Bagaimana Sesungguhnya Kebijaksanaan Itu?

kebijaksanaan

Kebijaksanaan yang sesungguhnya adalah memahami bahwa kau tak tahu tentang apapun.

Pernah merasa bangga karena kamu lebih tahu tentang sesuatu daripada orang lain? Jangan merasa bangga dulu. Di luar sana juga masih banyak orang yang tahu lebih banyak darimu.

Saat kamu merasa bangga, saat itu juga kamu akan berhenti belajar. Justru kalau kamu merasa masih kurang, kamu akan berusaha mencari pengetahuan lebih banyak lagi. Itulah orang yang bijaksana, yang selalu haus ilmu pengetahuan seumur hidupnya.

Referensi

https://www.kutipkata.com/kata-kata-bijak-singkat/

Setiap harinya kita terpengaruh oleh orang-orang yang kita temui entah itu secara langsung didunia nyata maupun didunia maya (internet). Sedikit demi sedikit perilaku kita akan berubah mengikuti sebagian dari apa yang kita lihat mulai dari gaya bicara, kelakauan, sampai cara pandang kita cenderung mirip dengan apa yang suka kita perhatikan, sebagian orang bisa memberikan dampak yang positif, namun sebagian orang lain bisa membawa pengaruh negatif kedalam hidup Anda. Jika kita sering memperhatikan orang-orang yang sukses dan bijak, mungkin pikiran kita akan menjadi lebih bijaksana dan sikap kita juga lebih dewasa.

Orang yang bijaksana cenderung tidak akan berhenti mencoba. Mereka tidak suka membuang waktu dan tidak melarikan diri dari masalah. Orang yang bijaksana tidak menghabiskan waktu bersama orang negatif.

Kebijaksanaan, lebih daripada keahlian, tidak duduk nyaman dalam masyarakat yang demokratis dan anti-elitist society. Di zaman yang didominasi oleh sains dan teknologi, dengan spesialisasi dan kompartementalisasi, konsep itu terlalu longgar, terlalu besar, dan terlalu misterius. Dengan kepala kita di smartphone dan tablet kita, dalam tagihan dan laporan bank kita, kita tidak punya waktu atau ruang mental untuk itu.

Tetapi apakah sebenarnya kebijaksanaan itu? Orang sering berbicara tentang “pengetahuan dan kebijaksanaan” seolah-olah mereka berhubungan dekat atau bahkan hal yang sama. Jadi satu hipotesis adalah bahwa kebijaksanaan adalah pengetahuan, atau banyak pengetahuan. Jika kebijaksanaan adalah pengetahuan, maka itu haruslah jenis pengetahuan tertentu atau nama-nama semua sungai di dunia, dapat dianggap sebagai kebijaksanaan. Dan jika kebijaksanaan adalah jenis pengetahuan tertentu, maka itu bukan pengetahuan ilmiah atau teknis, atau orang kontemporer akan lebih bijaksana daripada para filsuf kuno yang paling bijaksana sekalipun.

Referensi

Sumber : https://www.psychologytoday.com/us/blog/hide-and-seek/201811/what-is-wisdom

Arti kebijaksanaan yang sesungguhnya itu berasal dari hati. Kebijaksanaan bukan hanya tentang perilaku tapi lebih ke arah bagaimana hati mampu untuk berbuat bijak dan ikhlas terhadap perilaku tersebut. Berikut ini contoh kebijakan diri :

a. Orang yang bijaksana menjagai dirinya.
b. Orang bijaksana menjaga lidahnya.
c. Orang bijaksana juga menjaga telinganya.
d. Orang bijaksana akan selalu memelihara pekerjaan dan milik yang halal.

Di atas semuanya, kebijaksanaan memelihara hati karena hati merupakan sumber kehidupan dan dari hatilah terpancar segala sesuatu. Dengan mengingat firman yang berkata, “Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal,” orang bijaksana akan merendahkan hati dan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.