Bagaimana strategi amazon dapat bertahan di tengah persaingan bisnis ecommerce saat ini?

Amazon adalah sebuah perusahaan perdagangan multinasional yang didirikan pada tahun 1994 oleh Jeff Bozes.Perusahaan toko online yang berkantor di Seattle, Washington, Amerika Serikat ini dibangun dengan melihat besarnya peluang perkembangan internet di masa yang akan datang.

Siapa yang tak kenal dengan Amazon, situs terbesar dan pelopor perusahaan ritel di dunia yang didirikan pada Juli 1994 oleh Jeff Bezos. Awalnya Amazon merupakan toko buku online yang sekarang menjadi toko online. Berkembangnya sebuah bisnis pastinya tak lepas dari strategi bisnis yang dipahami oleh perusahaan.

Strategi utama yang diterapkan oleh CEO Amazon, Jeff Bezos adalah “Three big needle movers”.

Pemilihan produk, harga, dan kemudahan merupakan ketiga hal yang akan membuat perusahaan berkembang hingga puluhan tahun kedepan.

Amazon memanfaatkan teknologi sebagai sumber keunggulan yang kompetitif dalam memperoleh keuntungan. Strategi Amazon dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini

competitive-advantage-scope

Pada gambar tersebut dijelaskan bahwa strategi Amazon didasarkan pada peningkatan kemampuan teknologi untuk kesuksesan bisnis dan mengikuti strategi cost leadership yang bertujuan untuk menawarkan nilai maksimal bagi pelanggannya dengan harga terendah.

Saat ini Amazon telah menjadi retail online terbesar di dunia dan secara konsisten menjadi pemimpin di segmen pasar. Strategi bisnis yang diikuti oleh Amazon berfokus pada biaya.

Langkah-langkah yang diambil oleh Amazon dalam mengejar strategi ini salah satunya adalah dalam memberikan diskon untuk anggota melalui Amazon Prime. Amazon Prime adalah layanan berbasis keanggotaan yang menawarkan pengiriman gratis 2 hari ketika pesanan sudah memenuhi syarat. Setelah mendapatkan percobaan gratis, kartu kredit akan otomatis dikenakan biaya sekitar $99 untuk anggota satu tahunnya.

Selain itu, strategi Amazon didorong oleh keunggulan kompetitif yang berfokus pada teknologi, mengaktualisasikan manfaat skala ekonomi, dan memanfaatkan efisiensi antara sumber daya eksternal dan internal. Amazon juga menggunakan analisis big data sebagai alat untuk memetakan perilaku konsumen. Contohnya siapa pun yang berbelanja di Amazon akan menemukan daftar rekomendasi produk yang dipilih sesuai dengan riwayat penjelajahan yang kemungkinan akan dibeli. Itu berarti Amazon dapat merasakan dan memahami apa yang konsumen inginkan dan menyesuaikan strateginya dengan tepat. Dalam menjalankan bisnisnya, Amazon menggunakan teknologi secara maksimal.

Strategi Amazon saat ini dibangun dengan aspek kenyamanan dimana pelanggan tidak perlu pergi ke toko buku fisik atau bahkan menunggu pembelian mereka tiba, memperkenalkan pengiriman pada hari yang sama di banyak negara. Amazaon telah mempopulerkan penjualan “on click” dimana pelanggan dapat membeli apapun dan segala hal yang dijual di portal hanya dengan satu klik mouse. Masa depan cerah untuk Amazon jika terus berfokus pada kompetensi perusahaan dan pada saat yang bersamaan memperluas global value chain.

Referensi :

AMAZON dengan E-COMMERCE

Bisnis E-commerce adalah hasil dari kemajuan teknologi dan perkembangan internet yang sangat melesat sehingga memunculkan suatu sistem yang berhubungan dengan bisnis dan sangat potensial.

Seperti halnya amazon, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos yang merupakan lulusan lulusan Ilmu Komputer di Princeton University. Bezos melihat peluang untuk menjalankan usaha melalui internet dari fenomena meningkatnya penggunaan internet saat itu. Ia mendapatkan ide untuk menjual buku secara online setelah berdiskusi dengan John Ingram of Ingram Book dan Keyur Patel dan melakukan beberapa analisis intensif dan akhirnya membuahkan hasil bahwa buku ada pada urutan teratas waktu itu.

Dengan perencanaan yang dibilang cukup matang untuk menjalankan bisnis seperti melakukan tes website pada 300 orang yang merupakan teman-temannya sendiri, akhirnya Benzos yakin untuk memulai bisnisnya. Dan bisa dikatakan bahwa bisnisnya tersebut berhasil karena Dalam dua bulan, pemasaran Amazon sudah mencapai nilai USD 200 ribu per minggu yang didapat tanpa promosi yang berlebihan dan berhasil memperluas jangkauan pasar ke 45 negara dalam jangka waktu satu bulan.

