harus dibuat seakurat mungkin dan dilakukan secepat mungkin sehingga rantai suplai tidak mengalami gangguan.

  • Retail order fulfillment, dimana pada fase ini sama seperti fase Customer order fulfillment, hanya entitasnya saja yang berbeda. Tujuan pada fase ini adalah pesanan barang dapat dilakukan tepat waktu dan meminimalkan biaya.

  • Retail order receiving, dimana pada fase ini sama seperti fase Customer order receiving, hanya pembedanya adalah, ketika toko telah mendapatkan barang dari produsen, maka data barang (jumlah, harga dsb) harus diperbarui secepat mungkin sehingga pelanggan dapat melihat informasi yang terbaru terkait dengan barang tersebut.

1 Like

ZARA’S REPLENISHMENT STRATEGY

Trend fashion memiliki sifat yang sementara sehingga harus dicapai secepat mungkin. Zara dengan rantai suplai yang sangat responsive menjadi unggul. Meskipun rantai suplainya yang flexible itu berarti membuat poin harga sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya, tetap hal inilah yang memungkinkan menjadikan Zara paling resposif terhadap perubahan trend fashion.

Zara focus pada tim desainer dan manajer produk. Mereka mengawasi desain, sumber daya dan produksi
pada klasifikasi yang spesifik seperti gaun atau pakaian olahraga wanita. Mereka bertanggungjawab untuk baik koleksi awal maupun in-season. Zara memproduksi apa yang dijualnya, dimana ini membuatnya mencapai lead time yang pendek untuk ide-ide fashion baru.

Sementara Zara merilis dua koleksi musim yaitu Auntumn/Winter dan Spring/Summer, retailer fashion membuat komitmen kecil dari produk apa yang akan diproduksi pada awal musim. Desain diproduksi setelah melewati percakapan dengan manajer produk dengan berbagai manajer toko di seluruh dunia. Proses produksi sangat flexible, dirancang unuk memungkinkan respon yang cepat terhadap perubahan tuntutan konsumen di tiap musim. Misalnya, ketika Zara membeli kain, banyak bahan yang undyed. Dengan kain yang polos ini, Zara mampu merespon trend atau tuntutan konsumen dengan melakukan pencelupan kain sesuai warna yang kebetulan pada musim itu diperlukan untuk desain pakaian tertentu. Zara menggunakan produsen Asia untuk menghasilkan pakaian basic seperti kaos polos, yang tidak terpengaruh trend fashion dan menggunakan tenaga berupah rendah dengan kontrak masuk akal.

Sedangkan untuk produksi pakaian yang terpengaruh fashion diproduksi di Spanyol, Portugal, dan Maroko yang memiliki lokasi dekat dengan pusat Zara Spanish. Perusahaan hampir tidak ada iklan sama sekali dan menggunakan dananya untuk mendukung biaya produksi yang lebih tinggi di Spanyol. Tujuan menggunakan produsen dekat adalah untuk memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dan menciptakan desain secepat mungkin. Waktu pengiriman juga dibuat sesingkat mungkin. Dengan kedekatan produsen ini, dapat dengan cepat disampaikan ke pusat distribusi sentral Zara di Spanyol dan dikirim ke toko-toko di seluruh dunia dua kali seminggu. Zara tidak selalu mengisi stok, tetapi hati-hati mempertimbangkan apakah perlu atau tidak untuk memperluas trend atau menyimpannya untuk release batch terbatas.

Pengisian stock yang sering membuat ZARA dapat melanjutkan suplai desain baru sesuai keinginan pelanggan. Pengisian ini adalah salahsatu strategi manajemen inventory milik ZARA dimana semua store dikelola dengan baik. Yang artinya tiap store terus memperbarui stok dan menggantinya dengan tingginya permintaan barang berdasarkan keinginan konsumen.

Source : World Finance

Manajemen Inventori Rantai Suplai pada perusahaan IKEA

Apakah rahsia dibalik lancarnya operasi Back-End dan efisiensi proses rantai suplai yang di pakai oleh Perusahaan ternama seperti IKEA.
Perusahaan peralatan rumah terbesar yang memiliki retailer sebanyak 298 toko di 37 negara. Setiap took IKEA memiliki stok produk lebih dari 9500 jenis! Bagaimana IKEA dapat menawarkan barang dengan harga yang sangat murah tetapi dapat menyediakan stok setiap saat?

