Bagaimana siklus hidup Lean Analytics?

kpisland.com

##Siklus Lean Analytics


Dalam membangun sebuah Start Up, diperlukan Analisa yang terus menerus terkait dengan bidang yang sedang dikembangkan. Lean Analytics adalah kunci dari analisa tersebut. Sebuah siklus 4 langkah yang menunjukan bagaimana anda dapat mengembangkan bisnis anda.

Pertama, cari tahu apa yang ingin anda kembangkan; rancang eksperimen; lakukan eksperimen; ukur dan hitung hasilnya dan tentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Siklus ini merupakan gabungan dari World of Lean Startup - dimana semua adalah tentang keberlanjutan, pengembangan berulang dengan dasar analisa. Ini dapat membantu anda memperkuat apa yang telah terbukti bekerja danmembuang apa yang tidak bekerja.

Walaupun proses diatas terlihat sangat kompleks, kita dapat menyederhanakannya menjadi 4 langkah yang dapat diaplikasikan di semua bisnis.

Langkah 1 : Cari tahu apa yang akan dikembangkan

Satu hal yang tidak dapat dilakukan oleh siklus ini adalah membantu ada mengerti bisnis anda sendiri. Ini adalah tugas anda sendiri. Anda harus mengetahui aspek apa yang paling penting dari bisnis anda, dan bagaimana anda perlu untuk mengubahnya.

  • Mungkin ini dapat menambahkan angka konversi anda;
  • atau, menambah angka pengunjung yang mendaftar;
  • atau memperbesar angka orang yang menyebar luaskan konten ke orang lain;
  • memperkecil angka pengguna aplikasi anda yang tidak konsisten;
  • mungkin sesederhana seperti mendapatkan pelanggan restoran anda menjadi lebih banyak.

Intinya adalah, ini adalah metrik yang sangat penting bagi bisnis anda. Mungkin anda membutuhkan bantuan dari pemilik bisnis untuk mencari tahu apa metrik itu.

Langkah 2 : Rancang sebuah hipotesa

Disini anda dituntut untuk kreatif. Eksperimen dapat berbentuk apapun

  • Kampanye pemasaran
  • Desain ulang sebuah aplikasi
  • Perubahan dalam menilai suatu hal
  • Membangun biaya pengiriman menjadi pembelian
  • Merubah bagaimana anda menarik orang
  • Penggunaan platform yang berbeda
  • Mencoba fitur baru

Apapun kasusnya, disini adalah dimana anda membutuhkan inspirasi.

Langkah 3 : Buatlah eksperimen

Setelah hipotesa terbentuk, anda harus melakukan eksperimen untuk menjawab hipotesa tersebut.

Pertama : Siapa target penggunanya? Semua hal terjadi karena seseorang melakukan sesuatu. Jadi, siapa yang anda harapkan untuk melakukan sesuatu? Apakah semua pengunjung, atau hanya sebagian saja? Apakah dia pengguna yang tepat? Dapatkah anda mendekatinya? Sampai anda mengetahui perilaku dari target anda, anda tidak dapat menarik target tersebut.

Kedua : Apa yang ada ingin mereka lakukan? Apakah sudah jelas bagi mereka tentang tepatnya apa yang anda minta untuk mereka lakukan? Apakah mereka akan melakukannya dengan mudah, atau ada suatu penghalang? Seberapa banyak dari mereka yang melakukannya hari ini?

Ketiga : Mengapa mereka harus melakukannya? Mereka akan melakukan apa yang anda minta jika itu bermanfaat bagi mereka dan jika mereka mempercayai anda. Apakah anda sering memotivasi mereka? Permohonan anda yang mana yang bekerja dengan baik? Mengapa mereka melakukan hal ini pada saingan anda?

Pada dasarnya, ada tiga pertanyaan yatu siapa, apa dan mengapa. Jawaban dari hal ini memerlukan pengertian yang dalam tentang pengguna. Dalam Lean Startup, ini disebut Customer Development. Pengalamannya akan terlihat seperti ini :

Cari tahu siapa yang akan melakukan apa karena mengapa itu cukup untuk memperbaiki KPI dengan target anda.

Langkah 4 : Ukur dan tentukan langkah selajutnya

Dalam Langkah ini, anda akan mengetahui apakah eksperimen anda berhasil. Ini meninggalkan kita beberapa pilihan :

  1. Jika eksperimennya sukses, anda lah jagoannya. Rayakan sedikit, lalu cari metrik yang menjadi permasalahan selanjutnya dan lakukan langkah Siapa, Apa dan Mengapa.

  2. Jika eksperimennya gagal, kita harus mengkaji kembali hipotesa awal. Disini kita harus mengenali siapa, apa dan mengapa yang baru, dengan dasar apa yang telah kita pelajari. Ingat, selama anda belajar dari itu, kegagalan tidak pernah menghabiskan kesempatan.

  3. Jika eksperimennya berjalan tapi tidak mencapai tujuan akhir, kita harus mencoba eksperimen baru, mengukur hasilnya dan melangkah menuju tujuan akhir. Hipotesannya mungkin masih valid, dan kita dapat mencoba lagi dengan menyesuaikan dengan apa yang telah kita pelajari.

Keindahan tersembunyi dari ini adalah kita menjadi pintar, cepat dan terbiasa mengulang. Kita membuat rencana yang disengaja, mengukur hasilnya dan berputar semakin dekat dengan tujuan kita. Mengidentifikasi, berhipotesa, uji coba, bereaksi, lalu ulangi.

##Referensi