Menurut saya, prinsip Jeff Bezos adalah mengedepankan layanan pada customer seperti membuat Amazon.com menjadi toko buku online yang memungkinkan customer mencari buku tertentu dengan mudah. Sehingga customer merasa puas dan akan kembali untuk membeli buku dengan judul yang berbeda dan tidak melirik toko buku online yang lainnya dan mengajak teman-temannya untuk membeli buku di Amazon.com. Hal tersebut membuat Bezos menghemat biaya promosi, karena secara tidak langsung sudah dipromosikan dari mulut ke mulut. Benzos juga mendorong pelanggan untuk mengisi review atau ulasan di Amazon.com yang membuat customer baru mendapatkan banyak informasi tentang produk yang akan dibelinya.

Selain itu, Benzos juga melihat peluang menjanjikan dari berbisnis online, karena dapat mengurangi biaya transaksi. Akhirnya pada tahun 1998 Benzos melebarkan sayapnya untuk tidak hanya berjualan buku, tetapi Amazon.com mulai menjual musik CD dan video, pertama di tape VHS, lalu di DVD. Selain itu, Amazon.com juga mulail menjual produk yang dengan terus memperhatikan setiap proses yang terlibat dalam pembelian, promosi, penjualan dan pengiriman barang dan selalu memperbaiki setiap detail prosesnya secara terus menerus.

Dalam bisnis onlinenya, amazon.com tidak membuat produknya sendiri walaupun ada beberapa produk buatannya seperti Kindle Fire, tetapi ia bekerjasama dengan mitra bisnis produsen barang yang mengalami kesulitan menjual secara online dengan memberikan layanan yang sama sehingga mendapatkan keuntungan persentase sesuai kesepakatan dengan mitra bisnisnya.

“Aku tahu jika gagal, aku tidak akan menyesalinya. Namun aku mengetahui satu hal yang mungkin akan aku sesali yaitu jika tidak mau mencoba,” Jeff Benzos .

Jeff Bezos tidak pernah ragu dalam segala langkahnya. Ia tidak sekedar berbicara dan lebih banyak melakukan aksi dan melakukan testing pada apa yang iya lakukan untuk meminimalisir resiko. Bezos juga selalu mendorong karyawannya untuk terus berani mengambil keputusan. Bezos tidak segan untuk bertindak karena dia tidak ingin menyesal di masa depan. Ia menyadari bahwa mendirikan sebuah bisnis dari nol adalah sesuatu yang sulit. Namun meskipun pada akhirnya gagal, ia berprinsip setidaknya sudah mencoba.

(sumber : https://www.finansialku.com/kisah-sukses-jeff-bezos-pendiri-amazon-com/
https://inet.detik.com/cyberlife/d-3498908/usaha-kecil-dari-garasi-yang-berujung-ribuan-triliun )

Dibalik kesuksesan Amazon : “Mentalitas pengambilan risiko telah membantu Amazon menjadi salah satu perusahaan paling kuat di dunia.”

Amazon sebagai salah satu e-commerce terbesar di dunia yang terkenal dengan warehouse terbesar dan tercanggih merupakan salah satu dari perusahaan yang tersukses pada masa ini yang siap mengirimkan produk yang mereka jual ke seluruh belahan dunia. Tidak hanya bergerak di e-commerce, Amazon juga menjadi perusahaan yang bergerak di bidang cloud computing.

Kesuksesan yang didapatkan oleh Amazon sangat bergantung pada CEO Amazon, Jeff Bezos sebagai pendiri Amazon pada tahun 1995 dalam mengambil keputusan. Sebagai seorang CEO, keputusan yang diambil nantinya yang akan membawa perusahaan tersebut.

Dalam surat pemegang saham 2016, Jeff Bezos membedakan pengambilan keputusan antara keputusan Tipe 1 dan Tipe 2. Keputusan tipe 1 merupakan keputusan yang tidak dapat diubah dan harus dilakukan dengan hati-hati. Dan keputusan tipe 2 bersifat reversibel, yaitu keputusan yang harus diambil dengan cepat. Dan yang menjadi sumber kesuksesan utama dari Amazon yaitu berasal dari keputusan tipe 2. Menurut Scott Galloway, seorang profesor pemasaran klinis di New York University Stern School of Business, dalam bukunya yang baru, “The Four: The Hidden DNA of Amazon, Apple, Facebook, and Google” Galloway menjelaskan bagaimana mentalitas pengambilan risiko Bezos telah membantu Amazon menjadi salah satu perusahaan paling kuat di dunia. Di dalam buku tersebut, Galloway menyebutkan beberapa alasan mengapa Amazon tak kenal takut ketika berinvestasi seperti di keputusan Tipe 2 :

  1. Amazon tidak malu untuk segera membunuh investasi yang tidak terencana, dan segera menarik modalnya untuk diinvestasikan ke tempat lain.
  2. Berani berinvestasi gila yang membuahkan kemenangan besar seperti Amazon Prime dan Amazon Web Services.