  1. Penghematan biaya dalam desain peralatan yang akan dibuat.
    IKEA memiliki produk dengan design yang unik dan memiliki ongkos manufaktur yang sangat rendah tetapi dapat memenuhi kebutuhan untuk fungsi alat tersebut, efisiensi distribusi, kualitas serta dampak yang akan diberikan kepada lingkungan. Berdasarkan studi kasus dari Times Of London, lebih dari 50% produk yang dihasilkan oleh IKEA merupakan produk yang berkelanjutan dan dapat di perbaharui ulang ( Recycled ).

  2. Hubungan yang berkelanjutan dengan suppllier
    IKEA merupakan retailer dengan volume pemesanan yang sangat tinggi. Mereka membeli produk lebih dari 1800 supplier di 50 negara dan memiliki 42 kantor Trading Services di setiap negara untuk memanajemen hubungan ke supplier. Mereka bernegosiasi dengan supplier, memeriksa kualitas material dan mengawasi kondisi sosial dan lingkungan kerja. Meskipun Ikea menumbuhkan persaingan di antara supplier untuk memastikan mereka memberikan harga dan bahan terbaik,Selain itu dengan membuat hubungan bisnis jangka panjang dengan supplier dapat menurunkan harga produk lebih lanjut.

  3. Pemasangan Do-It-Yourself dapat Menurunkan biaya Kemasan
    Sebagian besar furniture IKEA dirancang dan dijual dalam potongan-potongan sehingga pelanggan harus merakitnya sendiri. Potongan-potongan ditempatkan ke dalam, paket datar nyaman dan efisien untuk biaya transportasi yang lebih murah karena mereka mengambil sedikit ruang di truk, memaksimalkan jumlah produk yang dapat dikirimkan.

  4. Menggabungkan Retail dan proses gudang
    Setiap toko IKEA memiliki gudang di tempat. Di lantai showroom utama, pelanggan dapat menelusuri item. Mereka kemudian memperoleh produk yang mereka butuhkan dari lokasi tersebut, dan furnitur tersebut dapat dibeli dan dibawa pulang. produk tambahan disimpan dalam rak cadangan di atas lokasi tersebut.

  5. Taktik inventoris Cost-Per-Touch
    Pelanggan memilih langsung furniture dan mengambil paket sendiri merupakan taktik manajemen inventoris yang disebut dengan Cost-Per-Touch. Lebih praktisnya, perusahaan meyakini bahwa dengan pelanggan terjun langsung dalam memilih peralatan yang akan dibeli maka biaya yang akan dikeluarkan akan semakin kecil.

  6. Pengaturan minimum atau maximum sebagai sistem yang paten
    Manajer logistik menggunakan proses manajemen pengisian persediaan yang dikembangkan oleh IKEA dan biasa disebut dengan “Pengaturan maximum atau minimum” untuk merespon kemampuan sebuah toko untuk menyimpan, menyusun ulang point dan menyusun ulang produk.

Pengaturan Minimum: Jumlah minimum produk yang tersedia sebelum penyusunan ulang.
Pengaturan Maksimum: Jumlah maksimum produk tertentu untuk pemesan pada satu waktu.

  1. In-Store Logistik
    IKEA juga bergantung pada sesuatu yang langka dan unik mengenai manajemen logistik untuk pemesanan ulang produk.IKEA mempekerjakan personil logistik yang berada di dalam masing-masing toko untuk menangani manajemen persediaan di toko-tokonya. Tugas dari personil logistik adalah untuk memantau dan merekam pengiriman, memeriksa pemberitahuan pengiriman, mengurutkan dan memisahkan barang, dan mengirim barang-barang ke daerah penjualan yang benar atau lokasi overstock yang ditunjuk.

  2. Penggunaan fasilitas arus tinggi (High Flow) dan arus rendah (Low Flow) dari sebuah gudang
    Toko operasional IKEA didukung dengan fasilitas high-flow (difokuskan pada 20% dari SKU yang menjelaskan 80% dari volume) dan gudang aliran rendah yang lebih manual. Di gudang high-flow-nya, IKEA menggunakan penyimpanan dan pengambilan sistem otomatis untuk menurunkan Cost-Per-Touch. Produk di simpan di fasilitas Low-Flow merupakan produk yang tidak dalam permintaan tinggi, dan operasi mengandalkan proses manual karena pekerja tidak akan memindahkan barang-barang penyimpanan terlalu banyak.
    Strategi ini telah membuat IKEA di dunia sebagai perusahaan pengecer furnitur yang paling sukses dengan biaya operasi yang rendah dan permintaan produk yang tinggi. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk tetap kompetitif di industri tersebut dan terus berupaya menumkan metode yang lebih canggih untuk merampingkan manajemen rantai pasokan.

