Bagaimana sejarah perang Persia ?

Perang Yunani-Persia (disebut juga Perang Persia ) adalah serangkaian konflik antara Kekaisaran Persia Akhemeniyah melawan negara kota di Yunani kuno. Perang ini bermula pada tahun 499 SM dan berakhir pada tahun 449 SM. Bentrokan antara dunia Yunani yang secara politik terpecah-pecah melawan Kekaisaran Persia yang sangat besar sudah dimulai ketika Koresh yang Agung menaklukkan Ionia pada tahun 547 SM. Berusaha untuk mengendalikan kota-kota di Ionia, Persia menunjuk tiran untuk berkuasa di sana. Ini kemudian terbukti menjadi sumber masalah bagi Yunani dan Persia.

Bagaimana sejarah perang Persia ?

Leonidas I (530-480 SM) adalah seorang raja dari negara-kota Sparta sekitar 490 SM sampai kematiannya pada Pertempuran Thermopylae melawan tentara Persia di tahun 480 SM. Meskipun Leonidas kalah perang, kematiannya dalam Pertempuran Thermopylae terlihat sebagai korban yang heroik karena ia mengirim sebagian besar pasukannya pergi ketika ia menyadari bahwa Persia telah mengunggulia pasukannya.

Leonidas kemudian melanjutkan peperangan berserta Tiga ratus rekan Spartan. Mereka menahan laju pasukan Persia hingga pasukan seluruh Yunani menyiapkan pasukan. Hampir segala sesuatu yang diketahui tentang Leonidas berasal dari karya sejarawan Yunani Herodotus (484-425 SM).

Kekaisaran Persia kemudian melakukan serangan ke pusat pemberontakan yaitu di Miletosid. Serangan ini berlangsung pada tahun 494 sebelum masehi. Dari serangan yang dilakukan membuat pasukan pemberontak kalah, akhirnya para pemberontak mundur dan perang dapat berakhir. Meski telah memenangkan peperangan dan menumpas para pemberontak, Darius masih menaruh dendam kepada Athena dan Eretria. Selain itu, Dairus juga ingin mengamankan kekaisaran Persia terhadap ancaman pemberontak lain yang dapat muncul sewaktu-waktu atas campur tangan dari Yunani.

Daris menyusun rencana untuk melakukan serangan terhadap Yunani sebagai hukuman terhadap Eretria dan Athena karena telah melakukan pembakaran terhadap ibu kota persia di Asia Kecil. Serangan pertama kekaisaran Persia ke daerah Yunani dimulai tepatnya tahun 492 sebelum masehi dan dipimpin Jendral Mardonius. Pada awalnya pasukan Persia berhasil menguasai Thrakia kemudian Macedonia, sebelum akhirnya terpaksa mengakhiri perang karena mengalami bencana.

Kronologi Perang Persia


Lima tahun setelah serangan pertama, kemudian kekaisaran Persia masih belum puas. Tepatnya pada tahun 490 sebelum masehi kekaisaran kembali mengirim pasukannya untuk kedua kalinya ke daerah Yunani. Berbeda beda dengan serangan pertama, serangan kedua ini melalui jalur Laut Aigea. Serangan ini dibawah komando Arthaphernes dan Datis. Setelah pasukan Persia berhasil mengalahkan Eretria, pasukan ini pun menuju Athena untuk menyerangnya, sebagaimana yang dilakukan terhadap Eretria. Namun, kesuksesan mengalahkan Eretria tidak terjadi saat pasukan ini yang berusaha untuk menguasai Athena. Serangan yang dilakukan pasukan persia dapat dikalahkan dengan mudah oleh pasukan tentara Athena.

Kekalahan yang dialami pasukan Persia tersebut terjadi pada pertempuran Marathon, kekalahan tersebut membuat invasi kekaisaran Persia terhadap Eretria dan Yunani terhenti. Kekalahan kedua ini tidak membuat Darius tinggal diam. Raja Darius kemudian berfikir dan menyusun strategi untuk menyerang Yunani kembali. Tapi usaha tersebut tampaknya tidak dapat dilanjutkan oleh nya, hal ini dikarenakan ia meninggal pada tahun 486 sebelum masehi. Wafatnya Darius sehingga membuat putranya naik tahta dan meneruskan perjuangan ayahnya tersebut. Selang empat tahun kemudian Xerxes (anak Darius) memimpin penyerangan kedua kekaisaran Persia dengan pasukan sebanyak-banyaknya.

