Bagaimana stereotipe muncul di permukaan?

Stereotipe atau stereotype adalah Generalisasi mengenai suatu kelompok orang, di mana karakteristik tertentu diberikan kepada seluruh anggota kelompok tersebut, tanpa mengindahkan adanya variasi yang ada pada anggota-anggotanya.

Bagaimana stereotype muncul di permukaan?

Menurut teori kategorisasi diri (self-categorization) stereotip muncuk dikarenakan adanya kategorisasi didalam sebuah komunitas. Melalui pengalaman pribadi dan budaya yang merupakan dimensi kepribadian, seseorang menjadi terkait dengan pengklasifikasian atau pengkategorian orang ke dalam suatu kelompok, sehingga stereotip, dan isi stereotip, merefleksikan suatu hubungan antara sifat atau karakter kepribadian dan pembagian ke dalam kategori sosial.

Kategori adalah kumpulan contoh- contoh yang memberikan pendefinisian sejumlah atribut yang penting.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kategori yang dipakai tidak sesuai dengan pandangan yang sedehana ini. Karena terkadang beberapa objek yang sesuai dengan definisi kategori di atas, secara umum, tidak dianggap sebagai bagian dari suatu kelompok, dan banyak contoh menarik yang diberikan tidak memenuhi semua kriteria untuk menjadi anggota

Seperti contoh bahwa cangkir dianggap sebagai objek yang mempunyai pegangan, dapat menampung cairan, mempunyai bentuk lingkaran, dan lain- lain, akan tetapi cangkir untuk minum teh orang Cina yang tidak mempunyai pegangan tidak bisa di masukan dalam kelompok cangkir yang telah disebutkan sebelumnya. Dari contoh cangkir di atas sangat menarik, seringkali terjadi perbedaan dalam memandang suatu hal pada dua kelompok budaya yang berbeda, tidak terkecuali permasalahan kategorisasi.

Cara seseorang mengkategorisasi orang lain, dalam hal proses dan isi stereotip, dipengaruhi oleh kategorisasi diri seseorang itu sendiri. Karena dalam mengkategorisasi orang lain, seseorang selalu mengkategorisasi diri sendiri secara implisit, di mana semua stereotip seseorang mengenai orang lain berasal dari perspektif kelompok sendiri (ingroup), dan juga akan di pengaruhi oleh norma-norma yang ada di dalam kelompok (ingroup), serta mungkin juga dipengaruhi oleh pengetahuan, teori, dan ideologi yang tersebarkan dalam kelompok (ingroup).

Ketika berbicara mengenai pembentukan stereotip maupun isi stereotip, terdapat tiga kemungkinan yang terjadi, yaitu (McGarty, Yzerbyt & Spears, 2004):

  • Sterotip dapat terbentuk sebagai refleksi atas observasi langsung seseorang dari perilaku suatu kelompok;

  • Stereotip dapat berupa refleksi seseorang terhadap harapan dan luasnya teori mengenai bagaimana seseorang berfikir tentang suatu kelompok berprilaku;

  • Terbentuknya stereotip mungkin juga merupakan kombinasi dari observasi seseorang (data), dan harapan serta pengetahuan (teori) seseorang.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, "Isi stereotip merupakan sesuatu yang dihasilkan dari proses kategorisasi yang mencerminkan suatu interaksi antara data yang ditemui oleh seseorang dan latarbelakang teori atau pengetahuan yang dimiliki seseorang "