Source : https://www.linkedin.com/pulse/how-does-ikeas-inventory-management-supply-chain-strategy-ray-su

1 Like

Walmart telah sukses menjadi perusahaan publik terbesar di dunia, hal itu tertulis di artikel www.bisnishack.com,yang dimana Walmart berdasarkan pendapatannya,Walmart telah menjadi perusahaan terbesar di dunia menurut Fortune Global 500 dan majalah Fortune. Manajeme inventory merupakan salah satu kunci keberhasilan dari Walmart yang tumbuh menjadi sebuah perusahaan retail terkemuka di dunia seperti sekarang ini.

  1. Walmart’s Vendor-Managed Inventory Model
    Walmart’s Vendor-Managed Inventory Model merupakan strategy yang diugunakan dalam manajemen inventory. Keuntungan Walmart’s Vendor-Managed Inventory Model ini adalah meminimalisasi biaya dalam manajemen persedia,Karena Walmart’s Vendor-Managed Inventory Model ini pemasok dapat mengakses data tentang persediaan barang-barang mereka,sehingga hal ini membuat Walmart tidak perlu mengeluarkan biaya personil tambahan untuk mengelola barang setiap pemasok.

  2. Types and Roles of Inventory at Walmart
    Dalam mengatur persediaan Walmart menggunakan 4 tipe inventory,yaitu:
    • Finished Good Inventory
    Type Finished Go0d Inventory atau persediaan barang jadi memiliki peran untuk mendukung operasi Walmart,dimana barang jadi yang dijual dari persediaan ke pelanggan.
    • Transit Inventory
    Transit Inventory merupakan tipe yang digunakan Walmart untuk mendukung penambahan persediaan barang jadi di toko Walmart.
    • Buffered Inventory
    Peran dari Buffered inventory ini untuk memastikan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kenaikan permintaan pelanggan secara tiba-tiba
    • Anticipation Inventory
    Anticipation Inventory tidak jauh berbeda dengan buffered inventory untuk mengatasi peningkatan permintaan.Namun tipe ini mengatasi pengingktan permintaan berdasarkan musim.

  3. Just-in-Time Cross-Docking in Walmart’s Inventory Management
    Just in Time merupakan metode yang digunakan Walmart dalam mengatur persediaannya.Metode Just in Time ini di terapkan dalam bentuk cross-docking. Yang dimana truk supplier dan truk Walmart bertemu di Gudang perusahan dan kemudian barang di transfer dari truk supplier ke truk Walmart,yang mengantarkan barang ke toko-toko. Manfaat dari cross docking ini sendiri dapat mengurangi ukuran persediaan di Gudang Walmart. ross-docking juga memungkinkan Walmart untuk sesegera mungkin mengirimkan barang ke toko-toko. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk secara cepat merespon fluktuasi permintaan dan perubahan di pasar.

Refrensi:

google adalah sebuah perusahaan yang berada di Amerika Serikat. Perusahaan ini paling terkenal dengan mesin pencariannya yang hampir digunakan oleh seluruh orang di dunia. google didirikan pada 7 September 1998. Kesuksesan google yang sekarang ini tentu saja dengan adanya management yang baik dari segala sisi. Salah satunya adalah Management Inventory Google.

Metode Inventory Google

A. Metode Serialisasi Inventori
Google menggunakan metode serialisasi inventori untuk memanage inventorinya. metode ini adalah dengan memberikan serial number yang unik pada setiap produknya di inventory, bukan dengan mencatat tiap sekumpulan paketnya. contohnya google inventory manajemen menggunakan serialisasi nexus. dalam perilanan online, perusahaannya juga menggunakan serial number untuk melakukan periklanan dan penerbitan.