Serangan dari pasukan kekaisaran Persia dapat memenangkan pertempuran setelah dibantu oleh pasukan sekutu dari negara kota Yunani yang dipimpin oleh Athena dan Sparta.Pertempuran Thermopylae. Dalam pertempuran ini, pasukan Persia mampu menguasai sebagian besar wilayah kekuasaan Yunani. Singkat cerita, akhirnya menurut beberapa sumber sejarah, perseteruan antara Yunani denga Persia ini diakhiri dengan perjanjian damai, yaitu Perdamaian Kallias.

Sumber : http://sumbersejarah1.blogspot.co.id/2017/06/perang-persia.html

Yunani merupakan bangsa yang mempunyai peradaban tinggi yang mencapai tingkat kemajuan yang cepat. Peradaban Yunani yang lebih mencerminkan peradaban Barat yang mencoba memperluas pengaruhnya ke daerah sekitar, termasuk Asia Kecil. Selain peradaban Yunani, ada peradaban lain yang juga mengalami kemajuan pesat pada waktu itu yaitu peradaban Persia (Timur). Persia yang juga menginginkan untuk menyebarkan pengaruhnya kepada daerah sekitar, mengalami benturan dengan Yunani. Sehingga timbul perselisihan diantara Persia dengan Yunani. Perselisihan tersebut semakin meruncing sehingga muncul peperangan yang lebih dikenal dengan Persian War.

Perang Yunani-Persia (490-480 SM) merupakan perang besar dalam sejarah peradaban umat manusia. Perang ini muncul akibat adanya persaingan antara Yunani-Persia yang memiliki perbedaan peradaban dan kebudayaan. Motif ekonomi dan politik juga mewarnai perang ini. Karena Darius I mempunyai keinginan untuk menguasai perdagangan dan penguasaan wilayah di Laut Aegea. Dan sejak bangsa Persia berdiri tahun 549 SM, Persia sudah mulai berusaha untuk memperluas wilayahnya. Dan kerajaan-kerajaan yang berada di Mesopotamia berhasil dikuasai oleh Persia. Mulai dari Caldea, Babylonia, Mesir dll.

Pada masa kekuasaan Darius I, wilayah kekuasaan Persia meliputi Asia Barat, Asia Tengah dan hampir mendekati Asia Selatan. Di Asia Barat, Persia berhasil menguasai daerah yang sekarang dikenal dengan nama Turki dan beberapa wilayah pantai Asia Kecil seperti Miletus. Dan pada waktu bangsa Persia datang ke Asia Kecil, wilayah tersebut sudah dihuni terlebih dulu oleh bangsa Yunani terutama suku Ionia, Aeolia, Phygria, dll. Bangsa Yunani yang berjiwa merdeka menginginkan kebebasan dari kungkungan adat dan tradisi di tanah asalnya, sehingga mereka pergi dari tanah airnya dan singgah ditempat yang baru. Dan pada saat mereka berada di bawah kekuasaan bangsa Persia, mereka merasa tertekan. Akibat penekanan yang dilakukan oleh Persia, maka bangsa Yunani yang merupakan fatherland bangsa Ionia harus menghadapi bangsa Persia. Sehingga Sparta, Anthena dan Eretria mengirimkan pasukan ke Ionia. Berkaitan dengan hal itu, maka kami berusaha untuk menguraikan perang Yunani-Persia dalam Makalah ini.

Perang Yunani - Persia berawal dari ambisi Raja Darius dari Persia untuk memperluas kekuasaanya ke Asia Kecil yang mencakup beberapa koloni polis-polis kecil Yunani.Athena memberikan bantuan kepada polis-polis itu.Raja Darius menganggap bantuan Athena itu sebagai tantangan perang terhadap Persia.Selama sepuluh tahun peperangan dihentikan.Raja Darius meninggal dunia dan digantikan oleh putranya bernama Xerxes.Pada tahun 480 SM,Persia kembali menyerbu untuk ketiga kalinya lewat darat dan laut.

Sparta yang dipimpin oleh Raja Leonidas tidak dapat membendung serangan pasukan Persia ini. Namun, pasukan Yunani dari Athena yang dipimpin oleh Temistokles berhasil menghancurkan Angkatan Laut Persia di Teluk Salamis sehingga memaksa Xerxes dan pasukannya untuk melarikan diri kembali ke negerinya.Berkat ketangguhan pasukan gabungan Sparta-Athena, maka sebagian pasukan Persia dapat dihancurkan di Palatae,sehingga polis-polis di pantai Asia Kecil dapat dibebaskan dari kekuasaan Persia.Akhirnya pada tahun 448 SM, diadakan perdamaian antara Yunani dengan Persia.

Sumber