Walaupun berani mengambil keputusan dan siap menanggung resiko adalah salah satu faktor utama kesuksesan Amazon, bukan berarti faktor lain tidak sama berpengaruhnya terhadap kesuksesan Amazon. Faktor-faktor lain seperti manajemen, inovasi dan customer service yang memuaskan menjadi faktor besar yang menjadi strategi kunci kesuksesan yang sudah dirasakan oleh banyak orang yang terlibat di Amazon baik pegawai dan customernya.

Manajemen Bezos dan teamnya berjalan berbeda dari perusahaan lain. Benzos dan teamnya bekerja dengan mengetahui apa yang baik dan yang tidak untuk dilakukan, serta berani mengambil resiko yang ada. Inovasi Amazon pun tidak dapat diragukan lagi, bermula dengan hanya menjual buku dan berubah menjadi “toko segala produk”. Dan yang terakhir adalah customer service, Amazon secara konsisten menempati urutan teratas dalam daftar kepuasan pelanggan. Bezos mengatakan kepada AS News bahwa pelanggan harus diperlakukan istimewa. Dia percaya bahwa perusahaan seharusnya tidak fokus pada pesaingnya tapi lebih kepada pelanggannya.

Sumber :

http://www.businessinsider.com/why-amazon-is-so-successful-2017-10/?IR=T
https://www.snapagency.com/blog/7-reasons-why-amazon-is-so-successful

Amazon : Benefiting from Cost Leadership and Diversification

ama6

Siapa yang tak mengenal Amazon? Amazon telah mempopulerkan penjualan “one-click” dimana pelanggan dapat membeli apapun dan segala hal yang dijual di portal hanya dengan satu klik mouse.

Amazon mengadopsi pendekatan global di pasar internasionalnya yang menyesuaikan model bisnis Global dengan rantai pasokan lokal dan logistik. Ini memang akan menciptakan rantai nilai bisnis global dimana siapapun bisa membeli produk kapan saja dan dimana saja.

Melalui referensi yang saya baca, ada beberapa strategi bisnis Amazon yang bisa digambarkan sebagai cost leadership yang diambil secara ekstrem. Peritel online global beroperasi dengan margin laba-laba tipis dan berhasil karena kombinasi skala ekonomi, inovasi berbagai proses bisnis dan diversifikasi bisnis secara konstan. Strategi bisnis Amazon dipandu oleh empat prinsip: obsesi pelanggan daripada fokus pesaing, semangat untuk penemuan, komitmen terhadap keunggulan operasional, dan pemikiran jangka panjang.

>> 3 Poin Landasan Strategi Bisnis Amazon :

1. Terus memasuki relung dan segmen baru.
Mulai hanya sebagai toko online untuk penjualan buku fisik pada tahun 1997, saat ini Amazon menjual apapun yang bisa dijual secara online dalam skala global. Logistik global yang canggih merupakan salah satu basis yang solid dari keunggulan kompetitif Amazon dan perusahaan telah menggunakan keuntungan ini secara ekstensif untuk terlibat dalam diversifikasi bisnis yang sukses. Baru-baru ini, perusahaan meluncurkan Amazon Home Services, cara sederhana untuk membeli dan menjadwalkan layanan profesional lokal sebagai kelanjutan dari strategi diversifikasinya.

2. Memperkuat ekosistem Amazon.
Ekosistem Amazon terdiri dari merchant, penulis, pengulas, penerbit, pengembang aplikasi, dan pasar informasi para komentator, analis, jurnalis dan penulis fitur yang mendapatkan kabar tentang peluang di platform Amazon. [3] Kepemimpinan senior Amazon terlibat dalam memperoleh keuntungan maksimal dari setiap komponen ekosistem perusahaan, dan juga, memperkuat hubungan antar komponen.

3. Berfokus pada nilai kepemimpinan Amazon.
Mendapatkan kontribusi maksimal dari sumber daya manusia merupakan sumber keunggulan kompetitif Amazon lainnya. Bekerja untuk Amazon adalah pengalaman yang sangat menantang dan karyawan diharapkan dapat menanggung beban kerja yang berat, yang seringkali mengorbankan keseimbangan kehidupan kerja. Nilai kepemimpinan Amazon yang terdiri dari 14 prinsip, seperti obsesi pelanggan, bersikeras pada standar tertinggi dan menyelam dalam, memainkan peran penting dalam hal meningkatkan masukan dari sumber daya manusia.

Dari informasi diatas, saya dapat mengambil kesimpulan. Yakni masa depan terlihat cerah untuk Amazon dan jika terus berfokus pada kompetensi intinya dan pada saat bersamaan memperluas rantai nilai globalnya, tidak ada alasan mengapa Amazon tidak dapat mempertahankan kepemimpinan pasarnya.


    SUMBER :