B. Metode FIFO (First in First Out)
Metode manajement inventori google yang selajutnya adalah menggunakan first in first out (FIFO). metode ini digunakan dengan cara barang yang pertama kali sampai, adalah barang yang pertamakali juga harus terjual. contohnya smartphone nexus dan Chromecast digital media player di manage dengan menggunakan metode FIFO. Metode ini berguna untuk mengurangi tertumpuknya barang barang lama di gudang penyimpanan.

Manajemen Inventory Google

  1. ABC Analysis
    Inventori Google kelas “A” adalah Nexus, Chromecast, Server, Computer, dan beberapa item lainnya. item item ini merupakan sumber penghasilan terbesan bagi perusahaan. Inventori google kelas “B” adalah computer dan beberapa item sejenis lainnya yang digunakan di kantor google. Item ini memiliki nilai yang lumayan utuk kontribusi pada bisnis. Inventori google kelas “C” adalah kebutuhan kebutuhan kantor seperti kertas, makanan, dan lainnya.

  2. Inventory Information System
    Sebagai perusahaan teknologi, google menggunakan sistem informasi untuk memanage inventori nya. Sistem informasi inventori ini telah di kostumisasi secara spesifik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. google juga menggunakan sistem informasi inventori yang berbeda untuk tiap area bisnisnya

Manajemen Inventori Pada Rantai Suplai Google

  1. Inventori Value in the Supply Chain
    Inventori value di maintain dan di optimisasi melaluli penggunaan sistem informasi google untuk memonitor item dan mengindentifikasi kemungkinan terjadinya masalah. Sistem informasi tingkat lanjut yang digunakan oleh google digunakan untuk memprediksi kemungkinan kehabisan stok barang dan kebutuhan pelanggan. Berdasarkan infonya, google secara proaktif memaksimalkan persediaan di seluruh rantai suplainya.

  2. Bullwhip Effect.
    Bullwhip effect merefer kepada propagasi, eror, delay, dan kekurangan dalam pasokan ranti suplai. effek ini seringkali terjadi di google inventori dengan item elektronik seperti Nexus dan Chromecast. Dalam produk digital dan periklanan online, perusahaan ini tidak pernah mengalami efek Bullwhip. walaupun begitu, management inventori google juga melibatkan sistem informasi untuk mengidentifikasidan meminimalkan error, delay dan keterlambatan pasokan rantai suplai.

sumber : http://panmore.com/google-inventory-management

McDonald’s Corporation (Logistic and Supply Chain)

McDonald’s Corporation merupakan organisasi yang bergerak di bidang pelayanan makanan nomor 1 di dunia hingga saat ini sejak tahun 1948. Ada sekitar 60% bagian dari perusahaan dioperasikan oleh perusahaan itu sendiri dan 40% nya dioperasikan oleh waralaba (cabang). McDonald’s sendiri disusun sebagai usaha mandiri yang memilikki tanggung jawab terhadap manajemen restoran seperti akuntansi, operasional, pengendalian persediaan, hubungan masyarakat, pelatihan dan sumber daya manusia.

Untuk inventory management (pengadaan barang) nya sendiri, McDonald’s selalu memastikan stok bahan baku cukup tersedia. Hal tersebut dilakukan karena membantu restoran untuk menghasilkan makanan yang dibutuhkan sesuai permintaan customer. Yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan berapa banyak jumlah stok yang dibutuhkan yaitu berdasarkan data-data dari tahun-tahun sebelumnya dan seorang manajer harus memastikan apakah data yang masuk dalam sistem sudah akurat atau tidak ; detail toko yang spesifik; promosi yang diadakan seperti hari libur nasional maupun hari libur / event yang lain yang mempengaruhi jumlah permintaan yang berbeda dari hari biasanya.

Inventory control pada McDonald’s dilakukan oleh tim dengan merencanakan dan meramalkan kemungkinan permintaan item menu selesai di distribusikan / sampai di tangan konsumen, contohnya menu Big Mac. Ada 3 jenis penawaran saham di McDonald’s :

1. Bahan Baku
Bahan baku yang dibutuhkan untuk sebuah Bic Mac yaitu roti, daging sapi, selada, keju, acar, bawang, saus, bumbu, kertas untuk membungkus burger/kemasan. Biasanya mereka stok 3-5 kali bahan baku dalam seminggu untuk memenuhi kebutuhan.

2. Work-in-progress
Restoran menunggu sampai ada pesanan Big Mac baru para koki McDonald’s membuat makanananya langsung dan menghangatkannya agar makanan yang disajikan tetap fresh dan hangat.

