Bagaimana Sejarah Lensa Kontak?

kontak lensa

Bentuknya yang ringkas dan ringan memang menjadi kelebihan tersendiri bagi lensa kontak. Bagaimana awalnya lensa kontak bisa muncul?

lensa kontak ini bermula dari pelukis ternama, Leonardo da Vinci. Sekitar tahun 1508, ia pernah mengemukakan bahwa penglihatan mata dapat dibantu dengan sebuah kaca kecil berisi air yang diletakkan di depan mata. Sayangnya, ide tersebut hanyalah sekedar ide selama ratusan tahun. Sampai akhirnya, ada seorang bernama Adolf Eugen Rick yang mewujudkan ide tersebut. Ia membuat sebuah lensa yang melapisi bagian pupil, iris, dan sebagian sklera (bagian yang berwarna putih) mata. Lensa tersebut dinamai glass scleral lenses. Meski demikian, lensa tersebut dirasa sulit dan menyakitkan saat digunakan. Karena itu, pada tahun 1930-an, banyak orang dan perusahaan yang memodifikasi lensa tersebut menggunakan bahan plastik. Lensa tersebut kemudian dinamai plastic scleral lenses.

Beberapa orang ternyata tetap saja tidak nyaman menggunakan scleral lenses meskipun sudah dibuat menggunakan plastik. Terinspirasi dari sang istri yang tidak nyaman menggunakan scleral lenses tersebut, pada tahun 1945 Kevin Tuohy membuat sebuah lensa baru bernama corneal lenses. Beda dengan scleral lenses, corneal lenses ini hanya melapisi bagian kornea mata saja. Lensa jenis ini terbuat dari bahan plastik yang padat. Corneal lenses inilah yang menjadi cikal bakal dari lensa kontak yang kita kenal saat ini. Sekarang, lensa semacam corneal lenses lebih sering disebut sebagai hard contact lenses.

Kemudian muncul juga variasi lain dari lensa kontak, yaitu soft contact lenses. Lensa jenis ini menggunakan bahan plastik yang lebih fleksibel sehingga lebih nyaman di mata. Soft contact lenses ini mulai dikembangkan tahun 1960-an dan pertama kali dipopulerkan ke publik tahun 1970-an oleh Otto Wichterle. Sampai saat ini, baik soft contact lenses maupun hard contact lenses tetap muncul di pasaran dan selalu dikembangkan untuk meningkatkan kualitasnya dan mengurangi kemungkinan kerusakan pada mata akibat penggunaannya.

Sumber:

Berbicara terkait sejarah diciptakannya soft lenses tentunya hal ini tidak akan lepas dari lensa kontak karena sebelum munculnya istilah soft lenses , lensa kontak lebih dulu difungsikan seperti halnya dengan soft lenses , hanya saja yang membuat beda istilah tersebut adalah dari bahan pembuatannya.10 Dikutip dari bukunya Michael bahwa penggagas lensa kontak pertama kali adalah Herschel pada tahun 1883. Menurut Herchel tujuan diciptakan kontak lensa pada saat itu ialah untuk membantu mengatasi permaslahan mata. Pada awalnya, lensa kontak dibuat dari bahan yang rigid/kaku, yang muncul sebelum adanya soft lenses ,sehingga lensa kontak tersebut sering disebut dengan hard contact lens.

Fase selanjutnya bahwa lensa kontak mengalami perkembangan secara klinis pada tahun 1888 yang diperkenalkan oleh ahli dokter mata dari Jerman yang bernama Adolf Gaston Eugen Fick. Perkembangan tersebut dibuktikan dengan berhasilnya pembuatan lensa kontak dari glass blown . Seeiring dengan berhasilnya pembuatan lensa kontak tersebut seorang ahli mata bernama Kalt yang ada di Paris dan Muller yang ada di Jerman menyatakan bahwa tujuan pembuatan lensa kontak tidak lain untuk meratakan kornea pada kasus keratoconus.

Sekitar tahun 1936 seorang ahli mata bernama William Feinbloom, mulai memperkenalkan plastik sebagai bahan pembuatan lensa kontak. Hal inilah yang mendasari istilah lensa kontak lambat laun berubah menjadi soft lenses, namun hanya bagian pinggirnya saja yang menggunakan plastik, sedangkan pada bagian zona optiknya (tengah) masih menggunakan kaca. Pengaplikasian bahan plastik untuk seluruh bagian lensa kontak baru dimulai pada tahun 1946 yang telah disahkan oleh Tuohyin. Menurut Tuohyin plastik jenis PMMA (polymethyl methacrylate) merupakan salah satu material pembuatan soft lenses yang lebih ringan dari pada kaca dan lebih nyaman untuk digunakan.

Eksperimen pembuatan soft lenses baru dilakukan pada akhir tahun 1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis bahan polymer yang dapat mengandung air. Dimulai pada bulan maret 1971, soft lenses dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA) terus dikembangkan oleh Bausch dan Lomb, kemudian pada tahun 1974 soft lenses secara resmi dapat digunakan untuk mengoreksi gangguan refraksi selain menggunakan kacamata, baru setelah ditemukan bahan pembuatan soft lenses yang ternyata tidak mengandung unsur berbahaya membuat para produsen soft lenses pada tahun 1976 mengajukan permohonan persetujuan kepada FDA ( Food and Drug Administration) agar soft lenses segera di legalkan ( bisa digunakan) hingga pada akhirnya soft lenses dapat digunakan sampai saat ini.