Bagaimana sejarah pemikiran politik islam dapat mempengaruhi politik di indonesia?

  1. seorang tokoh puncak Muhammadiyah yang bernama Ki Bagus Hadikusuma dengan mengajukan Islam sebagai dasar negara.dengan munculnya dua usul yang berbeda, maka bermulalah pergumulan pertama antara Pancasila dan Islam dalam sidang BPUUPK.

  2. Pada 22 Juni 1945 suatu sintesis dan kompromi politik dapat diwujudkan antara dua pola pemikiran yang berbeda, sintesis inilah yang kemudian dikenal dengan Piagam Jakarta. Dalam piagam ini, Pancasila diterima sebagai dasar negara, tapi urutan silanya mengalami ubahan letak. Sila Ketuhanan di samping ditempatkan sebagai sila pertama, juga diberi anak kalimat pengiring “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”

  3. Pada 18 Agustus 1945 terdapat peristiwa penting yang dimana bersidangnya PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang beranggotakan 27 orang.Dari jumlah ini hanya 3 orang yang berasal dari organisasi Islam. Sidang ini bertujuan untuk menetapkan UUD serta memilih Presiden dan Wakil Presiden.

  4. Dalam proses menetapkan UUD, terjadi peristiwa pencoretan anak kalimat pengiring sila ketuhanan, baik dalam pembukaan UUD maupun pasal 29 ayat 1. Istilah-istilah Islam yang semula yang dicantumkan pada pasal UUD juga dihapuskan.

  5. Maka melalui Hatta, dibujuklah Ki Bagus agar melunakkan sikapnya. Akhirnya pengiring sila pertama itu berhasil dihilangkan dan sebagai gantinya dinobatkanlah atribut Yang Maha Esa sebagai sila Ketuhanan. Atribut ini melambangkan ajaran tauhid (monoteisme) pusat seluruh sistem kepercayaan dalam Islam.