© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana stategi dakwah Rasulullah SAW di Mekkah ?

Rasulullah melakukan dakwah di Mekkah untuk menyebarkan agama Islam. Lalu, bagaimana stategi dakwah Rasulullah SAW di Mekkah ?

Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliahannya di bidang agama, moral, dan hukum. Sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika masyarakat Arab telah mengamalkan seluruh ajaran Islam dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan sesuai dengan petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW, tentu mereka akan memperoleh keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut:

1. Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3-4 tahun
Pada masa ini, Rasulullah menyeru orang terdekatnya untuk masuk islam. Diantara orang yang memenuhi seruan beliau adalah: Khadijah binti khuwailid, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Ummu Aiman. Abu Bakar Ash-Shiddiq juga mendakwahkan agama islam, sehingga orang terdekat beliau banyak yang masuk islam, mereka adalah: Abdul Amar dari bani zurah, Abu Ubaidah bin Jarrah, Utsman bin affan, Zubair bin Awam, Sa’ad bin Abu Waqas, Thalhah bin Ubaidillah. Orang-orang yang masuk islam pada saat nabi Muhammad berdakwah secara sembunyi-sembunyi disebut assabiqunal-awwalun (pemeluk islam generasi awal).

2. Dakwah Secara Terang-Terangan
Strategi ini dimulai setelah tahun ke-4 kenabian, yaitu setelah turunnya wahyu agar berdakwah secara terang-terangan yakni surat ash shu’ara ayat 214-216.
Tahap-tahap dakwah secara terang-terangan antara lain adalah:

  1. Mengundang kaum kerabat dari bani hasyim, untuk mendapat jamuan makan agar masuk islam
  2. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Makkah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar ka’bah untuk berkumpul di bukit shafa.
    Pada dakwah ini, banyak kaum kafir quraisy yang masuk islam, yaitu: Hamzah bin Abdul Muntholib, dan Umar bin Khattab. Rasulullah juga menyampaikan dakwahnya ke luar makkah.
    Pertemuan umat islam yatsrib dengan Rasulullah pada tahun ke-13 kenabian menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat islam yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW, selain itu mereka juga memohon agar Rasulullah dan pengikutnya hijrah ke madinah.

Referensi :

Strategi Dakwah Rasulullah SAW di Mekkah


1. Dakwah Sembunyi-Sembunyi.

Lebih kurang selama tiga tahun dimulai dari mengajak anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Perhatikan Firman Allah SWT berikut:
[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] bangunlah, lalu berilah peringatan
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah (Q.S. Al- Muddassir, 74:1-7)

Dari ayat diatas, Allah Swt. Memberikan petunjuk tentang cara menyampaikan agama islam kepada umat manusia, yaitu a. Dengan cara sembunyi-sembunyi, sebab orang kafir Quraisy tidak akan senang terhadap agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. b. Lemah lembut jangan sampai menyakiti orang.

2. Dakwah Terang-Terangan

Perhatikan firman Allah Swt. Berikut: [15:94] Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang- orang yang musyrik. (Q.S. Al-Hijr, 15:94) Nabi Muhammad saw. Termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari kaumnya, terutama pamannya sendiri Abu Lahab. Kemudian turun wahyu yang menerangkan bahwa yang celaka Abu Lahab sendiri. Perhatikan Firman Allah Swt. Berikut:

  • Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
  • Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
  • Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak
  • Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar
  • Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Rasulullah saw. Menyampaikan dak’wah mengajak kepada tauhid, iman kepada Allah Swt, iman kepada hari kiamat, menantang kurafat dan kemusyrikan, menjelaskan kedudukan berhala yang tidak dapat memberi manfaat atau mudarat. Menyadarkan mereka untuk tunduk dan pasrah total Kepada Allah Swt. Dakwah Rasulullah SAW. yang terang-terangan ini mendapat pertentangan yang sangat hebat.