3. Finished Stock
Produk jadi siap untuk dijual kepada seluruh pelanggan yang memesan Big Mac.

First-in-first-out adalah metode yang digunakan untuk menangani seluruh proses dari Bahan Baku, Work-in-progress, dan Finished Stock sehingga meminimalisir limbah restoran dan menjaga makanan tetap higienis dan segar.

sumber : https://www.ukessays.com/essays/management/logistics-and-supply-chain-management-at-mcdonalds-management-essay.php

7-11: Praktisi Sukses “Just in Time”

Dengan lebih dari 50.000 toko di seluruh dunia, Seven-Eleven (SE) tidak diragukan lagi merupaka jaringan toko terbesar di dunia. Di pasar utama yaitu Jepang, ada 16.664 jaringan toko. Tokonya lain yang terletak di Amerika Serikat (8170), Thailand (7816), Korea Selatan (7055), Taiwan (5001), China (2022), dan sebagainya. Mengelola jaringan toko dalam jumlah besar dan tersebar di seluruh dunia, efisien tidak hanya membutuhkan akal dan strategi bisnis kreatif, tetapi juga meminta manajemen rantai pasokan yang komprehensif dan efektif. Melalui menjelajahi rahasia sukses SE, secara bertahap menjadi jelas bahwa bagaimana strategi “Just in Time” berfungsi sebagai alat praktis tentang manajemen rantai pasokan.

Pelanggan utama dari SE biasanya orang-orang muda nine-two-five (pekerja kantoran) yang mengejar kehidupan yang serba cepat dan modis. Dalam keadaan ini, preferensi pelanggan dan persyaratan yang cepat berubah. Selain itu, jelas bahwa banyak komoditas dalam jenis toko, seperti makan siang kemasan vakum, roti, sushi dan nasi bola, memiliki siklus hidup yang lebih pendek. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam sumber dan memberikan sangat penting dalam industri toko.

Dalam menambah kapasitas pengiriman barang (rapid replenishment) untuk memenuhi kebutuhan/permintaan pelanggan yang lebih banyak. Walau butuh biaya lebih banyak untuk transportasi dengan kapasitas lebih besar, ada juga biaya pengisian barang toko, dan biaya pemindahan barang. Selain itu ada kemungkinan ketidakpastian yang lebih besar apabila yang dikirim dalam jumlah besar tersebut adalah makanan/minuman yang cepat basi, maka dari itu SE menerapkan beberapa strategi diantaranya :

  1. Strategi micro-match supply and demand dengan menggunakan rapid replenishment yang dilakukan SE di Jepang dilakukan secara periodik dengan jumlah pengiriman yang telah diatur secara default sesuai dengan forecast yang telah dilakukan sebelumnya. Resiko muncul jika terjadi kesalahan forecasting ketika terjadi kesalahan dalam komunikasi yang membuat jumlah permintaan dan suplai tidak ekivalen. Akibatnya bisa terjadi kelebihan stok atau malah kekurangan stok. Misalnya jika terjadi permintaan yang tinggi secara tiba-tiba dari sekelompok turis pada musim liburan yang menyebabkan stok di toko berkurang drastis sementara jadwal replenishment masih jauh dari saat tersebut, sehingga mengganggu jumlah ketersediaan stok bagi pelanggan lain.

  2. Inventory Management : SE memiliki replenishment cycle yang cepat karena dikendalikan oleh permintaan atau pesanan pelanggan. Hanya beberapa jenis barang yang disimpan dalam gudang inventori. Selebihnya adalah makanan atau minuman yang perlu diantarkan segera agar produk tersebut tetap fresh sampai ke hadapan si pelanggan. Ada juga barang-barang yang sedang trend di musimnya yang juga langsung dikirimkan oleh supplier ke toko-toko SE melalui distributor karena apabila disimpan dalam waktu lama, maka barang tersebut akan melewati musim trend nya,dan menjadi tidak laku lagi.

  3. Information Structure : SE menggunakan Total Information System yang menghubungkan kepala perusahaan, toko-toko, vendor-vendor, pusat distribusi, dan pelanggan sehingga rantai suplai lebih responsif dan efektif. Sistem informasi ini mencocokkan data permintaan dan suplai sehingga tercapailah tingkat responsif yang tinggi dan biaya produksi dan replenishment lebih rendah.

sumber :